Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 36


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


Randy, Dania, dan Rayna tengah mengantar Raydan menuju bandara.


Seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya, hari ini Raydan akan terbang ke Jerman.


"Kabari Mommy kalau sudah sampai di sana," ucap Dania.


Mata Dania memerah, dia sedih karena harus berpisah dengan Raydan. Ini adalah pertama kalinya Dania tak akan bertemu dengan Raydan dalam waktu yang cukup lama tentunya. Mereka mungkin baru bisa bertemu saat Raydan libur semester.


"Sering-sering kasih kabar, Bang. Jangan macam-macam di sana. Belajar yang benar." Randy memeluk Raydan. Dia pun sama sedihnya karena tak pernah jauh dengan Raydan sebelumnya. Namun dia menyadari anaknya itu sudah semakin besar dan sudah saatnya dia melepasnya agar menjadi anak yang mendiri.


"Jaga diri baik-baik ya, De. Ingat, jangan macam-macam," ucap Raydan sambil mengusap kepala Rayna.


"Abang yang jangan macam-macam. Belajar yang benar dan jangan pacar-pacaran," ucap Rayna.


"Tenang saja, De. Abang enggak suka bule," ucap Raydan sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Rayna tersenyum tipis dan memeluk Raydan. Meski terkadang dia kesal pada Raydan, namun Raydan lah satu-satunya pria yang selalu dekat dengannya. Dia akan sangat merindukan tingkah konyol dan perhatian dari sang kakak.


"Ya sudah, sana masuk. Pesawat kamu sebentar lagi," ucap Randy.


Raydan mengangguk dan mencium pipi Dania.


"Abang pasti akan rindu Mommy, Mommy jaga kesehatan, ya. Papa dan Ade juga jaga kesehatan." Raydan menatap Randy bergantian dengan Rayna.


Raydan pun pergi meninggalkan orang-orang yang dia sayangi.


Berat, tentu saja dia merasakan berat harus berpisah dengan keluarganya. Namun dia harus memikirkan cita-cita dan masa depannya.


Setelah Raydan tak lagi terlihat, Randy, Dania dan Rayna pun pergi dari bandara.


*******


Di perjalanan menuju rumah.

__ADS_1


"Pa, apa kuliah nanti Ade boleh bawa mobil?" tanya Rayna.


"Boleh," ucap Randy sambil masih fokus mengemudi.


Rayna tersenyum lebar.


"Pakai supir, Papa enggak mau ambil resiko kalau sampai ada yang gangguin Ade di jalan. Apalagi kalau sampai si anak kurang ajar itu gangguin Ade lagi," ucap Randy.


Senyuman Rayna menghilang begitu mendengar ucapan Randy.


"Ade, kan, bukan kuliah di Jakarta. Kenapa juga meski takut sama anak itu?" tanya Dania.


"Dia itu laki-laki, dia bisa berada di mana saja," ucap Randy.


Rayna menghela napas, dia tak berani melawan keputusan Randy.


Biar bagaimana pun Randy memiliki alasan melakukan semua itu.


"Iya, enggak apa-apa, kok," ucap Rayna.


"Iya, Ade ngerti," ucap Rayna.


Randy pun tersenyum mendengar anaknya itu menurut saja. Randy memang berbeda pada Rayna, entah mengapa dia begitu takut Rayna akan mengalami apa yang dia dan Dania alami dulu. Dia menyadari perbuatannya terdahulu, karena itu dia tak ingin Rayna sampai lepas dari pengawasannya.


Ting ting ...


Rayna membuka ponselnya dan melihat ada pesan masuk ke ponselnya dari nomor baru yang sebelumnya pernah mengirimkan sebuah pesan juga.


"Aku ada di depan rumahmu, keluar dong. Mau lihat wajah kamu di pagi hari."


Rayna menelan air liurnya saat membaca pesan itu.


Dia mengarahkan pandangannya ke arah jalanan, dia tahu sebentar lagi sudah akan sampai ke rumahnya.


"Pa, apa kita bisa mampir ke suatu tempat dulu?" tanya Rayna.

__ADS_1


"Kemana itu?" tanya Randy.


"Ke rumah Oma," ucap Rayna.


"Ke rumah Oma? Ade kangen Oma?" tanya Randy.


"Iya, sudah lama kita enggak mampir ke rumah Oma," ucap Rayna.


"Iya, sebaiknya kita mampir ke rumah Mama kamu dulu, Yank,"ucap Dania.


"Baiklah, kita mampir ke rumah Oma dulu," ucap Randy.


Dia pun melajukan mobilnya menuju kediaman sang mama. Sementara kembali terdengar suara pesan masuk ke ponsel Rayna.


"Kok cuma di baca? Ini kan pesan, bukan novel. Baca novel saja enggak hanya di baca saja, tetapi juga harus di resapi."


Rayna menggelengkan kepalanya.


Dia pun membalas pesan itu.


Rayna: tunggu saja sampai kamu tua, aku enggak ada di rumah.


Lagi-lagi Rayna menggelengkan kepalanya saat membaca balasan dari orang itu.


"Ya, kita akan menua bersama. Sampai rambutmu berubah memutih dan rambutku pun memutih."


"Menyebalkan," gumam Rayna.


"Siapa yang menyebalkan?" tanya Randy tiba-tiba.


Rayna terkejut karena Randy mendengar gumaman nya.


"Enggak, Pa. Bukan apa-apa," ucap Rayna.


Rayna pun menyimpan ponselnya ke dalam tas.

__ADS_1


__ADS_2