Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 99


__ADS_3

Prosesi ijab qobul telah selesai dilaksanakan. Ralisya pun bergegas pergi ke kamar ganti Rayna untuk menjemput Rayna. Tak hanya ada Rayna, di sana pun ada Raydan yang menemani Rayna.


"Apa kalian yang akan membawaku ke hadapan Kevano?" tanya Rayna.


Raydan dan Ralisya saling tatap satu sama lain dan mengangguk. Rayna pun tersenyum dan merangkul lengan Raydan menggunakan tangan kirinya dan merangkul lengan Ralisya menggunakan tangan kananya.


"Ayo!" ajak Rayna.


"Hei, Kakak ipar! Mana boleh pengantin wanita seperti ini. Berjalanlah yang manis," ucap Ralisya. Biasanya pengantin wanita akan kesulitan berjalan karena kain panjang yang menutupi lekukan kakinya tetapi Rayna justru dengan ceroboh tak menyadari bahwa dia tengah memakai kebaya dan tengah menjadi seorang pengantin.


"Aku lupa," ucap Rayna.


"Ya ampun! Dia terlalu antusias," ucap Raydan.


Ralisya tersenyum.


"Biarin aja, sih. Inikan harinya pengantin, jadi bebas ngapain aja. Tapi nanti, saat malam hari," ucap Ralisya terkekeh.


Raydan pun ikut terkekeh.


"Aku juga mau dong bebas ngapain aja sama kamu," ucap Raydan.


Rayna sontak memukul bahu Raydan saat mendengar ucapan ngawur Raydan.


"Ya, nanti. Setelah menikah," ucap Raydan.


Ralisya tersipu mendengar ucapan Raydan. Entah mengapa, mendengar kata 'menikah' yang keluar dari mulut Raydan membuatnya merasa bahagia. Seperti ada ribuan kupu-kupu yang tengah beterbangan mengelilinginya.


"Huh! Kalian ini. Aku kapan, dong, ketemu Suamiku?" ucap Rayna.


"Astaga! Aku jadi lupa. Mari, Kakak ipar!" ucap Ralisya menuntun Rayna. Rayna pun tersenyum dan mulai melangkah. Benar saja, dia kesulitan berjalan karena kain itu.


Raydan menghela napas melihat Rayna berjalan pelan sekali.


"Abang!" Rayna memekik saat Raydan mengankat tubuhnya dan menggendongnya ala bridel style.


"Sayang! Kamu ngapain gendong Rayna?" tanya Ralisya terkejut.


"Iya, ih, Abang! Turunin nggak!" ucap Rayna sambil memberontak meminta diturunkan.


"Habisnya kasihan banget, jalannya kayak gitu," ucap Raydan.


"Tapi--" Ralisya belum sempat menyelesaikan ucapannya tetapi Raydan langsung menyelanya.

__ADS_1


"Nanti Cupie yang aku gendong. Gantian, ya," ucap Raydan sambil tersenyum manis.


"Ish ... Apaan, sih?" Wajah Ralisya pun memerah merasa malu. Pasalnya, pertama kalinya Raydan menggodanya di depan orang lain setelah mereka resmi menjalin hubungan. Meski di depan Rayna, Ralisya tetap saja merasa malu.


"Lagipula, ini adalah terakhir kalinya aku menggendong Rayna. Setelah ini, Suaminyalah yang akan menggendongnya," ucap Raydan.


Ralisya tak mengatakan apapun lagi dan membiarkan Raydan menggendong Rayna menuju Kevano. Rayna pun tak lagi melakukan penolakan, dia membiarkan Raydan menggendongnya untuk terakhir kalinya.


Sesampainya di dalam ballrom.


Semua orang tampak terkejut melihat Raydan menggendong Rayna, termasuk Kevano. Kevano bahkan bergegas menghampiri Rayna.


"Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Kevano cemas. Dia berpikir terjadi sesuatu pada Rayna sehingga Rayna tak dapat berjalan sendiri.


Tak lama datanglah Randy dan Dania. Mereka pun menanyakan hal yang sama seperti Kevano. Tampak raut cemas terlihat di wajah Randy dan Dania.


"Ade kesusahan jalan karena kainnya. Makanya Abang gendong," ucap Raydan.


Semua orang menatap Raydan tak percaya. Kevano pun segera mengambil alih menggendong Rayna.


"Lain kali, kamu bisa meminta bantuanku," ucap Kevano.


"Yang benar aja. Masa cemburu sama Kakak iparmu sendiri," ucap Raydan.


"Bukan, bukan begitu. Aku cuma cemas," ucap Kevano berkilah. Sejujurnya, dalam hati Kevano memang tak rela istrinya itu disentuh oleh pria lain meski oleh Raydan sekalipun.


Mereka pun pergi menuju meja ijab qobul. Kevano mendudukan Rayna dan membisikan sesuatu di telinga Rayna.


"Kenapa aku baru sadar, kalau ada bidadari kasat mata di dunia ini?" bisik Kevano.


