Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 127


__ADS_3

Satu minggu berlalu.


kevano sudah berada di Bali untuk melakukan sesi pemotretan. Dia memiliki waktu dua hari untuk menyelesaikan pemotretan tersebut. Karena itu dia membawa Rayna ikut dengannya. Kebetulan juga Rayna tak ada jadwal kuliah.


Rayna duduk dikursi, menemani Kevano melakukan pemotretan. Sedangkan Kevano sudah selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian pantai pria, dan celana pendek sedikit di atas lutut. Tubuhnya yang tinggi membuatnya celana itu sedikit memperlihatkan paha putihnya.


"Kamu butuh sesuatu?" tanya Kevano.


Rayna melihat meja di sampingnya. Semua sudah tersedia di sana.


"Nggak, aku nggak butuh apa-apa," ucap Rayna tersenyum.


Kevano mengusap kepala Rayna. Baik sekali Istrinya itu mau menemaninya bekerja.


"Kita masih menunggu apa lagi?" teriak Kevano.


"Kita masih menunggu Selly datang," ucap photografer.


"Apa? Apa maksudmu?" tanya Kevano heran. Mengapa harus ada Selly di sini?


"Ya, apa kamu tidak tahu? Pemotretan kali ini untuk mempromosikan pakaian pantai pria dan wanita. Dan Selly sebagai model wanitanya," ucap photografer.


Kevano melihat sang menejer penuh selidik. Dia menahan amarahnya dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Hai, semua. Apa aku terlambat?" Selly datang, dia tampak menyapa semua orang yang akan terlibat dalam sesi pemotretan tersebut.


Kevano melihat Selly dengan tatapan datar. Sungguh, rasanya ingin menenggelamkan diri di laut lepas. Yang benar saja dirinya harus terlibat pekerjaan dengan Selly. Dia merasa canggung, karena hubungannya dengan Selly sempat memanas.


Rayna hanya memperhatikan ekspresi Kevano. Mengapa sepertinya Kevano terlihat salah tingkah? Pikirnya.


Sementara Kevano mencoba menepiskan rasa tak nyaman itu, sebisa mungkin dia bersikap profesional.


Selly membuka outer yang menutupi tubuhnya. Kini dia memakai bikini yang menampilkan belahan dadanya, sedangkan tubuh bagian bawahnya terbalut kain pantai yang diikat. Selly benar-benar seksi.


"Ayo, pemotretan kita mulai sekarang!" ucap photografer.


Pose pertama, Photografer mencoba mengarahkan pose santai. Dia mana keduanya tiduran di atas kursi santai yang berbeda dengan mata masing-masihg tertutup kacamata.


Pose kedua, Kevano dan Selly tampak duduk di pinggir pantai sambil tertawa lepas. Seolah keduanya tengah asik menertawakan sesuatu.


Pose ketiga, di mana Kevano dan Selly duduk bersampingan dengan saling tatap satu sama lain.


Setelah itu, pose selanjutnya Selly diminta membuka kain pantai yang menutupi bagian bawahnya. Di saat Selly akan membuka ikatannya, Kevano pun mengangkat tangannya. Lagi-lagi Rayna hanya memperhatikan ekspresi Kevano.

__ADS_1


"Stop! Apa harus dibuka?" tanya Kevano.


"Ya, sesi menampilkan kain pantai sudah selesai. Kini adalah sesi utama. Di mana bikini itu terlihat seluruhnya," ucap photografer.


"Hm ..." Kevano diam saja mendengar penjelasan sang photografer.


Dia mengikuti arahan photografer untuk berpose selanjutnya.


Dan dipose terakhir, lagi-lagi Kevano protes. Di mana pose itu amat intim baginya. Yang benar saja, Kevano harus meletakan kepalanya di atas paha Selly yang hanya memakai bikini seseksi itu. Tubuh bagian bawah Selly bahkan audah tak terbalut kain tadi.


