Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 65


__ADS_3

"Oh, shit! Ngapain Kamu di Rumah aku?" Guriko terkejut melihat keberadaan Rayna. Raya pun ikut terkejut dan sontak berbalik badan membelakangi Guriko. Wajah Guriko memerah, dia terlihat malu sekali melihat Rayna memeregoki-nya tengah membuka pakaiannya.


"A-aku nggak sengaja lihat," ucap Rayna gugup.


"Kenapa nggak permisi dulu, sih? Main masuk ke Rumah orang aja," ucap Guriko kesal.


"Aku udah tekan bel, tapi kamu nggak ada respon. Ya udah, aku masuk aja pas lihat pintu pagar rumah kamu nggak di kunci," ucap Rayna.


Guriko menghela napas lega begitu dia selesai memakai kembali celananya.


"Udah, kamu bisa balik badan," ucap Guriko. Rayna berbalik dan melihat Guriko dengan canggung.


"Aku benar-benar ternodai," ucap Guriko.


"Maksudnya?" tanya Rayna bingung. "Ya, kamu udah lihat tubuhku, tentu aja aku jadi ternodai," ucap Guriko.


Rayna membulatkan matanya, bisa-bisanya Guriko berkata seperti itu, dia bahkan tak menyentuh Guriko.


"Aku, kan, bilang nggak sengaja. Salah sendiri, kamu buka baju, kok, di ruang tamu," ucap Rayna kesal. "Ini Rumahku, Aku mau ganti baju di mana aja, ya, terserah Aku," ucap Guriko.


Rayna menghela napas kasar dan meletakan piring di atas meja.


"Ini, buat kamu. Sebagai balasan kemarin kamu udah kasih Aku makanan. Aku nggak suka gratisan," ucap Rayna.


Guriko melihat ke arah piring dan membukanya.


"Siapa yang masak?" tanya Guriko. "Bibi," ucap Rayna dan melangkah keluar.


"Kamu udah makan?" Rayna terdiam dan berbalik melihat Guriko. "Belum, kenapa?" tanya Rayna. "Ini kebanyakan, Aku cuman makan sendirian. Kamu aja ikut makan sama Aku," ucap Guriko.

__ADS_1


Rayna terdiam, dia berpikir sejenak.


"Nggak mau. Itu makanan buat Kamu, kenapa jadi aku harus ikut makan?" ucap Rayna. "Tapi, ini kebanyakan. Dari pada mubajir, kan, dan akhirnya dibuang karena nggak ke makan," ucap Guriko.


Rayna kembali berpikir sejenak. Dia melihat sekeliling rumah Guriko. Di rumah itu memang terlihat sepi, tak ada siapapun selain Dia dan Guriko.


"Ya udah," ucap Rayna. Guriko tersenyum dan menggaruk kepalanya.


"Kenapa?" tanya Rayna bingung. "Aku nggak punya nasi," ucap Guriko sambil tersenyum malu.


Rayna membulatkan matanya, dia pun menggelengkan kepalanya.


Nggak punya nasi, kok, ngajak orang makan, gumam Rayna.


"Lagian, ngasih lauk, kok, nggak sama nasinya," ucap Guriko. Rayna menatap Guriko dengan tajam. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Stefie, memintanya membawakan sepiring nasi untuk Guriko.


Tak lama Stefie datang membawakan sepiring nasi, Stefie tersenyum melihat Guriko dan Rayna tengah duduk di ruang tamu dan hanya saling diam.


Rayna melotot mendengar ucapan Stefie, sedangkan Stefie terkekeh melihat ekspresi Rayna. Dia meletakkan sepiring nasi itu dia atas meja dan menatap Guriko dengan tajam.


"Kalau terjadi sesuatu, bilang Kakak, ya, Dek," ucap Stefie sambil masih melihat Guriko dengan tatapan tajam.


Guriko mengerutkan dahinya.


"Apa? Apa aku terlihat kayak penjahat?" tanya Guriko.


"Mungkin," ucap Stefie. Guriko membulatkan matanya.


"Astaga! Aku pria baik-baik, nggak pernah merusak perempuan," ucap Guriko.

__ADS_1


"Aku mengenal banyak karakter pria, yang terlihat baik belum tentu memiliki sifat yang baik," ucap Stefie.


"Apa, sih? Ya udah, diam aja di sini, kalau mau jadi nyamuk," ucap Guriko.


"Kalian udah debatnya? Kalau belum, Aku mendingan pulang aja. Nggak jadi ikut makan," ucap Rayna.


Stefie menghela napas, dan melangkah menuju pintu keluar. Begitu sampai di pintu, Stefie berbalik dan melihat Rayna.


"Kakak tunggu di luar," ucap Stefie.


Rayna dan Guriko saling tatap.


Sampe segitunya, gumam Guriko.


"Jadi makan nggak, sih?" tanya Rayna.


"Jadi, dong. Aku lapar," ucap Guriko. "Ya udah, makanlah," ucap Rayna.


"Yah, nasinya, kok, cuman satu piring. Kita mau sepiring berdua?" tanya Guriko sambil tersenyum meledek. Rayna memutar bola matanya.


"Aku nggak makan nasi," ucap Rayna. "Kenapa?" Nggak apa-apa," jawab Rayna.


"Ya udah, terserah. Oh, ya. Boleh minta tolong nggak?" tanya Guriko. "Apa?" tanya Rayna balik. "Ambilin sendok, dong," pinta Guriko sambil tersenyum. Rayna menatap Guriko dengan tajam.


"Nyusahin aja, sih," ucap Rayna. "Kan, minta tolong," ucap Guriko. Rayna melihat Guriko dengan malas. Dia beranjak menuju dapur untuk mengambil sendok juga garfu. Rayna mencari letak kedua alat makan tersebut, dia merasa bingung, entah di mana Guriko menyimpan alat makannya.


Di mana, sih, nyimpennya? Apa jangan-jangan, dia juga nggak punya sendok? Benar-benar bikin repot, gumam Rayna.


Rayna membuka lemari kitchen, dan melihat ada sendok di sana, dia pun mengambil sendok tersebut.

__ADS_1


"Hei, ngapain kamu di sini?"


Rayna berbalik dan di kejutkan oleh kedatangan seseorang.


__ADS_2