Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Pelantikan Menjadi Murid Dalam (3)


__ADS_3

"Prananta! Bolehkah aku menyerang kali ini?" Tangan Adrine mulai gatal untuk menyerang.


"Hehe, kalau aku berkata tidak, apa kau tetap diam dan hanya bertahan saja? Aku tahu itu, santa saja! Serangan darimu, akan kuladeni kau sampai kau mampus! Hahaha!!" Prananta semakin bersemangat saat melihat Adrine memperlihatkan kemampuannya.


"Oke, kalau begitu, Dragon Body!!" Adrine mengeluarkan teknik Dragon body, teknik yang berasal dari penggabungan jiwa Dragon Steel. Jiwa Dragon Steel adalah termasuk dari 3 terkuat setelah Red Diamond dan Golden Fire. Penggabungan jiwanya meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan indera/sense. Tetapi, Dragon Body memprioritaskan di point daya tahan.


"Hehe, kita lihat saja, apakah seorang mage pencapaian gunung bisa melawan seorang tank? Ini semakin menarik!" Prananta menjadi semakin lebih sombong.


ZRIIIING!


"Hah, apa apaan ini? Dia itu tipe mage, bagaimana bisa dia bergerak secepat itu? Bahkan kecepatannya setara dengan assassin tingkat bumi level-6, Apakah dia itu kultivator campuran?" Prananta mulai khawatir.


"APA...?" Prananta terkejut melihat Adrine sudah dibelakangnya.

__ADS_1


BDAAAR!


'UGH! Pukulannya kuat. Serangannya seimbang dengan pertahananku! Tak mungkin!' Prananta mulai cemas.


Lalu keduanya beradu tinju. Dengan kekuatan tambahan dari teknik Dragon Body, Adrine dapat memukul mundur Prananta sampai jatuh. Adrine tak memberi kesempatan, sesaat Prananta bangkit Adrine langsung menendang Prananta sekuat tenaga. Prananta menahan serang tersebut dengan kedua lengannya.


Adrine melompat dan mundur sejenak untuk mengaktifkan teknik Dead Silent. Lalu, Adrine bergerak lagi dengan sangat cepat. Prananta tak dapat melihat pergerakan Adrine. Jejak kakinya tak bersuara, angin seolah olah tak bersentuhan dengan tubuh Adrine.


"Apa kau takut? Kau mau menyerah? Hehe..." Tiba-tiba muncul suara Adrine ditelinga Prananta dan mengejek Prananta seperti orang tanpa dosa.


"Kau bilang apa? Aku Prananta tak semudah itu untuk menyerah kepadamu bocah tengik. Rasakan, Bers... UUGH!!" Belum juga Prananta membuka teknik miliknya, Adrine langsung menendang wajah Prananta ke lantai arena. Prananta batuk dan mengeluarkan darah, hidungnya mimisan, dan kepalanya berdarah.


"Kau... Beraninya kau! Akan kubun... UUAGH!" Adrine menggunakan teknik Dead Silent menyebabkan Prananta tak menyadari keberadaan Adrine, sehingga perut Prananta telah tertusuk belati. Adrine mencabut belati dari perut Prananta.

__ADS_1


Melihat Prananta masih belum juga mati, Adrine menggunakan teknik Flashstep dan menebas dengan cepatnya. Tak ada yang mampu melihat gerakan Adrine. Orang yang menonton hanya bisa melihat angin yang juga terbelah akibat tebasan belati milik Adrine.


Tubuh Prananta telah tercabik-cabik habis. Arena hanya dipenuhi dengan darah dan darah. Hingga tebasan terakhir mengakibatkan tangan kiri Prananta putus.


"Kau itu kuat sekali ya!? Aku tak mau dirimu itu menjadi tersiksa. Maka, akan kubunuh kau dengan cepat." Sedetik Adrine mengatakan hal tersebut, kepala Prananta putus begitu saja. Seperti pada sebelumnya, arena bersih secara otomatis.


"Hah? Tak kusangka Adrine telah mengalahkan Prananta. Padahal Prananta adalah 10 besar pemilik kultivasi terbaik dan terkuat diantara semua murid luar. Berarti Adrine juga lebih kuat dibandingkan Prananta? Hebat." Kata para penonton.


"Aku harus dapat point terbanyak dan menjadi murid dalam yang paling kuat bahkan dibandingkan dengan para seniorku nantinya." Kata Adrine.


SETELAH 6 JAM BERLALU


"Point ku sekarang adalah 932. Yeah, mungkin pointku kurang untuk menjadi peringkat 1, tapi energiku sudah terkuras. Tak apalah, yang terpenting bisa lolos kualifikasi. Apalagi setengah jam lagi penentuannya selesai." Adrine masih merasa point yang telah ia dapatkan itu kurang. Padahal peringkat 2 itu point nya masih 488.

__ADS_1


__ADS_2