
Sambil menunggu Dewa dan Dwyne update bisa mampir ke novel aku yang sebelah ya
Sama sama masih on-going 🤭
Update setiap hari juga sama. Selamat berhari rabu 🙏🙏🙏,
Cuaca dingin di luar tidak membuat seorang wanita dalam unit apartemen mewah bermalas-malasan dalam kamar. Dengan tangan gemetar wanita itu membersihkan pecahan gelas di lantai kamar, tak menghentikan aktifitasnya walau darah menetes dari telapak tangannya akibat tergores pecahan gelas, air mata pun menetes ikut membasahi lantai. Pamela namanya, perempuan berambut pirang dan panjang itu merupakan istri dari Aleandro Leonard Torres seorang pengusaha muda sukses yang sangat digilai seantero Spanyol terutama Kota Madrid.
Pamela menarik napas mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dengan cukup keras, tanpa menoleh sedikit pun ia tahu siapa yang keluar dari ruangan itu. Semakin mempercepat gerakan tangannya memasukkan semua pecahan kaca ke dalam tempat sampah.
“Ck, lambat”, ucap seorang pria. “Cepat bersihkan, aku tidak mau ada noda sedikit pun di sini, kau mengerti?”, suara bariton pria yang selalu menorehkan sayatan luka di hatinya. Melihat tidak ada tanggapan apapun dari Pamela, pria ini mengetatkan rahangnya “JAWAB”, sentaknya.
__ADS_1
“Baik Tuan”, cicit Pamela.
“APA?, kau bilang apa? Katakan dengan jelas”, seru pria itu dan merentangkan kakinya di depan mata Pamela.
“Baik Tuan”, ucap Pamela dengan suara lebih jelas.
Pria yang tak memiliki perasaan itu berjongkok dan mengapit keras kedua pipi Pamela dengan satu tangan, tersenyum smirk seraya memandang rendah wanita yang selalu menghangatkan ranjangnya. “Gunakan mulutmu dengan baik ketika bicara, paham?”, suara dingin begitu menusuk ke dada.
Sesuai aturan yang telah Pamela tandatangani jika ia dilarang menatap bahkan menyentuh suaminya tanpa izin. Ketika bicara pun harus selalu menurunkan pandangan matanya. Menghempaskan wajah Pamela dan mengibaskan tangannya seakan merasa jijik karena bulir keringat menempel di telapak tangannya, “Aku pergi, manfaatkan waktu sebaik mungkin sampai aku kembali”, mengusap puncak kepala Pamela sembari menghapus keringat ditangannya dan melangkah pergi meninggalkan penthouse.
“Huh”, Pamela bisa bernapas lega saat melihat suaminya keluar dari apartemen, ia pun bergegas membersihkan kotoran dalam kamar. Lalu mengobati luka di tangannya yang tak sebanding dengan torehan di hatinya.
Pagi yang buruk baginya karena harus menerima amarah dari seorang Aleandro Leonard Torres atau yang lebih dikenal Leon. Pamela memasak sup tidak sesuai dengan keinginan Leon sebagaimana tertulis di jadwal. Bukan tanpa alasan wanita ini membuatnya karena persediaan bahan makanan dalam lemari yang hampir habis, tidak ada bahan-bahan untuk memasak sup yang Leon inginkan. Hingga berakhir Leon membanting keras gelas yang berisi susu dari atas nakas dan menumpahkan makanan ke lantai.
__ADS_1
Usai membalut tangannya dengan perban, Pamela mengambil mantel yang akan digunakannya. Ia keluar apartemen bersama seorang driver yang memang Leon siapkan untuknya. Pamela hanya mengunjungi grocery store untuk membeli semua kebutuhan di apartemen, tak ingin kembali mendapat amarah hanya karena makanan, dengan cermat Pamela menghitung bahan makanan yang diperlukan. Memasukan satu per satu barang ke dalam trolly, mendorongnya penuh tenaga dan jangan lupakan bagaimana ia menahan rasa nyeri di telapak tangannya.
Baca lebih lanjut di Novel Penyesalan Suami : Forgive Me My Wife
Terima kasih
Kalau berkenan silahkan dilanjut dan masukan list favorit tapi kalau belum berkenan gapapa lanjut dulu aja 😁
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Hari ini Dewa dan Dwyne up hanya 1 kali aja ya 🤭🤭
Semoga besok bisa up 2 kali lagi
__ADS_1