
Lagi-lagi terdengar suara bel rumah. Entah siapa lagi yang datang bertamu.
Semua orang yang ada di ruang makan saling melihat satu sama lain. Randy dan Dania bahkan terlihat kebingungan melihat Rayna, sedangkan Rayna hanya menggeleng bingung. Raydan pun ikut bingung nelihat ekspresi keluarganya. "Ada teman Ade yang mau bahas tugas kuliah juga?" tanya Dania melihat Rayna. Rayna dan Guriko saling tatap. Mereka pun menggelengkan kepala bersamaan. Tak lama, bibi menghampiri Rayna dan mengatakan ada teman Rayna yang datang.
Dengan bingung Rayna bearanjak dari duduknya dan pergi keluar rumah. Rayna terkejut melihat seseorang yang tak asing baginya. Ya, siapa lagi jika bukan pria yang sudah membuatnya kehilangan muka di depan keluarganya, Kevano. Dengan tergesa-gesa Rayna menghampiri Kevano, entah malam macam apa yang dia alami saat ini, kedua pria menyebalkan baginya justru datang bertamu di malam yang sama ke rumahnya.
"Kamu ngapain ke sini?" tanya Rayna gelisah. Rayna takut jika Randy melihat keberadaan Kevano dan membuat Randy marah. "Ngapel," jawab Kevano santai. "Ya Tuhan. Tolong, ya, jangan membuat masalah di Rumah ku," ucap Rayna. "Masalah apa? Aku datang baik-baik," ucap Kevano. "Tetap aja. Papa ku bisa marah sama kamu. Kamu tahu, kan, dia benci banget sama kamu?" ucap Rayna. Berkali-kali Rayna melihat ke arah pintu, dia berharap Randy tak keluar dari rumah.
"Apa? Ada orangtua kamu, di sini?" tanya Kevano terkejut. Rayna pun mengangguk. "Kok, nggak bilang?" tanya Kevano kesal. "Bilang apanya? Kamu aja nggak bilang-bilang mau ke sini," ucap Rayna tak kalah kesal. "Hei! Makanya, lain kali jawab telepon aku. Punya tangan, tuh, digunain, dong. Males banget, sih, angkat telepon," ucap Kevano. "Eh, dengar, ya! Kamu punya mata, kan? Kamu harusnya bisa lihat ada mobil orangtua aku, di depan," ucap Rayna semakin kesal. Kevano melihat ke arah mobil yang terparkir di garasi.
__ADS_1
"Mana aku tahu mobil orangtua kamu atau bukan," ucap Kevano. Kevano dan Rayna terus saja berdebat, hingga tak keduanya sadari sejak tadi Dania memperhatikan keduanya dari balik jendela. Dania menghela napas panjang, dia tak menyangka Rayna justru masih berhubungan dengan Kevano. Terlihat Rayna mendorong tubuh Kevano, seakan meminta Kevano untuk segera pergi dari rumahnya. Dengan kesal Kevano membuang sesuatu di tangannya. Ya, sebuket bunga mawar merah dia lemparkan ke arah sembarang tempat, dan melajukan motornya pergi dari rumah Rayna.
Rayna mengelus dadanya, dia bernapas lega melihat Kevano pergi dari rumahnya dan tak ada orangtuanya yang melihat keberadaan Kevano. Rayna melihat sekilas ke arah buket bunga mawar tersebut dan kembali ke dalam rumah. Begitu memasuki rumah, semua orang yang ada di ruang makan terlihat biasa saja melihatnya, Dania bahkan tak menunjukkan ekspresi kesal pada Rayna. Padahal sudah jelas dia melihat kedatangan Kevano.
"Siapa, De?" tanya Randy. "Teman Ade, Pa," ucap Rayna. "Cewek, atau cowok?" tanya Randy penasaran. "Rayna melihat ke arah Dania. Dania pun berdehem. "Lagi makan, nggak boleh ngobrol terus," ucap Dania. Randy tersenyum dan melanjutkan makan malamnya. Rayna menelan air liurnya, dia melihat Dania dengan sedikit canggung. Sedangkan Dania sama sekali tak melihat Rayna, dia terus fokus dengan makan malamnya.
"Habis buat dosa, ya?" tanya Guriko dengan suara pelan. Rayna menatap Guriko dengan tatapan tajam. "Kamu keringetan dingin," bisik Guriko lagi. "Sok, tahu," ucap Rayna kesal, tetapi dengan suara pelan. "Kelihatan, kok. Dahi kamu berkeringat," ucap Guriko. Rayna memekik terkejut saat tiba-tiba Guriko memegang tangannya. Rayna yang terkejut pun sontak menghempaskan tangan Guriko. "Kaliang sedang apa, sih?" tanya Randy bingung. "Kecoa, Om," jawab Guriko sembarangan. "What? Are you sure? Di mana kecoanya?" tanya Dania terkejut dan segera beranjak dari duduknya.
"Kalau nggak bohong, kamu bisa ketahuan lagi gugup," bisik Guriko. Rayna hanya diam, ucapan Guriko memang benar, tetapi dia tak terima melihat Dania menjadi ketakutan karena ulah Guriko. "Tangan kamu keringat dingin. Mendingan, kamu ke toilet dulu," bisik Guriko. Randy meminta bibi mencari kecoa yang Guriko maksud. Sedangkan bibi terlihat kebingungan karena tak menemukan kecoa tersebut.
__ADS_1
"Kayaknya, kecoanya udah pergi, Bi," ucap Guriko. Dania menghela napas lega dan kembali duduk. Sedangkan Rayna pamit ke toilet. Dia mencoba mendengarkan saran dari Guriko. Dia memang butuh sedikit waktu untuk menenangkan dirinya.
"Kacau," ucap Dania sambil mengusap wajahnya. "Kamu baik-baik aja, Yang?" tanya Randy cemas. "Makan malam kita menjadi berantakan seperti ini," ucap Dania. Dania sangat menyayangkan, karena makan malam keluarga mereka jadi berantakan, tak sesuai ekspektasinya. Guriko melihat Dania dengan perasaan bersalah, dia menjadi tak enak hati karena sudah mengganggu acara makan malam keluarga Rayna.
*****
***Halo, teman-teman kesayangan Author😉 Apa kabarnya teman-teman semua? Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat, ya.
Author mau mengucapkan "Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir batin" untuk teman-teman semua. Author minta maaf, ya, untuk salah dan khilaf yang entah Author sengaja atau tidak pada teman-teman semua.☺️
__ADS_1
I love you all ☺️😍😘***