
CRZZZZTT!! CRZZZZTT!! CRZZZZTT!!
Adrine masih belum menyadari bahwa Etern sudah membantunya dengan mengeluarkan teknik miliknya sendiri. Pun, tak ingin diganggu disaat Adrine sedang bertarung Etern juga tahu. Etern sudah bisa menebak bagaimana sifat seseorang saat diajak berbicara dan juga melihat wajahnya secara langsung.
"Sebisa mungkin aku harus membunuh para monster ini agar kemampuanku juga semakin terasah. Dead Silent, Dead Shadow, Flashstep, Chaotic Air." Sekaligus Adrine langsung menggunakan 4 teknik dalam waktu yang bersamaan.
CRZZZZTT!! DUAAAR!!
"Apa itu?" Serangan tiba-tiba membuat Adrine terkejut. Adrine mengira bahwa raja monster telah bangkit dan menghancurkan banyak pasukan milik Adrine.
"Tapi sepertinya pasukanku yang perlu diregenerasi hanya sedikit. Lalu, yang tadi itu apa?" Adrine menoleh dan tak terduga bahwa pelaku utamanya adalah Etern.
"Tidak kuduga, kau itu sengaja ingin membuatku kaget atau bagaimana?" Senyuman konyol dari Adrine yang refleks membuat suasana dalam hati Etern semakin membaik.
"Maaf, tapi aku tak bisa melihatmu bertarung sendirian." Balasan dari Etern yang juga menggunakan senyuman konyol saat berbicara dengannya.
__ADS_1
"Terserah kau mau lakukan apa, yang penting kau jangan mati oke?" ...
"Oke!!" ...
Tak ada habis-habisnya monsternya yang masuk dan dilawan oleh Adrine dan Etern, mereka berdua mulai kewalahan melawan monster yang tak tahu jumlahnya berapa. Bahkan, dalam pemikiran Adrine bahwa semakin banyak yang dibunuh maka akan membuat yang lainnya menjadi lebih kuat walaupun perkembangannya tidak seberapa.
"[Level up!]"
"[Level up!]"
"[Level up!]"
"Ternyata sudah mulai habis ya monster monster disini? Aku sudah mulai kehabisan energi lagi ternyata." Etern menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Adrine juga semakin mempercepat penyerangan.
"Kalau kau mulai kehabisan energi, kau boleh duduk dan beristirahat seperti tadi. Sisanya ini biar kuurus karena aku juga sedang ingin berkembang lebih jauh lagi." Setelah itu juga, Etern langsung mencari tempat tinggi untuk menyembunyikan dirinya agar tak diserang saat memulihkan kondisinya.
__ADS_1
"Hmm, sisa waktunya tinggal 40 menit. Agar lebih cepat lagi, muncullah Dragon Steel!!" Setelah perkiraan waktu dari Adrine tetap saja kurang cepat kalau hanya mengandalkan belati yang ada ditangannya. Serangan besar dan jangkauan yang luas akan membuat sebuah serangan yang fatal terhadap banyak monster.
Tak disangka, dalam 3 menit, Adrine dan naganya sudah membereskan semuanya tak bersisa. Bahkan Etern juga ikut turun dan mencari monster disekeliling apakan masih ada monster yang tersisa.
"Sepertinya kita tinggal menunggu kehadiran dari boss-nya saja. Saat ia datang, kau tak boleh menyerang secara langsung. Biarkan aku saja yang melakukan hal itu. Kau cukup membantuku dari belakang saja itu sudah cukup." Adrine mengingatkan Etern terlebih dahulu agar tak terjadi kejadian yang tak terduga.
15 menit pun masih menunggu. Mereka berdua telah berjalan memutari kota tersebut guna untuk mencari boss. Boss pun Tak kunjung datang, Adrine dan Etern tinggal menunggu kehadiran dari sang boss untuk melawannya.
"[Peringatan!!]
[Dusk Boss telah datang!!]" ...
Setelah adanya pemberitahuan dari sistemnya, muncul banyak pasir ditengah kota. Tak tahu darimana berasal tapi semua menuju kearah yang sama, yaitu tengah kota.
"Darimana asal pasir ini?" Adrine menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dan tiba-tiba Adrine teringat sesuatu.
__ADS_1
"ETERN!! CEPATLAH KEMARI!! INI DARURAT!!" Adrine tiba-tiba berteriak dan memanggil manggil nama Etern.