
BAB 116
Dua hari ini Dewa selalu mendapat sikap ketus, tak ramah dari istrinya. Jangan harapkan sebuah senyuman, sepatah kata ucapan selamat pagi pun tidak ada. Dwyne kembali pada mode awal dimana sikap arogannya selalu menyiksa Dewa. Bahkan karena tak ingin bersama dalam waktu yang lama, Dwyne memutuskan sarapan di kamar Denver atau taman samping rumah.
Kata-kata pedas Dwyne kembali menghujam lubuk hati Dewa. Tak berperasaan dan tanpa Dewa tahu kesalahan apa yang ia lakukan, sampai detik ini Dewa tak menemukan dimana salahnya. Bertanya pada Dwyne percuma, wanita itu hanya tersenyum sinis menanggapi apa yang Dewa tanyakan.
Malam dingin menusuk tulang, ah Dewa sungguh merindukan pelukan hangat Dwyne. Ia kira hubungannya telah membaik dan tak terpisahkan, rupanya konflik dan masalah kembali datang menerjang.
“Sayang?”, panggil Dewa, melihat Dwyne yang hanya membaca buku bisnis di atas ranjang, bersandar pada headboard.
“Sayang, katakan salahku apa? Aku akan memperbaiki semuanya. Jangan seperti ini sayang, kamu tidak kasihan pada Denver? Dia menyadari kalau kedua orang tuanya sedang bertengkar”, Dewa melepaskan selimut dan berjalan mendekati ranjang yang begitu menggoda, karena tubuh bidadari cantiknya seolah melambai menghasut naluri sebagai pria.
Ya tubuh Dwyne memberi rayuan pada Dewa tanpa suara. Lihat saja betapa indah pemandangan yang mengintip dari balik gaun tidur berwarna coklat kopi itu. Jika tidak ingat ada konflik diantara mereka, pasti Dewa telah membenamkan wajah di sana. Tapi sayang hanya angan, ia harus membujuk Dwyne memberi maaf lebih dulu.
__ADS_1
“STOP, jangan mendekat. Aku membencimu Dewa. Menjauhlah”, sergah Dwyne tanpa kasihan pada suami tampannya yang selalu kelelahan setiap hari.
“Tidak bisakah Dewa kamu memenuhi keinginanku? Cukup sekali saja aku merasa kecewa tapi ternyata aku salah. Kamu selalu membuatku kecewa, aku rasa salah menyandarkan hati pada pria sepertimu. Aku menyesal, ya aku menyesal jantungku selalu berdetak tidak karuan jika dekat denganmu, aku menyesal pernah mengatakan mencintaimu”, kata-kata Dwyne dalam hati merasa dikhianati oleh sikap suaminya ini.
Dwyne berpikir bahwa Dewa main hati di belakangnya, berlebihan memang tanpa mau mendengar penjelasan dari pasangan. Dirinya pikir kehidupan pernikahan menyenangkan dan berakhir indah seperti cerita romansa dalam dunia novel atau film. Tapi semua salah, akhirnya pria yang ia percaya tak bisa membawa bahtera rumah tangga dalam kebahagiaan.
“Sayang, maaf. Maaf kalau aku membuat hatimu terluka, tapi kamu harus tahu sayang, hanya kamu Dwyne Juliette Bradley wanita yang aku cintai. Jangan seperti ini sayang, aku tersiksa dengan semua sikapmu Dwyne”, suara Dewa membujuk rayu istrinya.
Seketika kenangan terindah kebersamaan mereka lenyap sudah menguap ke udara. Apa artinya kehidupan manis sebelum ini? Apa artinya honey moon yang mereka lakukan hingga setiap malam melewati aktifitas panas dan liar.
Entah bagaimana lagi cara Dewa meluluhkan singa betina yang sekeras batu ini, hati dan pikirannya tidak bisa lagi berpikir jernih.
“Ok, aku akan tidur di kamar tamu. Aku berharap dengan kita sendiri, bisa merenung saling introspeksi diri. Aku hanya tidur di bawah, jangan pindahkan semua barang-barang milikku sayang”, tegas Dewa terpaksa pisah kamar, mungkin istri cantiknya ini memerlukan waktu sendiri untuk berpikir.
__ADS_1
“Cih, memang itu kan yang kamu mau, tujuan mu supaya lebih leluasa dalam menghubungi dia”, Dwyne mengepal kedua tangan , emosi dalam hati pada suaminya.
.
.
“D, tolong kosongkan jadwalku selama 2 bulan setiap jam 4 sore tambahkan jadwal gym. Cari personal trainer yang bisa membimbingku, ah ya coba hubungi Kak Barra, aku ingin olahraga di tempatnya”, Dwyne menghubungi Asisten D tengah malam, akibat tidak bisa tidur tanpa kehadiran Dewa, dirinya mengganggu gadis penurut yang sedang terlelap tidur di sebrang sana.
Sementara Dewa apa bisa nyenyak? Tentu sama dengan Dwyne, setelah memaksakan membaca beberapa literasi kedokteran padahal kedua mata lelah, hanya untuk terbang ke alam mimpi, Dewa menyibukkan diri. Ia pun melihat ponsel dan terpikir dalam benaknya untuk menghubungi Dokter Cakra, karena beberapa detik lalu Dewa melihat histori status milik rekannya itu.
Pada akhirnya Dewa dan Dwyne sama-sama mengganggu dua orang yang tidak bersalah dan kini menjadi korban karena sepasang suami istri ini tidak bisa tidur.
...TBC...
__ADS_1