
"AAARGHH!!" Efek dari menelan ketiga pil secara bersamaan langsung terasa oleh Adrine. Tapi Adrine masih bisa menahan efek yang kuat tersebut, karena statistik Adrine yang juga semakin meningkat. Adrine masih mencoba untuk mengabaikan kesakitan yang sedang ia rasakan.
"Tiga sekaligus. Efeknya membuat aliran energiku sedikit terhambat karena dialiri petir yang kuat. Akan tetapi, energiku akan menyesuaikan petir petir ini nantinya." Kata Adrine.
1 menit berlalu. Adrine sudah bisa berkultivasi dengan lancar. Bahkan aliran energinya dipercepat oleh aliran petir yang menyatu dengan energinya. Petir dienergi Adrine, berkontraksi dengan energi yang ada diruang pelatihan tersebut. Sehingga, petir disekelilingnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Energi Adrine telah terkonsentrasi dan mengalir seperti aliran sungai. Kecepatan Adrine berlatih menjadi meningkat dengan pesat.
"Tunggu sebentar! Bukankah hari ini adalah hari pelantikan murid baru!? Kenapa aku tidak ingat? Aku harus pergi sekarang. Tapi setiap kali aku berlatih, pasti ada ada saja." Adrine pergi dengan sedikit memasang wajah kesal.
Sebenarnya, Adrine mengharapkan Etern juga datang pada hari itu. Adrine bergegas menuju kearah tempat yang sebelumnya saat Adrine datang pertama kali diperguruan ini. Tepat pada waktunya, saat Adrine sampai pesawat Saber 0109 pun juga sampai ditempat tersebut. Angin berhembus kencang mengenai wajah Adrine. Pesawat mendarat dan pintu pesawat pun terbuka.
'Aku harap kau datang Adrine/Etern' Adrine berharap agar yang keluar dari pesawat tersebut adalah Etern. Begitupun dengan Etern, ia berharap agar Adrine yang akan menjemputnya diperguruan murid dalam. Murid murid yang lolos pun segera keluar. Jumlah dari murid yang lolos tahun ini, lebih banyak dari murid yang lolos pada tahun sebelumnya. Pada tahun ini, murid yang lolos bahkan ujian kedua adalah 29 orang. Dan hanya satu yang tidak lolos pada ujia kedua.
Semua murid telah keluar, Adrine kecewa. Dari 28 murid yang lolos, tidak ada satupun yang bernama Etern. Bahkan Adrine sudah melihat semua wajah wajah murid baru yang lolos.
"HOI, KAU MAU KELUAR ATAU TIDAK!!" Teriak pendata murid kearah didalam pesawat.
__ADS_1
"Baiklah, tunggu sebentar!" Tiba-tiba muncul suara didalam pesawat. Adrine merasa familiar dengan suara yang ada didalam pesawat.
"Bukankah itu, suara dari Etern!!" Kata Adrine dengan suasana hati yang mulai membaik setelah mendengar suara tersebut.
Muncul siluet seorang kultivator yang muncul dipintu pesawat. Dan benar, itu adalah Etern yang lolos sebagai murid terbaik seperti Adrine sebelumnya. Etern turun dengan dan langsung menghampiri Adrine.
"ETERN!!" Adrine langsung berteriak dengan mengucapkan nama Etern dan berjalan menuju kearah Etern.
"ADRINE!!" Begitupun dengan Etern, iapun juga berteriak dengan mengucapkan nama Adrine dan menuju kearah Adrine. Keduanya bertemu dan langsung bersalaman. Keduanya juga berpelukan.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Adrine.
"Syukurlah, aku baik-baik saja. Oh ya, siapa senior pengawasnya tahun ini?" Tanya Adrine lagi yang penasaran.
"Senior pengawasnya tahun ini adalah Senior David." Jawab Etern.
"Sama sepertiku dulu. Benarkah kau yang menjadi nomor satu tahun ini?" Tanya Adrine lagi.
__ADS_1
"Ya. Oh ya ada lagi, ketua dari perguruan murid luar menitipkan salam kepadamu. Kau itu sungguh terkenal. Dulu, kau yang menjadi nomor satu iyakan!?" Tanya Etern kembali.
"Kau benar, hal itu menjadikanku terkenal dikalangan murid luar." Jawab Adrine.
"Maaf mengganggu reuni kalian, Adrine dan Etern. Tapi Etern harus tau dimana dia akan tinggal. Dia juga murid VIP sepertimu karena bakatnya." Kata Senior David yang tiba-tiba muncul dan memotong pembicaraan mereka berdua.
"Tak apa-apa Senior David, lagipula kau adalah pemandunya. Btw, apa aku boleh ikut mengantarkan Etern kerumahnya?" Pinta Adrine.
"Kau ikut pun juga seperti kau sedang berjalan pulang. Itu karena tempat tinggal yang disediakan untuk Etern, tepat disamping tempat tinggalmu." Kata Senior David yang memberi tahu. Hal ini seperti kabar baik, bahkan sangat baik ditelinga Adrine dan Etern.
"Benarkah? Kalau begitu bagus, kita bisa saling bertemu dan saling berlatih bersama." Adrine sangat senang sekali.
"Ya baiklah, kalau begitu kau saja yang mengantarkannya sekalian!" Pinta Senior David.
"Baiklah." ...
"Untuk yang lainnya, Ikuti aku dan para senior ini." Muncul lagi 3 senior yang akan mengantar para murid seperti halnya dulu saat Adrine pertama kali memasuki perguruan muri dalam ini.
__ADS_1
Lalu Adrine dan Etern pergi meninggalkan para murid yang lainnya dan para senior.