Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 37


__ADS_3

Sesampainya di kediaman mama Randy.


Randy tersenyum melihat sang mama tengah menyiram tanaman di taman belakang rumah. Rumah itu tampak sepi karena hanya ada sang mama yang tinggal di sana dan beberapa asisten rumah tangga.


"Oma ..!" panggil Rayna.


Sang Oma melihat ke arah Rayna dan tersenyum. Dia senang melihat anak-anak juga cucunya datang berkunjung ke rumahnya.


"Kalian datang? Mama pikir kalian sudah melupakan Mama," ucap mama Randy.


"Mama ini bicara apa? Mana mungkin kami melupakan Mama, maafkan kami karena baru datang berkunjung," ucap Dania.


Mama Randy tersenyum dan mencium pipi Rayna.


"Ade sudah semakin besar sekarang. Sudah memiliki kekasih," ucap mama Randy.


Rayna membulatkan matanya.


"Enggak, Oma. Ade enggak punya pacar," ucap Rayna.


"Benarkah? Bukankah kalian mengumumkannya di media?" tanya Mama Randy dengan bingung.


"Apa?" Rayna menelan air liurnya dan melihat ke arah Dania dan Randy.


"Ade ke kamar Papa dulu, gih. Istirahat," ucap Randy.


Rayna mengangguk dan pergi menuju kamar.


"Ada apa?" tanya mama Randy.


"Mama melihat beritanya?" tanya Randy.


"Tidak kalau tidak diberitahu sama si Ira," ucap mama Randy.


Ira adalah salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di kediamannya.


Randy mengerutkan dahinya.


"Ya, diakan suka berita gosip. Mama tahu dari dia," ucap mama Randy.


"Benarkah? Apa saja yang Mama ketahui?" tanya Randy.


"Ade sudah memiliki kekasih, dan kekasihnya seorang artis. Sepertinya pria itu pria yang tulus dan baik," ucap mana Randy.


"Hanya itu?" tanya Randy.


"Ya, memangnya ada lagi?" tanya mama.


Randy menghela napas perlahan. Beruntunglah karena sang Mama tidak melihat berita tentang Rayna dan Kevano tengah berada di sebuah basemant Mall.


Meski berita itu pun masuk ke berita gosip di televisi.


Namun Randy di buat kesal karena sang mama mengatakan Kevano pria baik-baik, karena kenyataannya tidak lah benar di mata Randy. Kevano bahkan anak yang kurang ajar dan berani mengatakan putrinya itu kampungan.


"Tidak ada. Sudahlah, jangan bahas anak itu," ucap Randy.


"Kenapa? Apa kamu tidak menyukai anak itu?" tanya mama.


"Tidak," ucap Randy dengan cepat.


"Memangnya kenapa?" tanya mama.


"Ade masih terlalu muda, dia tidak pantas dengan pria itu," ucap Randy.


"Ade sudah lulus Sekolah, dia sudah besar," ucap mama.

__ADS_1


"Tidak, masih kecil," ucap Randy.


"Kalau hanya dekat memangnya kenapa? Kalian bahkan menikah dari masih Sekolah," ucap mama sambil menatap Randy bergantian dengan Dania.


"Itu berbeda, Ma. Waktu itu kami menikah karena sebuah kecelakaan," ucap Randy.


"Kamu benar. Karena itu, jangan sampai Ade membuat kesalahan," ucap mama.


"Maksud Mama?" Randy menatap sang mama dengan tatapan bingung.


"Iya, jangan sampai Ade berbuat nekat, karena kamu tidak merestui hubungannya dengan pria itu," ucap mama.


"Berbuat nekat gimana, Ma?" tanya Randy yang lagi-lagi dibuat kebingungan.


"Ya, seperti kamu dulu. Kamu membawa Dania ke Australia saat tahu Papanya ingin memisahkan kamu dari Dania," ucap mama.


Randy dan Dania saling tatap.


Kini mereka mengerti maksud ucapan sang mama.


"Ini berbeda, Ma. Saat itu aku kesal dan tak ingin keluargaku hancur. Lagi pula, itu karena ke salah pahaman," ucap Randy.


"Ya, ke salah pahaman dari masa lalu nakal kamu," ucap mama.


Randy menghela napas.


"Sudahlah, Mama tidak tahu, kan, anak itu pria seperti apa? Dia bahkan tidak sebaik yang Mama pikirkan," ucap Randy dengan nada mulai kesal.


"Memangnya ada apa sama anak itu? Apa dia berbuat aneh-aneh sama Ade?" tanya mama.


Randy menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin dia memberi tahu mamanya bahwa Kevano sudah melecehkan Rayna. Bisa jantungan mamanya mendengar kabar tentang cucunya itu.


"Ehheumm ... Bagaimana kabar Mama?" tanya Dania.


Dania mencoba mengalihkan pembicaraan, dia tak ingin mama mertuanya dan suaminya itu terus berdebat.


Dania membulatkan matanya, dia tak menyangka mama mertuanya itu menyadari maksudnya.


"Bukan, aku ingin tahu kabar Mama," ucap Dania.


"Kenapa baru bertanya sekarang?" tanya mama.


Dania tersenyum kikuk, dia memang terlambat menanyakan keadaan mama mertuanya itu.


"Maaf, Ma," ucap Dania.


"Kalian bahkan baru datang, Mama kesepian semenjak Papa kalian tidak ada," ucap mama.


