
Rayna tampak malu mendengar ucapan Kevano. Dia pun tak habis pikir karena bisa-bisanya tak menyadari Kevano telah selesai bernyanyi.
Kevano masih menyunggingkan senyumnya dan duduk kembali di kursinya.
"Kalau kamu suka, aku akan nyanyikan setiap hari," ucap Kevano.
"Ha? Nggak, kok," ucap Rayna tanpa sadar.
"Yah, sia-sia dong aku nyanyi tadi. Kamu-nya nggak suka, sih," ucap Kevano.
Rayna menggenggam tangan Kevano dan tersenyum.
"Bukan gitu, aku suka, kok," ucap Rayna.
"Hm ..."
Kevano pun terkekeh. Wajah Rayna benar-benar menggemaskan.
"Aku tahu," ucap Kevano.
"Terus kenapa nanya?" tanya Rayna heran.
"Mau tau langsung dari kamu," ucap Kevano.
Rayna menghela napas dan meminum minumannya.
Selesai makan malam, Kevano dan Rayna pergi menuju kamar hotel. Kevano mengajak Rayna menginap di sana.
"Honeymoon-nya di sini dulu, ya," ucap Kevano.
"Oh, ini kita lagi honeymoon, ya?" tanya Rayna.
"Emang maunya gimana?" tanya Kevano.
"Aku nggak tau," ucap Rayna polos.
__ADS_1
Kevano lagi-lagi terkekeh. Istrinya itu benar-benar sangat menggemaskan. Pantas saja banyak yang menyayangi Rayna, selain cantik Rayna pun gadis yang apa adanya.
Ah, wanita maksudnya. Tentu saja kini dia bukan seorang gadis lagi. Melainkan seorang wanita, dan seorang istri.
"Aku nggak bawa baju ganti," ucap Rayna bingung saat menyadari dirinya memang tak membawa satupun baju ganti. Itu karena sebelumnya Kevano tak mengatakan akan menginap di hotel.
"Aku beliin tadi," ucap Kevano tersenyum sambil memberikan sebuah paper bag. Di sana tertulis merk cukup terkenal. Namun, merk itu bukanlah sebuah merk dari baju biasa. Melainkan merk dari sebuah lingerie. Rayna tahu karena pernah melihatnya di sebuah situs belanja online ketika dia akan memesan keperluan pribadinya.
Rayna mengambil paper bag itu dan membukanya. Benar saja di dalamnya terdapat lingerie.
"Apa aku harus pakai ini?" tanya Rayna.
"Kamu ingat, saat pertama kali kita melakukannya, kamu bahkan nggak minta pendapatku. Kamu ngerti, dan aku sangat suka," ucap Kevano tersenyum mengingat saat malam pertama mereka. Di mana Rayna memakai lingerie yang begitu seksi dan transparan tanpa dia minta.
Rayna tersipu malu, Kevano masih saja mengingatnya.
"Lagian, tidur nggak bagus pakai baju yang tertutup. Nanti sesak, dia juga kasihan, nanti sesak," ucap Kevano sambil mengarahkan pandangannya pada dada Rayna.
Rayna melotot menatap Kevano dengan tajam. Meski melihatnya setiap hari, Rayna memang merasakan adanya perubahan di bagian dadanya. Dadanya terlihat lebih berisi sedikit dan perubahan itu terjadi karena Kevano suka bermain di sana. Bahkan Kevano seperti anak bayi jika sudah bermain di sana. Dia seperti bayi yang kehausan.
Di atas meja terdapat minuman. Namun, kali ini bukanlah anggur ataupun minuman alkohol lainnya. Itu adalah jus. Kevano sengaja memesannya untuk dia dan juga Rayna.
"Opa hebat, ya," ucap Kevano takjub melihat gedung-gedung di hadapannya yang mana masih milik Tuan Hamish.
Hotel itu memiliki 4 gedung yang saling mengelilingi satu sama lain. Di mana di lantai ground outdoor terlihat kolam renang yang luas.
"Kenapa?" tanya Rayna.
"Ya, dia benar-benar pengusaha sejati. Dia sukses hingga masa tuanya," ucap Kevano kagum.
Rayna tersenyum.
"Apa kamu pernah kepikiran saat sebelum menikah. Kamu pengen punya suami seperti apa?" tanya Kevano melihat Rayna.
"Maksudnya?" Rayna tampak tak mengerti dengan pertanyaan Kevano.
__ADS_1
"Ya, misalnya. Waktu sebelum nikah, kamu pernah berpikir pengen punya suami pengusaha," ucap Kevano.
