Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 60


__ADS_3

Ting tong ...


Dania, Randy, dan Rayna saling melihat saat terdengar suara bel rumah. Entah siapa yang datang bertamu dan menggangu acara makan malam mereka. Bibi pun mempersilahkan orang itu masuk.


"Non Rayna, ada temannya," ucap bibi. Rayna mengerutkan dahinya, entah teman yang mana yang bibi maksud. Rayna bahkan hanya memiliki satu teman, itu pun hanya teman kampusnya.


"Siapa, Bi? perempuan?" tanya Randy. "Laki-laki, Pak," ucap bibi. Randy, Dania, dan Rayna saling melihat. "Ade punya teman laki-laki?" tanya Randy curiga. Rayna menggelengkan kepalanya. "Biar Mommy lihat," ucap Dania dan beranjak dari duduknya. Dania menghampiti orang itu, dia mengerutkan dahinya saat melihat Guriko tengah tersenyum sambil membawa sesuatu di tangannya. "Bukannya kamu teman Kampus Rayna yang tadi di Mall, kan?" tanya Dania. "Iya, Tante. Maff ganggu malam-malam. Aku tadi masak banyak, ini dicobain," ucap Guriko memberikan sesuatu ditangannya pada Dania.

__ADS_1


Dania mengambilnya dan melihat ke piring tersebut, ada seporsi steak yang berisi  cukup banyak. "Kamu masak sendiri?" tanya Dania. "Iya, Tan. Dimakan, ya, dan semoga suka," ucap Guriko. "Kamu tahu Rumah Rayna dari mana?" tanya Dania bingung. "Oh, kebetulan kita tetanggaan, Tan. Itu, Rumah Aku di sebelah," ucap Guriko menunjuk ke arah Rumahnya yang terletak di samping kanan rumah Rayna. Dania mengangguk.


"Rayna-nya ada, Tan? Aku ada urusan Kampus sama dia," ucap Guriko. "Oh, kami sedang makan malam. Maasuk aja kalau gitu," ucap Dania. Guriko pun tersenyum dan mengikuti Dania masuk ke rumah. Randy melihat heran pada Dania, kenapa juuga istrinya itu justru mengajak orang lain masuk dan mengganggu acara makan malam mereka.


"Ade ada temannya, katanya ada urusan Kampus," ucap Dania. Rayna melihat bingung ke arah Guriko yang tengah tersenyum.  "Kamu yang tinggal di sebalah, kan?" tanya Randy. "Iya, Om," jawab Guriko. kalian saling kenal?" tanya Dania dan Rayna bersamaan. "Tidak, kalau nggak salah, kamu yang pernah menolong Rayna saat kecelakaan kemarin, bukan?" tanya Randy. Guriko tersenyum dan mengangguk. Sedangkan Dania terlihat terkejut.


"Kalian ngapain, sih? Ada siapa emang?" tanya Raydan yang merasa bingung karena tak melihat keluarganya di meja makan. Dania, dan Randy pun kembali duduk. Dania meletakkan steak yang Guriko beri, sementara Guriko masih berdiam diri sambil memperhatikan ketiga orang yang kini ada di hadapannya. "Ada teman Kampus Ade. Ayo kita lanjutkan makan malamnya," ucap Dania. Dania melihat ke arah Guriko yang terlihat seperti kebingungan. "Kamu ngapain masih di situ? Katanya ada urusan Kampus dengan Rayna. Kemarilah, kita makan malam bersama," ucap Dania. "Kenapa dia harus ikut makan malam bersama kita, Moms? Ini, kan, acara makan malam keluarga," ucap Rayna bingung. "Anggap saja, ini sebagai ucapan terimakasih kita, karena dia udah tolongin Ade," ucap Dania. "Kamu nggak keberatan, kan, Yang?" tanya Dania pada Randy.

__ADS_1


Randy berpikir sejenak, dan melihat Raydan. "Gimana, Bang?" tanya Randy. "Terserah, Abang ikut aja," ucap Randy. Randy melihat Guriko dan menyuruhnya duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Rayna. Saat Guriko duduk, Rayna sontak menggeser kursinya agak jauh dari kursi Guriko. "Ade kenapa?" tanya Dania. "Ade kegerahan, Moms. Kalau duduk dekat orang asing," jawab Rayna. Dania hanya menggelengkan kepalanya.


"Ayo, Om, Tan, cobain masakan Aku. Aku masak sendiri," ucap Guriko. "Benarkah?" tanya Randy tak percaya. "Iya, Om," jawab Guriko tersenyum. "Ade suka steak, bukan? Cobain ini," ucap Dania. Saat Rayna akan menolak, Dania sudah lebih dulu menaruh steak itu di piring Rayna. Dengan malas Rayna memakan steak itu. "Steak itu ada racunnya," bisik Guriko sembarang. Rayna membulatkan matanya dan menatap Guriko dengan tajam. "Racun cinta," bisik Guriko lagi. Rayna memutar bola matanya. "Nggak jelas," gerutu Rayna. "Jangan bicara. Makan dulu makanan kalian. Setelah ini, kalian boleh membahas urusan Kampus kalian," ucap Dania. Rayna dan Guriko pun terdiam, dan memakan makan malam mereka. Sementara dari layar laptop, Raydan terus memperhatikan Guriko.


"Sejak kapan kalian slaing kenal?" tanya Raydan pada Guriko. Namun Guriko hanya diam sambil mencari dari mana datangnya suara itu. "Maaf, apa Om bertanya?" tanya Guriko. "Kamu buta, ya? Abang Aku yang ngomong," ucap Rayna ketus. "Benarkah? Di mana dia?" tanya Guriko bingung. Rupanya Guriko belum menyadari keberadaan Raydan yang terlihat di layar laptop. "Kami sedang makan malam bersama Abangnya Rayna, itu dia," ucap Dania sambil menunjuk ke arah laptop. Guriko tersenyum canggung, bisa-bisanya dia baru menyadarinya.


"Maaf-maaf, Aku baru lihat," ucap Guriko. "Dari tadi lihat apaan, sih? Masa nggak lihat ada laptop di depan mata kamu," ucap Rayna. "Aku terlalu fokus melihat keluarga kalian yang terlihat harmonis sekali," ucap Guriko beralasan. "Apa perlu Aku ulangi pertanyaannya?" tanya Raydan. "Nggak perlu. Kami kenal sejak hari pertama Rayna masuk kuliah. Benar, kan, Ray?" tanya Guriko.  "Aku lupa," jawab Rayna. Randy dan Dania saling tatap, mereka bisa melihat ketidak sukaan Rayna terhadap Guriko. Mereka pun melanjutkan acara makan malam tersebut.

__ADS_1


Ting tong.


__ADS_2