Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 23


__ADS_3

Rayna memasuki kamar dengan langkah lemas, dia sungguh malu pada Randy.


Dia malu karena sang Papa melihat apa yang di lakukan Kevano padanya.


Selama ini dia begitu kritis dan sangat menjaga kebersihan, dia bahkan jijik dengan hal-hal seperti itu.


Tapi, ada satu hal yang membuatnya merasakan hal lain saat berciuman dengan Kevano tadi, entah mengapa dia tak ingin mencoba melepaskan tautannya bersama Kevano, dan yang lebih aneh lagi karena jantungnya berdegup kencang saat berdekatan dengan Kevano.


Rayna tersentak saat ada yang menepuk bahunya.


"Ade pulang sama siapa tadi?" tanya Raydan.


"Kevano." ucap Rayna.


"Siapa Kevano?" tanya Raydan.


"Orang yang bawa Ade saat pingsan di Bandara." ucap Rayna.


"Apa? Orang itu lagi? Kenapa dia bisa ada di sana?" Raydan terkejut karena lagi-lagi Kevano lah yang membawa pergi Rayna.


"Dia Kakaknya Ralisya." ucap Rayna.


"Apa?" lagi-lagi Raydan terkejut mendengar ucapan Rayna.


"Ade nggak di apa-apain, kan?" tanya Raydan sambil menatap Rayna dengan tatapan penuh selidik.


Rayna menelan air liurnya dan mengalihkan pandangannya.


"Sebentar," Raydan memegang wajah Rayna dan menatap lekat wajah Rayna. Dia mengusap bibir bawah Rayna dan membulatkan matanya.


"Dia ngapain Ade, ha?" tanya Raydan.


Rayna pun menggeleng dan menepis tangan Raydan.


"Nggak ngapa-ngapain." ucap Rayna.


Raydan menahan tangan Rayna dan memegang bahu Rayna agar tetap berhadapan dengannya.


"Apa dia cium Ade?" Raydan menatap lekat bibir bawah Rayna yang sedikit bengkak dan ada sedikit luka di sana.


Lagi-lagi Rayna menelan air liurnya, dia tak ingin mengatakan apapun pada Raydan, dia takut Raydan akan melakukan hal macam-macam.


"Sudah Ade bilang, dia nggak ngapa-ngapain Ade, dia hanya antar Ade pulang." ucap Rayna.


"Tapi, itu seperti habis di gigit seseorang." ucap Raydan.


"Bukan, Bang. Sudahlah, Abang pergi sana, Ade mau istirahat." ucap Rayna sambil mendorong paksa Raydan keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Duh, jangan kasar-kasar, dong." ucap Raydan.


Rayna menutup pintu dan menguncinya setelah Raydan keluar dari kamarnya.


Dia menyentuh bibirnya, dan teringat kembali dengan ciumannya bersama Kevano.


"Ya ampun, ada apa sama aku? Kenapa ingat kejadian itu terus?" gumam Rayna.


Rayna bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membasuh wajahnya, dia berharap bekas ciuman Kevano hilang dan dia pun akan lupa dengan kejadian tadi.


******


Di kediaman orang tuanya, Kevano terlihat marah besar kepada security yang bekerja di rumah orang tuanya, karena sudah teledor sehingga menyebabkan masuknya dua orang wartawan.


"Tenanglah, Kak, ini semua bukan kesalahan security. Wartawan itu saja yang memang menyamar." ucap Ralisya.


Kevano mengacak rambutnya dengan kasar, dia sungguh kesal dengan masalahnya sendiri.


Kesuksesan karier yang dia capai dengan susah payah dan memakan waktu tak sedikit itu, saat ini benar-benar terancam.


"Selesaikan masalah kamu, Kev. Jangan terus menghindar, dengan kamu menghindar justru membuat wartawan-wartawan itu semakin penasaran dan semakin mengejar kamu." ucap Mama Kevano.


"Aku belum siap, Ma. Kecuali--" Kevano menghentikan ucapannya saat tiba-tiba teringat akan Rayna.


Saat dia menyanyi tadi, dia memang sudah mengetahui ada wartawan di rumahnya. Karena itu sebelum dia mulai menyanyikan lagu, dia mencari sekeliling berharap dapat menemukan seseorang yang bisa membuatnya terhindar dari gosip bersama Selly. Setidaknya media akan mengalihkan isu kepada pemberitaan baru jika Kevano membuat pemberitaan baru tentang dirinya bersama wanita lain. Sayangnya, Rayna tak ingin membantunya, dan itu membuatnya semakin di buat pusing. Belum lagi saat melihat papa Rayna yang tampak marah besar saat dia mencium Rayna, sudah pasti besok masalahnya akan semakin runyam karena wartawan itu merekam semua yang terjadi di ulang tahun Ralisya.


