Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 71


__ADS_3

Acara makan malam selesai, dilanjutkan dengan manyantap hidangan penutup. Rayna hanya terdiam sambil menikmati dengan malas makanan penutup miliknya. Sementara Mita terus saja berbicara menceritakan awal pertemuannya dengan Kevano. Rayna bahkan tak tertarik mendengarkan ocehan Mita.


"Dia adalah pria yang dingin, tapi Aku suka," ucap Mita tersenyum. Menurutnya, Kevano adalan pria yang memiliki sifat dingin, Kevano bahkan tak pernah menyatakan cintanya pada Mita. Namun, sejauh ini mereka saling kenal karena berawal dari pertemuan dua keluarga, antara keluarga Kevano dan Mita. Kebetulan juga Mita adalah seorang model sejak masih duduk di bangku SMA, dan Kevano sempat beberapa kali bertemu dengan Mita.


"Jadi, bagaimana kalian bisa jadian?" tanya Guriko. Kevano dan Mita saling tatap, Mita pun tersenyum.


"Kami nggak jadian," ucap Mita. "Lah," ucap Guriko heran. "Untuk menjalani sebuah hubungan, tak selalunya harus ada yang mengatakan Mau nggak jadi pacar aku? Iya, kan?" ucap Mita. "Hubungan dewasa," lanjut Mita sambil tersenyum. Guriko terkekeh. Temannya itu benar-benar lucu, usianya bahkan sama dengannya, apa iya sudah bisa dikatakan dewasa?


"Aku bahkan tahu bagaimana culunnya kamu saat SMP," ucap Guriko sambil masih terkekeh geli. Mita membulatkan matanya. "Itukan dulu, sekarang Aku cantik, bukan?" ucap Mita bangga. "Hmmm ..." dehem Guriko. "Tapi--" Guriko menghentikan ucapannya. "Apa?" tanya Mita penasaran. "Bagaimana bisa menjalani hubungan dewasa, sementara kamu aja masih kecil," ucap Guriko terkekeh geli.


"Hei!  Kedewasaan seseorang nggak dilihat dari usianya, ya," ucap Mita tak terima dengan ucapan Guriko. "Aku kan cuman nanya, nggak perlu sewot," ucap Guriko terkekeh. "Isshh ... Menyebalkan," ucap Mita sambil mengerucutkan bibirnya.


Guriko semakin terkekeh melihat ekspresi menggemaskan Mita, tentu saja Mita memiliki wajah cantik, bahkan di usianya yang masih sangat muda, dia memiliki bentuk tubuh yang sempurna untuk ukuran wnaita, pantas saja dia menjadi seorang model. Jika saja mereka tak berteman, mungkin Guriko sudah menjadikan Mita kekasihnya.


"Lihatlah, hanya kita yang mengoceh, dua orang ini, bahkan hanya diam mendengarkan ocehan kita," ucap Mita terkekeh. Guriko tersenyum dan melihat Rayna. "Kamu bosan?" tanya Guriko. Rayna menggeleng.

__ADS_1


"Hei, Rayn. Mau ke tempat lain?" tanya Mita. "Kemana?" tanya Rayna. "Karaoke," ucap Mita antusias. Rayna mengerutkan dahinya, jujur saja meski dia memliki banyak uang, tetapi dia tak pernah datang ke tempat karaoke karena Dania dan Randy sudah menyiapkan segala fasilitas hiburan di dalam rumahnya. Rayna pun memang termasuk anak yang tak suka berkeliaran diluar rumah.


"Mau kesana?" tanya Guriko. Rayna melihat Kevano yang ternyata juga tengah melihatnya. "Aku--" ucapan Rayna terhenti saat Kevano menyela ucapannya. "Kayaknya, dia nggak biasa datang ke tempat seperti itu," ucap Kevano. "Oh, ayolah. Ini bukan Karaoke gelap, Aku punya tempat langganan yang biasa Aku datangi sama Guriko," ucap Mita. Rayna menghela napas tanpa mengalihkan pandangannya dari Kevano.


"Siapa bilang Aku nggak biasa, Aku mau kesana," ucap Rayna. Mita tersenyum senang, dia merapikan tasnya. "Ya udah, tunggu apalagi?" ucap Mita antusias. "Kamu yakin?" tanya Guriko memastikan. Rayna tersenyum dan mengangguk. "Kalau nggak yakin, mending nggak usah. Repot, kan, kalau nanti di telepon orangtua, dan suruh pulang," ucap Kevano sambil tersenyum.


