Istri Arogan Milik Dokter

Istri Arogan Milik Dokter
Bab 60 - Mesra Di Rumah Oma


__ADS_3

BAB 60


“Kenapa Dayana?”, tanya Oma Nilla yang menyipitkan matanya.


“Umm, apa oma?, tidak ada oma, aku hanya melihat sosial media”, Dayana memperlihatkan deretan gigi putih bersihnya.


“Huh, tidak, tidak, jangan sampai Dwyne hamil”, harapan Dayana dalam hati.


Bunda Nayra enggan bertanya dan menanggapi karena sudah pasti Dayana tidak menyukai kabar kehamilan adik sepupunya. “Bagaimana caranya agar anak itu melupakan Dewa?”, pikir Bunda Nayra.


Semua larut makan malam dalam suasana hangat, apalagi Oma Nilla selalu mengamati Dwyne dan Dewa yang terlihat sangat romantis di meja makan , meski mendapat jawaban ketus dari cucunya, tapi Dewa tetap menyunggingkan senyum seolah kata-kata tajam Dwyne tak berarti.


Dayana hanya bisa memaki Dwyne dalam hati, bagaimana bisa perempuan yang lebih kecil darinya berhasil menarik simpati dan cinta seorang Dewa. Rasanya ia menyesal telah menyayangi Dwyne dan membantu Mama Nayla menjaganya, jika saja tahu masa dewasa mereka akan seperti ini.


Lupa akan janjinya pada Papa Rayden dan keluarga Bradley bahwa ia tak akan mencintai atau menyukai sedikit pun pria yang sama dengan anggota keluarganya.


“Maaf Pa, aku ingin melupakan janjiku. Itu terlalu berat”, batin Dayana melirik pada dua insan yang tampak mesra di depannya.


“Dewa, kamu lihat Dwyne bukan wanita yang baik. Aku bisa lebih darinya”, sakit hati Dayana, karena Dewa terus tersenyum pada istrinya itu.


“Kamu mau apa sayang?”, tanya Dewa merasakan pergerakan dari istrinya.


“Aku mau ambil itu”, tunjuk Dwyne pada piring berisi ayam bakar madu.


“Biar aku ambilkan, mau apa lagi?”, tanya Dewa begitu perhatian.


“Sambal”


“Ok”


“Dwyne, kurangi makan pedas, nanti asam lambung mu kambuh. Apalagi kalian sedang program anak, oma khawatir Dwyne”, tutur Oma Nilla.

__ADS_1


“Tenang Oma, Dewa pasti menjaga cucu oma yang cantik ini”, goda Dewa mengerlingkan sebelah mata.


‘”Ish”, Dwyne memajukan bibir. “Kenapa harus membahas itu di meja makan sih oma?”, kesal Dwyne dalam hati, ia malu bukan main, namun ada senangnya karena bisa melihat betapa terbakarnya Dayana. “Ck, sudah ku bilang kan kalau kau itu salah memilih lawan”, tatapan tajam Dwyne pada Dayana.


Setelah makan malam bersama dan bercengkrama Dwyne dan Dewa memutuskan langsung pulang, meskipun Oma Nilla meminta menginap tapi Dwyne sangat tidak nyaman dengan kehadiran Dayana di rumah itu.


“Kenapa tersenyum?”, sinis Dwyne pada suami tampannya.


“Aku senang bisa semakin dekat dengan istriku yang cantik, terima kasih Dwyne mau menghabiskan waktu bersama hari ini”, Dewa mengacak rambut istrinya.


“DEWA?, huh. Kamu tahu tidak kalau biaya perawatan rambutku itu....”


“Mahal?, benarkan?, tidak masalah Dwyne apapun untuk mu akan aku usahakan asal hubungan kita selalu baik-baik saja”, Dewa sangat ingin mengecup bibir pink yang sedang memberengut di sisinya tapi apa daya karena fokus mengendarai mobil tidak mungkin melakukannya, lagi pula ia masih ingin selamat sampai tujuan.


“Kamu pasti senang kan hari ini bertemu Dayana?”, ketus Dwyne.


“Biasa saja, kenapa?”, tanya Dewa tanpa menoleh pada wanitanya.


“Kamu cemburu?”


“Tidak?


“Iya kan?”


“Apa Dewa?”


“Kamu cemburu pada Dayana?, sayang aku tidak ada hubungan apapun dengan kakak sepupumu itu. Bukankah pernah aku jelaskan?”


“Mungkin”, Dwyne mengangkat sedikit bahunya. “Tapi dia tidak menyerah mendapatkan mu Dewa”, lanjut Dwyne.


“Dwyne, mencintai seseorang itu hak setiap manusia, kita tidak berhak mencampurinya, yang terpenting perasaan dan ragaku hanya milikmu, Dwyne Juliette Bradley”, ucap Dewa sesaat mobil terparkir di rumah mereka.

__ADS_1


Semburat merah tampak di pipi Dwyne, ia sangat senang sekaligus gugup. Padahal ingin marah namun Dewa melepaskan rasa marahnya entah pergi kemana.


“Pipi istriku sekarang merah?”, goda Dewa, mencondongkan tubuhnya mendekati Dwyne.


“Ish”, mendorong suaminya cukup keras lalu membuka pintu mobil.


BRAK


Dwyne membanting pintu mobil dan melangkah lebar memasuki kamar, kesal dengan suaminya.


“Bisa-bisanya dia bilang kalau aku cemburu, huh, apa-apaan itu?”, gerutu Dwyne membuka helaian pakaiannya satu per satu.


Sedangkan Dewa hanya tertawa melihat tingkah wanita yang beberapa saat lalu menutup keras pintu mobil. Jelas istrinya itu cemburu tapi sangat enggan mengakuinya. Ego Dwyne masih melambung tinggi melebihi perasaan yang ia rasakan.


Dewa yang memasuki kamar mencari sosok wanita pengisi hati. Seketika tersenyum mendengar suara gemericik air, dapat dipastikan istri arogannya sedang membasuh diri.


Tanpa mengetuk pintu Dewa memasuki kamar mandi, menatap lapar pada Dwyne yang sedang menyibukkan diri di bawah air shower. Pelan Dewa melangkah menghampiri wanita yang tidak menyadari kehadirannya.


GREP


“Ah”, pekik Dwyne mendapati Dewa memeluknya dari belakang. “D-Dewa?, apa yang kamu lakukan?”, tanya Dwyne luar biasa gugup.


“Aku ingin istriku”, memagut bibir pink yang bergetar.


Keduanya mereguk indahnyA terbang ke nirwana di bawah guyuran air shower.


...TBC...


...******...


...sisanya bayangin sendiri ya...

__ADS_1


...😁 ...


__ADS_2