Istri Arogan Milik Dokter

Istri Arogan Milik Dokter
Bab 31 - Menepati Janji


__ADS_3

BAB 31


Menempuh perjalanan selama berjam-jam akhirnya sepasang suami istri dan kedua asistennya tiba di Jakarta. Supir pribadi keluarga Bradley telah menanti kehadiran Tuan dan Nona Mudanya, Dewa menggandeng tangan Dwyne sejak dalam pesawat hingga keduanya duduk di mobil, tak sedetik pun Dewa melepas tangan lembut dan hangat istrinya. Selain mengambil kesempatan dari kesepakatan yang disetujui, Dewa ingin istri arogannya ini tahu jika dia benar-benar serius dalam pernikahan ini dan hanya ada Dwyne di hatinya.


“Kamu mengantuk?”, tanya Dewa pelan melihat istrinya yang memaksa membuka kedua mata.


“Tidak”, tegas Dwyne tidak berubah.


“Kemari, aku tidak mau kamu sakit lagi”, menepuk bahu supaya istrinya itu dapat bersandar nyaman.


“Aku tidak mengantuk Dewa”, sanggah Dwyne, karena Dewa memaksa menyandarkan kepalanya di bahu kekar sang suami.


“Kamu lupa negosiasi kita kemarin?. Ingat Dwyne kamu memberikan suamimu ini kesempatan”, kali ini Dewa tak ingin mengalah pada istrinya.


“Hem”, jawab Dwyne malas.


Dewa mengusap lembut punggung tangan Dwyne sampai wanita itu tanpa sadar terlelap di bahu suaminya. Dewa menoleh dan tersenyum hangat pada Dwyne, istrinya ini nampak kurus setelah pernikahan mereka. Dewa menghubungi apoteker rumah sakit meminta suplemen khusus untuk istrinya.


“Dwyne, sayang percaya padaku, aku lelakimu yang akan berbagi cerita sampai kita menua nanti. Bukalah hatimu sayang. Aku mencintaimu Dwyne Juliette Bradley istriku”, lirih Dewa namun sayang hanya supir pribadi yang mendengar ucapannya sembari tersenyum di depan karena suami nona bosnya ini sangat romantis.


Sesampainya di kediaman Bradley, Dwyne masih damai dalam tidur. Dewa langsung menggendong tubuh istrinya masuk ke kamar dan membaringkannya pelan-pelan. Mama Nayla dan Papa Rayden yang melihat betapa Dewa menyayangi putri sulungnya tersenyum bahagia, Papa Rayden mengikuti Dewa yang menggendong istrinya masuk ke kamar.


.


.


**

__ADS_1


1 bulan kemudian


Dewa dan Dwyne telah menempati rumah barunya, meski hanya tinggal berdua keduanya tidak pisah kamar, namun Dwyne tetap tidak mengizinkan Dewa tidur di ranjang yang sama.


“Aaahhhh Dewa, kamu itu apa-apaan?”, menatap tajam pada suaminya yang masuk kamar mandi tiba-tiba tanpa mengetuk pintu.


“Maaf Dwyne, aku hanya mengambil jam tangan yang tertinggal”, alasan Dewa benar adanya.


“Dasar mesum”, teriak Dwyne di bawah guyuran shower, “Keluar Dewa cepat”, menutup kedua asetnya.


“Ok, maaf. Aku tunggu di bawah”, Dewa berlari keluar kamar sembari menutup kedua mata menggunakan tangan.


BRUK


“Ah”, pekik Dewa terjatuh karena tersandung kakinya sendiri.


“Aku baik-baik saja”, ucap Dewa padahal merasa sakit pada kakinya sekaligus senang mendapat perhatian dari istrinya.


“Oh”, sahut Dwyne pura-pura tidak peduli pada suami tampannya itu. Berlalu menuju walk in closet menggunakan pakaian kerjanya.


