Istri Arogan Milik Dokter

Istri Arogan Milik Dokter
Bab 119 - Ini Milikku


__ADS_3

BAB 119


Beberapa bulan berlalu usia kandungan Dwyne telah melewati 8 bulan, tubuhnya pun semakin membulat karena hobi makan yang nyaris tidak terkontrol. Sikap manja dan posesifnya sedikit meresahkan Dewa, selalu takut jika suami tampannya beralih pada wanita lain.


Jadwal melahirkan Dwyne satu minggu lagi dan Dewa harus siap menjadi suami siaga karena Papa Ray dan Mama Nay sedang ke Inggris, hadir pada acara kelulusan putri bungsunya. Denna Arabella Bradley adik bungsu yang kini mendapat perhatian lebih dari kedua orangtua, terkadang ibu hamil ini iri pada adiknya. Sementara Dariel kembali sibuk mengurus hotel, cafe dan menggantikan jabatan Dwyne.


“Sayang aku mau jus”, manja Dwyne pada suaminya, padahal ia telah menghabiskan 2 gelas jus jambu merah tetap daja meminta jus lagi.


“Tapi sayang tidak baik minum berlebihan, sudah ya. Sekarang kita ke kamar istirahat”, Dewa menggenggam kedua tangan Dwyne, namun sedetik kemudian ditarik kasar.


“Tidak mau, aku mau jus lagi, haus”, menekuk wajah dan menatap tajam pada suaminya yang berdiri.


Dewa tak kuasa meninggalkan Dwyne, akhirnya ia pun mengambil cuti lebih cepat dari jadwal, namun siang dan sore hari tetap menjalani kewajibannya sebagai peserta didik spesialisasi kedokteran.


“Yasudah ayo, tapi jangan pakai gula ya”, tawar Dewa harus menjaga bobot tubuh sang istri serta kedua janin yang melebihi ketentuan.


“IYA”

__ADS_1


Sementara Dewa membuat Jus, Dwyne bermain bersama Denver di ruang keluarga. Batita yang sebentar lagi menjadi kakak ini semakin pintar bicara. Selalu menghibur semua anggota keluarga.


“Mama , mama main umpat, yu umpat”, celoteh Denver menarik tangan Dwyne.


“Denver, maaf ya sayang. Mama libur dulu main petak umpatnya. Adik bayi dalam sini semakin besar dan berat, mama kesulitan berjalan. Kita main yang lain ya sayang”.


“Huuuu, mama”, cemberut Denver yang akhirnya menurut pada Mama Dwyne.


Bermain lempar bola , lebih tepatnya bantal lebah yang berbentuk bulat seperti bola. Gelak tawa Denver sampai pada telinga Dewa yang selesai membuat jus dan berjalan menghampiri kedua orang di ruang keluarga.


“Ayo terus sayang, lempar”, ucap Dwyne sembari duduk menyandarkan punggung pada sofa. “Pintarnya anak mama, lagi sayang”, Dwyne dan Denver sama-sama bertepuk tangan, senyum lucu menghiasi wajah polos Arkatama Denver.


“Ver uga tayang mama”, memeluk mamanya dan mendorong pelan Dwyne, ingin mencium bibir wanita yang telah melahirkannya.


“Denver jangan disana, itu milik papa”, teriak Dewa yang baru saja muncul, Berjalan tergesa menjaga jarak Denver dari Dwyne.


“Jangan ya sayang”, ucap Dewa. Dewa tidak bisa melihat kedua benda kenyal miliknya disentuh oleh putranya walaupun Denver belum mengerti ditambah lagi hendak mengecup bibir pink candunya. Jelas saja itu semua milik Dewa, tak akan rela ia berbagi bahkan dengan Baby Denver.

__ADS_1


“Ish Dewa, kamu ini apa-apaan?”, sungut Dwyne kesal sekaligus terkejut.


“Denver sekarang sikat gigi dan tidur ya, minta tolong mbak pengasuh”, ucap Dewa. Setelah memastikan putranya digendong masuk ke kamar.


Dewa mencium, menyesap lembut bibir pink Dwyne. “Sayang, aku tidak mau ini”, tunjuknya dan menghapus sisa basah di bibir Dwyne, “Dan ini”, tunjuk Dewa tepat pada kedua benda yang disentuh tak sengaja oleh Denver. “Hanya milikku sayang, “, memagut bibir manis Dwyne di depan TV yang menyala.


“Dewa”, Dwyne menjauh khawatir tindakan suaminya ini mendapat perhatian dari pegawai yang berkerja di rumah. “Kalau ada yang lihat bagaimana? Malu”.


“Tenang sayang, lagipula wajar kita kan sepasang suami istri, tidak masalah”, Dewa menarik hidung mancung istrinya.


“Ish, kamu semakin genit dan nakal Dewa”, Dwyne memukul dada bidang Dewa lalu tertawa bersama.


“Tapi istriku lebih panas dan liar di kamar”, bisik Dewa sontak membuat Dwyne membelalakan kedua mata.


...TBC ...


...🤭🤭🤭🤭🤭...

__ADS_1


...part terakhir besok ya...


__ADS_2