"Aku nggak pernah berpikir tentang semua itu. Aku memikirkan sekolahku. Papa selalu menekankan anak-anaknya, untuk belajar dengan sungguh-sungguh, agar kelak bisa mendapatkan apa yang anak-anaknya inginkan," ucap Rayna.
"Dan lucu, ya. Akhirnya sesuatu yang nggak pernah terpikirkan justru terjadi dengan cepat. Kamu pun menikah dini," ucap Kevano tersenyum.
Rayna hanya tersenyum. Dia tak bisa mengatakan apapun lagi. Karena dia sendiri tak mengerti dan tak pernah tau akan takdir hidupnya.
Meski terlambat memikirkannya, tetapi Kevano pernah berpikir tentang keluarga Rayna. Dia melihat keluarga Rayna. Di mana sang Opa, ayah dari mommy mertuanya adalah pengusaha perhotelan yang sukses. Bahkan tak sembarang hotel, hotelnya adalah hotel dengan kelas bintang lima. Kemudian papanya Rayna adalah pengusaha restoran yang juga sukses dan memiliki banyak outlet. Tak hanya di Indonesia, bahkan restorannya pun ada di Australia.
Lalu, Opa Rayna yaitu almarhum ayah dari papa mertua Kevano pun pengusaha ekspor yang sukses dan di kenal. Dan sekarang perusahaan itupun diambil alih oleh Randy.
Pada dasarnya, Rayna terlahir dari darah keluarga pebisnis sukses. Lalu, dia melihat dirinya hanya seorang pekerja seni. Yang bahkan harus bekerja keras menghibur orang lain seumur hidupnya jika ingin memiliki segalanya seperti keluarga Rayna.
Kevano sendiri sadar, dirinya tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keluarga Rayna. Beruntungnya Kevano, karena Rayna sudi menerimanya yang hanya pekerja seni.
Jika saja dulu dia serius menekuni dunia kedokteran yang menjadi minatnya sejak kecil, mungkin dia akan memiliki sesuatu yang dibanggakannya. Meski begitu, Kevano amat mencintai dunia seni dan dengan bahagia dia menjalani profesinya saat ini.
"Rayn!"
"Ya ..." Rayna menatap Kevano yang juga tengah menatapnya.
"Aku tahu, kamu terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah. Bahkan kamu sebelumnya tinggal di istana keluargamu yang besar dan mewah. Dan saat ini kamu justru tinggal di apartemen kecil bersamaku. Bahkan, mobilku hanya mobil seharga di bawah 300 juta. Pasti buat kamu nggak nyaman. Tapi, Rayn. Aku mau kamu tahu, sebelumnya aku menikmati pekerjaanku, aku menabung demi bisa memiliki apartemen dan mobil itu. Dan kamu tahu, sekarang aku lebih menikmati pekerjaanku, aku lebih mencintai pekerjaanku. Kamu tahu kenapa?" ucap Kevano.
Rayna terdiam mendengar ucapan Kevano. Kenapa mendadak suaminya itu terlihat serius? Tak seperti biasanya.
"Kenapa?" tanya Rayna.
"Karena aku punya kamu, orang yang mencintaiku, dan juga mendukungku dalam semua hal yang aku lakukan. Selama kamu jadi istri aku. Kamu nggak pernah protes kalau aku pulang telat karena pekerjaan mendadak, kamu nggak pernah protes kalau aku tinggal keluar kota. Padahal, aku tahu kamu pasti butuh aku, butuh perhatian aku. Apalagi, kita pengantin baru. Seharunya banyak waktu yang kita lewati berdua sebagai pengantin baru," ucap Kevano.
"Dan karena itu, sekarang aku jauh lebih menikmati pekerjaanku. Lebih menikmati segala prosesnya, nggak peduli aku harus mengganti waktu tidurku menjadi siang, lalu aku bekerja di malam hari. Dan bedanya, sekarang aku bekerja keras bukan lagi demi diriku, bukan demi memenuhi keinginanku untuk membeli apa yang aku mau, bukan demi untuk menyenangkan hatiku dengan hasil kerja kerasku," ucap Kevano.
"Terus, demi apa? Demi siapa?" tanya Rayna bingung.
"Demi kamu, demi kebahagiaan kamu. Aku nggak mau kamu merasa kurang bahagia dari sebelumnya saat kamu tinggal bersama keluargamu. Aku mau kamu bahagia hidup sama aku, kamu bangga jadi Istri dari seorang pekerja seni kayak aku. Aku mau kamu bangga karena hasil dari kerja keras yang aku dapatkan. Aku mau kamu merasa beruntung memiliki Suami seperti aku di hidup kamu," ucap Kevano.
__ADS_1