"Apaan, sih? Jangan berlebihan. Semua orang memperhatikan kita," ucap Rayna.


Kevano pun tersenyum dan tanpa sadar mengecup pipi Rayna. Rayna pun terkejut dan mendorong wajah Kevano menjauh dari wajahnya.


"Ish ... Kita udah sah, lho," ucap Kevano..


"Benar, sudah sah. Tetapi, sebaiknya kita selesaikan doa dulu. Setelah itu--" pak penghulu tak melanjutkan ucapannya saat Randy mengeluarkan suara.


"Kalian ini, benar-benar!" ucap Randy.


Kevano berdehem dan kembali ke posisi duduk yang tenang. Tak hentinya dia menggenggam tangan Rayna yang membuat Rayna ingin tertawa karena dirinya seperti akan menyebrang saja. Kevano bahkan baru melepaskan tangan Rayna begitu doa dimulai dan semua orang meng-aamiinkan doa tersebut.


Setelah selesai, Kevano memakaikan cincin pernikahan di jari manis Rayna. Sebuah cincin bermatakan berlian berwarna pink berbentuk pear yang sekelilingnya di hiasi berlian-berlian kecil berwarna putih. Kevano memilih sendiri cincin itu, karena Rayna mempercayakannya pada Kevano. Rayna tak menuntut cincin pernikahan yang mewah dan akan menerima apapun yang Kevano berikan. Kevano pun sengaja memilihkan berlian berwarna pink karena berlian itu amat langka. Harganya pun pantas untuk Rayna. Betul apa yang Randy bilang, Rayna memang lebih berharga dari berlian langka sekalipun. Sedangkan cincin dirinya sendiri hanya bermatakan berlian pink kecil sebagai pelengkap saja.

__ADS_1


Setelah selesai saling memakaikan cincin, Kevano akan mencium dahi Rayna. Namun, kegiatannya terhenti saat ada photograper yang mengatakan, bahwa dia akan mengambil adegan tersebut. Kevano menarik napas dalam dan mencium dahi Rayna hingga beberapa saat sampai photografer itu mengatakan telah selesai mengambil gambar.


Kevano melihat Randy dan Dania. Dania hanya tersenyum, sementara Randy melihatnya tanpa ekspresi.


Enakan setelah halal. Aku nggak kena semprot papanya Rayna pas cium anaknya, batin Kevano. Rasanya dia ingin tersenyum penuh kemenangan. Namun, dia tahan dan hanya menarik napas dalam lalu membuangnya perlahan.


*****


Satu persatu acara sudah selesai dilewati. Tak terasa waktu cepat berlalu. Semua orang tampak bahagia dan menikmati makan malam bersama. Ada beberapa rekan Randy yang datang juga. Mereka sengaja ingin menyaksikan prosesi akad anak perempuan Randy satu-satunya.


Sementara Kevano dan Rayna pun tak kalah bahagia, keduanya duduk bersama. Kevano bahkan menyuapi Rayna makan malam. Rayna tak hentinya ingin tertawa saat melihat Kevano terus saja memaksanya untuk memakan makanan yang Kevano berikan.


Sedangkan di meja lainnya, Raydan dan Ralisya pun duduk bersama. Keduanya pun ikut bahagia dan menikmati acara itu.


"Oh, ya, Cupie. Berapa lama kita nggak ketemu?" tanya Raydan.


"Em ..." Ralisya tampak berpikir.


"Entahlah, pokoknya dari setelah kita lulus sekolah dan hari perpisahan itu, terus kamu langsung ke Jerman," ucap Ralisya.


Raydan mengangguk.


"Apa kamu mencintaiku?" tanya Raydan.


"Hah?" Ralisya tampak terkejut mendengar pertanyaan Raydan.


Belum sempat pertanyaan Raydan dijawab oleh Ralisya, ponsel Raydan berdering dan terlihat nama Clarie beserta foto profil Clarie dan dirinya. Panggilan video dari Clarie. Ponsel berada di atas meja dan Ralisya melihatnya sekilas dan tak begitu jelas.


"Siapa?" tanya Ralisya.


"Em ... Temanku. Aku akan jawab sebentar," ucap Raydan dan berlalu menjauhi Ralisya.


Raydan berjalan di sepanjang koridor menuju salah satu kamar ganti. Sesampainya di sana, dia menjawab panggilan kedua Clarie yang sebelumnya sempat mati karena Raydan tak langsung menjawabnya.


"Hai, Babe," ucap Raydan tersenyum manis saat terlihat wajah cantik Clarie di layar ponselnya.


Wajah Clarie tampak kesal. Clarie bahkan mengerucutkan bibirnya. Raydan pun terkekeh.


"You're so cute, Babe. I miss you so much," ucap Raydan.


Seketika Clarie tersenyum dan membalas kata rindu Raydan.


Keduanya tampak asik mengobrol, Raydan bahkan lupa bahwa dia meninggalkan Ralisya.

__ADS_1


Ceklek ...


Raydan sontak menoleh ke arah pintu saat terdengar suara pintu terbuka.


__ADS_2