Rayna menajamkan tatapannya, entah mengapa Kevano seperti sedang mengejeknya karena Kevano tahu betul orangtua Rayna memanglah over protektif. Kevano tersenyum melihat ekspresi Rayna, Rayna masih tetap cantik meski dengan ekspresi seperti itu.


Mereka pun meninggalkan restoran setelah membayar bill dan pergi menuju tempat karaoke yang biasa Mita dan Guriko datangi.


Sesampainya di tempat Karaoke.


Rayna, Guriko, Kevano, dan Mita memasuki ruang vip setelah mereka memesan ruangan tersebut. Mereka mengambil posisi duduk. Rayna mengambil tempat duduk paling pojok yang dekat dengan dinding, Rayna terkejut saat Kevano yang ternyata justru duduk di sebelah kirinya, dan Mita duduk di sebelah Kevano. Sedangkan Kevano duduk di sebelah Mita.


"Kamu ngapain duduk di sini?" tanya Rayna. "Kenapa? Aku ikut bayar ruangan ini, jadi terserah Aku mau duduk di mana," ucap Kevano. Rayna menghela napas. Perasaannya mendadak tak enak mengingat sikap Kevano yang selalu seenaknya padanya.

__ADS_1


"Jangan macam-macam, Aku bisa teriak!" tegas Rayna mengancam, Kevano mengerutkan dahinya. Rayna masih saja berpikir yang tidak-tidak tentangnya.


"Teriak aja, lagian siapa yang mau gangguin Kamu? Kalaupun mau, Aku bisa melakukannya dengan Mita," ucap Kevano sambil tersenyum. Rayna memutar bola matanya. "Dasar nyebelin," gumam Rayna. Kevano menahan tawanya, dia yakin betul Rayna cemburu pada Mita.


Mita mulai menyiapkan beberapa lagu, dan mulai bernyanyi, sedangkan Guriko ikut bernyanyi dengan Mita. Jantung Rayna berdegup kencang saat tak sengaja melihat Kevano yang ternyata terus menatapnya.


"Apa kamu merasakan hal yang sama?" ucap Kevano tepat dihadapan Rayna. Jarak keduanya hanya terpaut beberapa centi, Guriko maupun Mita tak menyadari posisi Kevano dan Rayna saat ini karena masih asik bernyanyi lagu kesukaan keduanya, seolah keduanya tengah bernostalgia saat-saat masa SMP dulu, suara musik yang terdengar kencang pun membuat Mita tak mendengar apa yang Kevano katakan.


"Apa?" tanya Rayna bingung. "Jantung berdetak cepat, ada rasa bahagia yang sulit dijelaskan saat kita dekat seperti ini," ucap Kevano menatap Rayna dengan dalam. Rayna menelan air liurnya, jantungnya semakin berdetak cepat dan bahkan sudah sejak tadi dia rasakan,


"Kamu nggak perlu bilang apapun kalau nggak mau, cukup jujur sama hati kamu sendiri," ucap Kevano. Rayna menatap Kevano. entah mengapa terlihat sesuatu di mata Kevano yang dia sendiri sulit menyimpulkan. Dia bahkan tak pandai dengan bahasa tatapan mata. Namun, cintakah yang dia lihat di mata Kevano?


"A-aku--" Rayna menghentikan ucapannya kala Kevano semakin medekatkan wajahnya, jarak keduanya benar-benar hanya berjarak dua centi saja, hembusan napas keduanya bahkan begitu terasa hangat di wajah masing-masing.


"Aku mencintaimu, Rayna," lirih Kevano dan mengecup bibir Rayna. Rayna terdiam, dia terkejut. Namun entah mengapa dia tak bisa menghentikan perbuatan Kevano. Rayna hanya diam, sementara Kevano mengecup bibir Rayna berkali-kali hingga saat Rayna menutup matanya dan membuka mulutnya, Kevano pun seolah mengerti bahwa Rayna mengizinkannya untuk memperdalam ciuman itu. Tangan kiri Kevano menyentuh lembut tengkuk Rayna, sementara tangan kanannya menyentuh pipi Rayna.

__ADS_1


Byur ...


__ADS_2