Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Masa Lalu Etern (2)


__ADS_3

"Apa kau bilang barusan tadi? Aku tersiksa dan harus memohon kepadamu? Tak mungkin. KALIAN TERLALU NAIF!!! HYAAAAH!!!" Etern bangkit, fluktuasi energi disekitarnya membuat yang lain harus mengeluarkan pertahanan untuk menghindari serangan energi yang begitu kuat.


"Naif? Kau itu yang naif Etern. Berlatih menjadi kuat dan menjadi penguasa kekuatan absolut. Mendapat kehidupan yang begitu mewah tanpa memikirkan teman-temanmu yang ada dibawahmu, APA ITU YANG KAU SEBUT DENGAN NAIF ETERN?" Scorpio berteriak seakan akan dialah yang paling benar.


"Sedikitpun aku belum merasakan kenikmatan yang kau katakan tadi, belum juga aku bisa merasakannya tapi kalian membuat dirimu menjadi seperti ini!" Etern marah dan melancarkan sebuah serangan area yang cukup luas. Jika serangan tersebut mengenai sebuah planet, maka planet tersebut akan mengalami kehancuran masal.


"Dia terlalu kuat bahkan saat sedang sekarat sekalipun." Kata Tirta yang juga merasakan kekuatan dari Etern walaupun ia tak mengenai kekuatan dari Etern.


"Dia belum menjadi dewa tetapi kekuatannya sudah hampir setara dengan seorang dewa. Mungkin tak lama lagi dia akan menjadi dewa, kita membuat sebuah penyerangan yang benar. Sebelum dia setara dengan dewa, kita akan membunuhnya dan akan menghapuskan keberadaannya." Kata Scorpio.


"Realm of Thunderbolt!!" Suara Etern memekak seluruh ruang dan waktu. Tekniknya merubah ruang disekitarnya menjadi alam petir dan membuat orang tertentu yang ia pilih masuk kedalam alam petir tersebut.

__ADS_1


"Tenang saja, walaupun kau itu adalah penguasa kekuatan absolut sekalipun, semua itu akan percuma jika kau cuma sendirian." Muncul dengan tiba-tiba, tanpa arahan, sebuah pisau menancap dipunggung Etern.


"Be... Beraninya ka... Kau." Etern sudah dalam kondisi dimana ia dalam keadaan yang paling buruk. Etern benar-benar sekarat, darahnya bercucuran dipunggungnya.


"Jika kau punya kesempatan untuk hidup lagi, jangan kau lupakan kami. Mungkin kau masih dendam dengan kami. Tapi kau tetap tak akan bisa mengalahkan kami." Kata salah satu dari pasukan Pemburu Bintang yang bernama Topan.


"A... Awas ka... Kau Topan. Li... Lihat saja... Nanti." Kesadaran Etern mulai melemah. Dan perlahan kesadaran Etern tercerabut dari jiwanya.


'Dimana ini?' Etern membuka matanya dan melihat sebuah cahaya putih yang sangat terang benderang.


'Apa aku terlahir kembali? Mengapa tubuhku sekecil ini?' Adrine merasakan tangannya yang mungil sedang ia gerakkan.

__ADS_1


'Ya, aku tahu. Aku sudah terlahir kembali.' Etern merasakan kehangatan. Ia sadar bahwa kelahirannya yang sekarang ini akan membuat sebuah takdir baru.


'Dengan tubuh selemah ini, tak mungkin bagiku untuk mengalahkan mereka semua yang telah berani berkhianat dariku. Terutama kau Scorpio.' Etern masih menyimpan dendam terhadap mereka.


Etern mulai berlatih dan berlatih dengan giat, supaya dia bisa menggapai kekuatan seperti kehidupannya lalu. Semuanya terjadi begitu cepat. Dan menurut perkiraan Etern, kematiannya sudah berlalu sejak 100 tahun yang lalu.


Kini Etern berkembang pesat. Dimasa sebelum ia sudah diperbolehkan untuk menggunakan Divine Cube, Etern sudah banyak menyandang berbagai prestasi. Ia disebut sebagai sang jenius. Tetapi, semuanya berakhir sudah saat Etern melihat orang tuanya dibunuh begitu kejam. Kini ia hidup sendiri.


Etern berjuang keras dengan usahanya sendiri. Hingga dimana momen disaat Etern bertemu dengan Adrine untuk yang pertama kalinya. Kehidupannya sudah berubah saat ia disebut sebagai seorang sahabat. Tapi, didalam hati Etern terbesit sebuah pikiran pengkhianatan.


Etern takut kejadian pengkhianatan 100 tahun yang lalu terulang kembali. Tetapi Etern sadar, dari tatapan Adrine yang sangat tulus, Adrine akan memegang janjinya selamanya.

__ADS_1


"Tenang saja Adrine, aku akan membantumu. Karena kau berjuang lebih keras dariku, maka ijinkan aku untuk membantumu! Bangkitlah PHANTER PETIR KEGELAPAN!!" Muncul tiga phanter yang menjadi pasukan dari Etern. Dan kini, kehidupan yang sebenarnya akan dimulai.


__ADS_2