Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 97


__ADS_3

Raydan terkekeh melihat ekspresi ketiga anggota keluarganya itu. Mereka tampak serempak seolah sudah janjian untuk mengucapkan kata itu.


"Apa Abang serius?" tanya Rayna tak percaya.


Raydan mengangguk dan tersenyum.


"Kenapa? Apa yang membuatmu berubah pikiran?" tanya Randy bingung.


"Habis dapat hidayah semalam," ucap Raydan dan terkekeh.


Dania menggelengkan kepalanya dan menyentuh dahi Raydan.


"Normal, kok," ucap Dania.


"Ah ... Yang benar aja. Mommy kira aku demam," ucap Raydan.


"Jadi, kemana saja kemarin sore hingga malam?" tanya Dania.


"Ke rumah teman. Dia yang membuatku sadar, bahwa kebahagiaan Ade yang paling penting," ucap Raydan lalu meminum air miliknya.


"Benarkah? Apa dia orang yang spesial untuk Abang? Emm ... Maksud Mommy, apa dia kekasih Abang?" tanya Dania.


Raydan yang tengah minum pun hampir saja tersedak mendengar ucapan Dania.


"Dia laki-laki, Moms. Abang masih normal, suka perempuan," ucap Raydan.


Semua orang terkekeh mendengar ucapan Raydan.


"Ya, Mommy kira pacar Abang," ledek Dania.

__ADS_1


"Mana ada yang mau," ucap Raydan merendah.


"Masa iya nggak ada yang mau sama anak Mommy yang ganteng ini," ucap Dania tak percaya.


Raydan hanya tersenyum tipis sambil membayangkan wajah Ralisya dan Clarie. Ya, dua wanita itu kini adalah kekasihnya. Ralisya lah wanita yang lebih dulu menjadi kekasihnya, tetapi tatapannya sebagai pria tentu saja tak tahan menolak kecantikan Clarie, gadis berdarah Jerman itu.


Flashback saat di Jerman.


Raydan sudah sampai di Jerman, tepatnya dia sudah keluar dari Bandara dan sudah sempat naik taksi. Sayangnya, diperjalanan menuju apartemen taksinya mengalami kendala sehingga tak dapat melanjutkan perjalanan sehingga memaksa Raydan keluar dari taksi tersebut dan menunggu taksi yang baru. Namun, entah mengapa hari itu semua taksi tampak selalu berpenumpang. Raydan pun menjadi kesal dan berjalan pelan berharap akan menemukan taksi disela perjalanannya.


Pandangan Raydan tak sengaja melihat ke arah wanita cantik bertubuh bak seorang model yang berada tak jauh dari hadapannya, wanita itu seperti tengah kesal berdiri di hadapan mobilnya.


"Excuse me, are you okay?" tanya Raydan.


"My car is having problems, it looks like the engine is dead," ucap gadis itu.


"Em ... I will check it," ucap Raydan.


"A little," ucap Raydan tersenyum.


Wanita itupun tersenyum dan mempersilakan Raydan memeriksa mobilnya.


Selang beberapa menit, Raydan pun sudah selesai memperbaiki mobil gadis itu.


"Ok, It's done," ucap Raydan.


Raydan meminta Clarie menyalakan mobilnya, dan benar saja mobilnya sudah bisa hidup kembali.


"Wow ... You are amazing. By the way, what's your name? And what country are you from? Looks like you are not a German citizen," ucap gadis itu.

__ADS_1


"I'm Raydan. I'm from Indonesia. I will study in Germany. And you?" ucap Raydan dan bertanya balik pada gadis itu.


"Oh, ok. I'm Clarie. Where are you going?" tanya gadis itu.


Raydan pun memberikan kartu alamat apartemen yang akan ditinggalinya.


"Oh my God, this address is exactly the same as my apartment address. We can go there together," ucap gadis itu menawarkan agar Raydan pergi bersamanya.


"Doesn't it bother you?," tanya Raydan.


"Of course not, just think of it as thanks for your help," ucap gadis itu.


"Em ... Ok," ucap Raydan dan masuk ke mobil Clarie begitupun juga Clarie. Keduanya pergi menuju apartemen Raydan yang mana juga apartemen Clarie berada di unit gedung yang sama.


Tak hanya itu, sesampainya di apartemen, Raydan pun terkejut saat tahu bahwa apartemen dirinya dan Clarie bersebelahan. Dari sanalah mereka mulai sering bertegur sapa dan menjadi dekat. Bahkan hanya dengan waktu singkat, Raydan pun berhasil meluluhkan gadis cantik berdarah Jerman itu. Keduanya sering menghabiskan waktu bersama setelah selesai kuliah, bahkan dalam waktu singkat keduanya menjadi sangat dekat dan seolah tak ada jarak yang membuat keduanya merasa sungkan satu sama lain.


Namun, ada satuhal yang Clarie tak tahu. Bahwa Raydan sudah memiliki kekasih sebelumnya. Ya, Ralisya gadis manis yang bahkan sudah memikat hati Raydan sejak masih duduk di bangku Sekolah SMA dulu. Raydan yang awalnya kesulitanpun mendekati Ralisya, pada akhirnya dia dapat meluluhkan hari Ralisya.


Suatu ketika, di salah satu media sosialnya, Raydan menemukan kontak Ralisya, dari sanalah dia mulai kembali mendekati Ralisya, memberikan perhatian-perhatian kecil meski hanya sekedar tutur kata manis karena jarak keduanya yang memang tak memungkinkan untuk bertatap mata secara langsung.


Raydan pun tak menyangka, ternyata lebih mudah meluluhkan hati Ralisya di saat dirinya tak berada di dekat Ralisya, justru ketika jarak memisahkanlah Ralisya mau menerima cintanya.


Semenjak itu, Raydan pun mencoba menjalani hubungan dengan kedua wanita itu. Toh, kedua wanita itu tak akan ada yang tahu tentang rahasianya.


Flashback end.


******


Raydan tersentak saat Randy menepuk bahunya. Entah sejak kapan Randy berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Papa bangga sama kamu. Papa harap, hanya Ade yang menikah muda, karena kamu pria, dan tanggung jawabmu lebih besar kelak. Maka, seriuslah dalam kuliahmu, jangan bermain-main!" tegas Randy.


"Iya, Pa," ucap Raydan mengangguk sambil tersenyum. Raydan pun tak pernah berpikir untuk menikah di usia muda. Tentu saja masih banyak dunia luar yang ingin dia jelajahi, dia masih ingin menikmati masa mudanya yang mungkin takan pernah dia rasakan jika menikah di usia muda.


__ADS_2