Kevano tersenyum saat dia teringat sesuatu.


"Rayna yang mana?" tanya Ralisya.


"Rayna yang tadi Kakak bawa pergi." ucap Kevano.


"Aku nggak tahu, kayak apa ciri-cirinya?" tanya Ralisya.


"Dia lumayan cantik anaknya, wajahnya blasteran dan suka pakai kacamata tebal, gitu. Tapi, tadi tumben nggak pakai kacamata, sih." ucap Kevano.


"Hah? Si anak baru?" Rayna terkejut saat tiba-tiba terpikir pada Rayna, karena hanya Rayna lah yang sesuai dengan ciri-ciri yang Kevano sebutkan.


"Sepertinya begitu, karena pertama kali Kakak ketemu dia, dia bilang nggak tinggal di Indonesia." ucap Kevano.


"Tapi, dia sudah punya pacar, Kak. Aku nggak berani, ah." ucap Ralisya.


"Tolonglah, Sya. Kamu kan jago taekwondo dan pemberani, masa bantuin Kakak saja takut." ucap Kevano.


Ralisya terdiam sejenak, dia teringat akan Raydan yang justru memberinya kado ulang tahun.


Ralisya berpikir, Rayna adalah kekasih Raydan, dan sungguh kasihan jika sampai Rayna tahu kelakuan kekasihnya itu sungguh sangat tidak baik di belakang Rayna.

__ADS_1


"Kasihan juga gadis polos itu, apa aku harus pisahkan gadis itu dari laki-laki playboy seperti Raydan?" batin Ralisya.


"Please, Sya, bantu Kakak. Tolong bujuk Rayna agar mau membantu Kakak." ucap Kevano.


"Aku nggak mau bantu, kalau Kakak hanya mau mempermainkannya." ucap Ralisya.


"Please, Kak, dia gadis yang baik, kalau aku lihat." ucap Ralisya.


Kevano menarik napas dalam dan mengembuskan nya perlahan.


"Kakak suka sama dia." ucap Kevano.


"Apa? Gimana bisa? Jangan bercanda, Kak." ucap Ralisya dengan terkejut.


"Kakak serius, Kakak minta dia jadi pacar Kakak, tapi dia nolak Kakak." ucap Kevano dengan ekspresi yang di buat se-sendu mungkin.


"Kakak yakin suka sama dia? Bukan karena mau manfaatin dia kan, Kak?" Ralisya mencoba memastikan lagi, dia benar-benar tak ingin Kakaknya itu membuat kesalahan.


"Nggak lah, Sya. Kakak punya kamu, adik perempuan yang paling Kakak sayangi, nggak mungkin Kakak mau mempermainkan perasaan seorang gadis, Kakak juga nggak mau kamu sampai di permainkan oleh laki-laki brengsek." ucap Kevano mencoba meyakinkan Ralisya.


Ralisya menarik napas dalam dan mengembuskan nya perlahan.


"Oke, besok aku coba minta nomor telponnya. Tapi, janji ya, Kak, jangan apa-apakan dia." ucap Ralisya.


"Tentu saja, kapan Kakak pernah berbohong?" ucap Kevano sambil merangkul bahu Ralisya.


Ralisya pun tersenyum dan mengangguk.


******


Keesokan harinya.


Sudah menjadi rutinitas setiap pagi Randy akan membaca sebuah artikel di internet tentang berita bisnis.


Namun dia terkejut saat tiba-tiba ada sebuah notifikasi dari sebuah artikel di ponselnya yang lagi-lagi tentang Rayna dan Kevano. Ada sebuah tautan yang tak lain adalah sebuah video saat Kevano menyanyikan sebuah lagu untuk Rayna, di sana juga terlihat Kevano mencium pipi Rayna setelah selesai menyanyikan sebuah lagu.


Dada Randy bergemuruh, napasnya terasa sesak dan wajahnya merah padam, dia mengepalkan tangannya dengan kuat hingga menampilkan otot-otot tangannya.


Dia benar-benar marah dan tak bisa terima Rayna masuk ke dalam sebuah artikel dengan foto Rayna yang kali ini jelas sekali terpampang.


Dengan cepat dia memasukan ponselnya ke saku celananya dan mengambil kunci mobilnya.


dia pun bergegas keluar dari kamarnya.


"Pagi, Yank," sapa Dania.


Randy tak menyahut ucapan Dania dan langsung keluar menuju garasi.

__ADS_1


"Kamu mau kemana, Yank?" tanya Dania.


"Aku ada urusan," Randy pun bergegas masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya, entah kemana dia akan pergi pagi-pagi begitu. Dia saja belum mandi dan waktu bahkan masih menunjukkan pukul 06.30 wib.


__ADS_2