Rutinitas Dewa mengantar istrinya ini ke kantor setiap pagi, bahkan Dewa sebelum berangkat praktik di klinik selalu menyempatkan waktu makan siang bersama jika Dwyne berada di kantor, makan malam pun Dewa usahakan tetap bersama Dwyne. Menciptakan sebanyak mungkin kebersamaan, walau badannya lelah Dewa tetap memberikan yang terbaik untuk Dwyne, memasak makan malam kesukaan sang istri.


“Apa siang nanti kamu ada di kantor?, kita makan siang bersama”, tanya Dewa sebelum istrinya itu turun dari mobil.


“Pagi ini aku ada meeting dan sebaiknya kamu tunggu saja di rumah sakit, tidak perlu ke kantor”, sahut Dwyne datar.


“Tapi Dwyne, bukankah kita sepakat selalu meluangkan waktu untuk makan bersama?”, Dewa menahan tangan Dwyne menatap kecewa wanitanya.

__ADS_1


“Ck, kamu ini. Aku yang akan datang ke rumah sakit. Sudah lepaskan”, serunya, membuat senyum manis terbit di bibir Dewa.


“Dwyne?”


“Dewa, meeting ku sebentar lagi mulai dan aku tidak mau terlambat karena mu”, ketus Dwyne lalu turun dari mobil.


“Aku akan menunggumu, Dwyne”, teriak Dewa dari dalam mobil.


Sepasang mata memandang jengah dengan hati terbakar, kedua tangan mengepal namun sayang tak bisa melakukan sesuatu, hanya bisa menahannya dalam dada. Zayn pria yang mencintai putri bosnya, mengagumi dalam diam karena baginya tak mungkin mendekati Dwyne yang memiliki status sosial tinggi di atasnya, Zayn terpaksa memendam perasaannya apalagi mengetahui jika Rayden Bradley menjodohkan putri sulungnya dengan pria sederhana berprofesi dokter umum.


Dwyne bersama Asisten D menjalani meeting di kantor kemudian pergi ke beberapa tempat sebelum akhirnya mengunjungi Dewa di GB Hospital, Dwyne lebih dulu mengganti pakaiannya dengan baju santai dan rambut terurai indah, berjalan diikuti asisten setianya, serta beberapa orang pengawal berjalan di belakangnya. Para perawat dan petugas lainnya memberi hormat pada istri Dokter Dewa sekaligus putri pemilik rumah sakit.


Dewa yang baru saja selesai memeriksa pasien di IGD segera berlari begitu mendengar banyak perawat dan dokter yang membicarakan istrinya, pria ini tersenyum lebar rupanya Dwyne menepati janjinya. “Dwyne”, gumam Dewa melihat sosok cantik berdiri di depannya. Perlahan maju ke depan melangkahkan kakinya semakin mendekat dengan wanita yang telah memberinya kesempatan. Merengkuh pinggul sang istri, mengikis jarak diantara keduanya, Dewa membelai singkat pipi merona Dwyne.


Tentu pemandangan ini membuat iri semua pasang mata yang memandang, karena waktu yang singkat, Dewa menggandeng tangan Dwyne berjalan ke kantin rumah sakit, namun di tengah perjalanan tiba-tiba wanita arogan ini memeluk mesra suaminya, Dewa senang bukan main dan membalas pelukan itu. Dwyne berjinjit memberi ciuman lembut di pipi kanan Dewa, seketika pria itu melebarkan kedua bola matanya karena pertama kali sejak menikah istrinya berani dekat dan menciumnya.


“Mundur sekarang, karena kau salah memilih lawan”, ucap Dwyne dalam hati menatap ke arah sudut lain.


Tbc


...*****...


Jangan lupa like, komen, vote, dan kembangnya ditunggu sama othor receh ini.


Aku seneng lho baca komen temen-temen semua 😁 (ngarep dapet banyak komenan)


Gapapa dong iya kan ?

__ADS_1


__ADS_2