Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Leluhur Shin


__ADS_3

"Hei, tenanglah! Aku ini bukan hantu seperti apa yang kau maksud itu!"


Orang tersebut seperti berkata seperti Adrine menatapnya bukan sebagai manusia normal pada umumnya.


"Lalu kau itu apa? Iblis?"


Adrine masih menatap bingung dengan yang ada didepannya. Kecil, terbang, dan transparan, membuat Adrine semakin curiga dengan makhluk apa itu sebenarnya.


"Aku ini leluhur agung yang tak berasal usul yang menciptakan Universal System Cultivation yang kau gunakan sekarang."


Adrine sangatlah tercengang dengan apa yang barusan dikatakan olehnya. Adrine merasa pertemuannya dengan orang tersebut adalah sebuah takdir yang direncanakan oleh orang tersebut.


"Lalu, kenapa kau bersemayam ditubuh iblis yang ada didalam kabin simulasi?"


Adrine masih sedikit tak percaya dengan apa yang telah dikatakan oleh orang misterius tersebut.


"Itu adalah tes yang kuberikan padamu. Potensi dalam dirimu itu sangatlah bagus. Kau telah berhasil mendalami tentang USC. Siapa yang memberikan benda milikku kepadamu?"


Adrine menjadi teringat dengan Api Hitam yang pernah memberikan USC kepadanya. Adrine menjadi bertanya tanya, apa hubungan Api Hitam dengan leluhur agung ini?


"USC ini diberikan kepadaku oleh orang yang bernama Api Hitam."


"Api Hitam? Siapa itu?"


'Apa? Kukira leluhur agung ini tahu tentang Api Hitam. Ternyata dia tidak mengenalinya.' Pikir Adrine.


"Aku sedikit lupa. Mungkin dia yang telah memberikan benda ini kepadamu."

__ADS_1


Adrine hanya mengangguk walaupun ia tidak terlalu paham dengan apa yang dimaksud dengan 'Dia.'


"Lalu, siapa namamu? Aku tak mungkin memanggilmu tanpa nama."


"Namaku adalah Shin."


"Oh ya, kalau namaku adalah Adrine Arnando. Panggil saja aku Adrine."


"Ya, aku sudah tahu itu. Aku baru saja melihat data tentang dirimu dan point milikmu semua bertambah 3 point setelah melawan iblis api milikku." Ujar Leluhur Shin sambil menunjuk data yang ada dilayar berada di telapak tangannya.


"Bagaimana caranya kau bisa melakukan itu?"


Adrine terkejut melihat sistem dari USC bisa digunakan sesukanya. Bahkan apa yang dilakukan oleh USC bisa dilakukan olehnya.


"Nak, aku ini penciptanya. Aku pasti harus tahu apa yang bisa dilakukan oleh benda ciptaanku."


'Orang ini sepertinya bukan orang biasa. Pasti kultivasinya sudah sampai pada ranah yang paling sulit.' Pikir Adrine.


"Nak, apa kau menyimpan barang-barangmu dicincin yang kau pakai itu?"


"Ya. Memangnya kenapa?"


Adrine merasa bingung dengan pertanyaan yang diajukan oleh leluhur itu.


"Bukan apa-apa. Sekarang cincin itu telah ter-upgrade menjadi penyimpanan ruang. Penyimpanannya menjadi lebih banyak."


"Ya."

__ADS_1


Adrine berbincang dengan leluhur tersebut sambil berjalan kearah yang sebelumnya ingin ia tuju.


"Sebenarnya cincin ini telah meningkat sejak beberapa bulan yang lalu. Kini ruang didalamnya juga meningkat."


"Oh, sekarang cincinmu itu akan memasuki tingkat ketiga."


Adrine sedikit bingung saat mendengar kalau ternyata cincin penyimpanan itu juga punya tingkatan tersendiri.


"Lalu, tingkatan ketiga itu..."


"Nanti kau tahu sendiri. Barang-barangmu akan lebih tertata rapi disaat naik ketingkatan itu."


Adrine masih berpikir terus tentang apa itu tingkatan ketiga dari cincin penyimpanan. Adrine memilih untuk melupakan hal itu untuk sementara.


Adrine telah sampai pada tempat yang telah ditunjukkan oleh penanda navigasi pada drone. Adrine menyerap semua energi yang ada disekitar tempat tersebut. Entah bagaimana bisa terjadi, lagi-lagi mata ketiga Adrine secara sendiri terbuka. Mata tersebut aktif dan sepertinya menghisap seluruh sisa energi yang ada disekitar tempat tersebut.


"Mata jiwamu ada 3? Aku tak terkejut melihat mata itu. Ini sama dengan bakat yang kumiliki dahulu saat aku hidup."


Leluhur Shin seperti sangat peduli dengan bakat alami yang dimiliki oleh Adrine. Tetapi, sungguhlah disayangkan kalau Adrine tak dilatih dengan teratur dan baik.


"Ya. Entah bagaimana ini terjadi, tapi menurut temanku, ini adalah kemustahilan. Apa kau pernah melihat seperti ini?"


"Aku bukan pernah melihat hal ini, tapi aku sendiri yang mengalami hal sepertimu."


"Oh, jadi begitu... Eh?"


Adrine seperti merasa ganjil dengan kalimat barusan. Seperti ada sesuatu yang tak biasa dengan ucapan Leluhur Shin.

__ADS_1


"Apa kau juga punya mata ketiga sepertiku?" Adrine menyadarinya, dengan kata-kata bukan pernah melihat tetapi mengalaminya, berarti dia juga punya mata jiwa ketiga seperti halnya Adrine.


__ADS_2