"Maafkan kami, Ma. Bagaimana kalau Mama tinggal bersama kami saja?" tanya Dania.


Randy menatap Dania, dia tak menyangka istrinya itu akan meminta sang mama untuk tinggal bersama.


"Tidak, Mama punya rumah sendiri. Di rumah ini terlalu banyak kenangan bersama Papa kalian," ucap mama.


Dania menghela napas pelan, sebetulnya dia tak keberatan jika mama mertuanya itu ingin tinggal bersamanya.


"Mama hanya butuh kalian sering-sering datang berkunjung," ucap mama.


"Akan kami usahakan, Ma," ucap Dania.


Dania pun pamit untuk menyusul Rayna ke kamar, membiarkan anak dan ibu itu berdua saja.


******


Sementara di kamarnya, Rayna mendengus kesal karena ponselnya terus saja berdering. Berkali-kali nomor baru itu meneleponnya, namun dia tak juga mengangkat telepon itu.

__ADS_1


Ya, siapa lagi jika bukan Kevano. Si pria yang sudah membuat hari-hari Rayna menjadi buruk.


Rayna pun kesal sendiri dan menjawab telepon itu.


"Kenapa, sih? Sudah aku bilang, jangan ganggu aku ..!" ucap Rayna dengan kesal.


"Aku cuma mau menyapa kamu, apa yang salah?" tanya Kevano.


"Tentu saja salah. Gara-gara kamu Papa aku jadi semakin over protektif sama aku," ucap Rayna dengan kesal.


"Maaf Rayna, aku enggak ada maksud bikin kamu kesulitan," ucap Kevano.


"Kepalamu, tidak ada maksud kamu bilang? Tapi, semenjak kita bertemu hidup aku jadi susah," ucap Rayna.


"Aku kan sudah bilang, aku beneran suka sama kamu," ucap Kevano.


"Aku enggak suka sama pria enggak sopan kayak kamu," ucap Rayna.


"Untuk masalah aku mencium kamu waktu itu, aku minta maaf. Kamu mau kan maafin aku?" tanya Kevano.


"Tidak, kamu terlalu banyak kesalahan," ucap Rayna.


"Apalagi kesalahan aku? Aku akan minta maaf lagi dan lagi sampai kamu mau maafin aku," ucap Kevano.


"Kamu enggak sopan sama orangtua aku, dan aku benci sama kamu," ucap Rayna.


"Masalah itu, aku terbawa emosi saat itu," ucap Kevano.


"Terserah, yang jelas aku enggak suka sama kamu, dan enggak akan pernah suka sama kamu," ucap Rayna dan akan mematikan teleponnya.


Namun dia mengurungkan niatnya begitu kembali mendengar suara Kevano.


"Baiklah aku salah, kamu boleh benci sama aku. Tapi, aku juga manusia biasa. Aku bisa terbawa emosi juga. Waktu itu aku datang baik-baik ke rumah kamu, aku beranikan diri ketemu sama orangtua kamu untuk minta maaf. Tapi, kamu tahu sendiri bukan respon orangtua kamu seperti apa? Papa kamu bahkan memukulku sebelum aku menjelaskan semuanya. Masalah aku yang mengatakan pada media kalau kita berdua sepasang kekasih, aku tahu aku salah. Tapi, aku enggak ada maksud untuk mempermainkan kamu. Aku beneran suka sama kamu, entah bagaimana awalnya. Tapi, aku enggak bisa bohongi perasaan aku," ucap Kevano.


Rayna terkekeh mendengar ucapan Kevano.


"Sudahlah, mana mungkin kamu suka sama cewek kampungan kayak aku," ucap Rayna.


Rayna masih kesal jika teringat ucapan Kevano yang mengatakan dirinya gadis kampungan di depan Randy dan Dania.


Rayna dapat mendengar embusan napas kasar dari dalam telepon.


"Baiklah, aku salah. Aku emosi saat itu, tolong mengerti," ucap Kevano.


"Sudahlah, jangan ganggu aku lagi," ucap Rayna dan langsung memutuskan telepon itu.


Jantung Rayna berdegup kencang saat teringat pernyataan Kevano menyukainya.


Dia memegang dadanya, jantungnya berdetak tak beraturan dan membuatnya sangat tak nyaman. Rayna memang tak pernah mengerti apa itu cinta atau bukan, dia pun tak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta karena belum pernah merasakannya.


Tanpa Rayna sadari sedari tadi Dania mendengar percakapannya dengan Kevano di telepon.


Dania menghela napas berat, sepertinya dia harus melakukan sesuatu agar Kevano tak lagi mengganggu Rayna.


******


Sementara di sisi lain, Kevano mendengus kesal. Dia mengusap wajah kasar.


"Bodoh ..!" umpat Kevano.


Dia kesal pada dirinya sendiri, dia tak bisa mengontrol emosinya di depan orangtua Rayna saat itu, sehingga dia pun berkata kasar. Namun bukan itu yang membuatnya kesal, dia kesal karena mendengar jawab Rayna yang mengatakan Rayna tidak menyukainya karena dia pria yang kurang ajar.


Kevano terkekeh saat teringat pertama kali dia bertemu Rayna dan membawanya ke apartemen miliknya.


Rayna bahkan menganggapnya seorang gay saat itu.

__ADS_1


"Lucu sekali dia, aku ingin melihat wajah polosnya lagi," gumam Kevano sambil tak hentinya tersenyum membayangkan wajah Rayna.


__ADS_2