Rayna mulai gelisah melihat semua itu. Dia beranjak dari duduknya dan meninggalkan tempat pemotretan. Dia kembali ke hotel. Tak tahan rasanya jika harus menyaksikan suaminya berpose seperti itu dengan wanita lain.


"Aku keberatan!" ucap Kevano.


"Ayolah, ini sesi terakhir. Setelah itu selesai untuk hari ini," ucap photografer.


"Aku ingin posenya diganti," ucap Kevano.


"Cobalah profesional," ucap menejer Kevano.


"Kamu sialan! Membuatku terjebak dalam pemotretan gila ini!" kesal Kevano.


"Sejak awal kamu sudah menyetujui kontraknya, kenapa sekarang protes?" ucap menejer heran.


"Apa sejak awal kamu bilang? Kalau ada Selly juga di sini? Nggak, kan? Kalau aja aku tau, aku nggak akan pernah setuju!" kesal Kevano.


Photografer menghampiri sutradara, dia membicarakan maksud dari apa yang Selly bisikan tadi. Sutradara tampak berpikir sejenak.


"Oke, kita break dulu!" ucap sutradara.


Kevano masih tampak kesal. Dia benar-benar merasa tak nyaman.


Kevano menenggak minumannya, cuaca siang itu begitu terik. Dia duduk di kursi sambil melihat jauh ke tengah laut. Dia belum menyadari Rayna sudah tak ada di sana.


"Apa masalahmu?" tanya Selly yang tiba-tiba saja duduk di samping Kevano.


Kevano melihat Selly.


"Ini adalah pekerjaan, kenapa nggak coba profesional?" ucap Selly.


"Dengan pose tadi? Sungguh gila!" ucap Kevano terkekeh.


"Apanya yang gila? Itu biasa dalam dunia pemotretan. Aku bahkan udah nggak asing," ucap Selly.

__ADS_1


"Kasihan suamimu," ucap Kevano tersenyum.


"Maksudmu?" Selly tampak mengerutkan dahinya.


"Bukan apa-apa," ucap Kevano.


"Apapun yang terjadi diantara kita, itu adalah masalalu. Jadi tolong, setelah ini profesional lah dalam bekerja. Jangan sampai mereka kapok memakaimu sebagai model produk mereka lagi," ucap Selly.


"Aku nggak peduli. Biar aja mereka nggak pakai jasaku lagi. Dari awal, yang aku tahu aku hanya bekerja sendiri. Sialnya, menejerku nggak kasih tahu, kalau kamu terlibat juga di pemotretan ini," ucap Kevano.


"Apa kamu begitu benci aku? Bahkan kamu nggak mau terlibat pekerjaan sama aku," ucap Selly.


"Nggak, aku biasa aja. Cuman, kalau aku tahu sejak awal, kejadiannya kayak gini. Aku akan nolak," ucap Kevano santai.


"Sama aja. Jangan bilang, kamu masih ada perasaan sama aku, sampai kamu coba mengindari aku," ucap Selly.


Kevano melihat Selly dengan tatapan tak biasa. Bisa-bisanya Selly berpikir seperti itu.


"Apa kelihatan kayak gitu? Aku biasa aja. Istriku lebih cantik darimu," ucap Kevano terkekeh. Lucu sekali mendengar ucapan Selly.


Selly berdiri dan menatap Kevano dengan tatapan tajam. Kepala Kevano sontak mendongak melihat Selly. Kevano terkekeh dan bangun dari duduknya. Dia meninggalkan Selly yang entah tengah memikirkan apa. Yang jelas wajahnya terlihat kesal.


Kevano melihat ke tempat duduk Rayna dan tak menemukan Rayna di sana. Pandangannya mencari Rayna di sekitar pantai, tetapi tak ada Rayna di sana.


"Kemana dia?" gumam Kevano.


Kevano memanggil menejernya, meminta ponselnya dan menghubungi nomor Rayna. Tak ada jawaban dari Rayna. Membuat Kevano menjadi cemas.


"Ayo semuanya. Kita lanjut pemotretan terakhir," ucap photografer.


Kevano mengembalikan ponselnya pada sang menejer. Dia pun kembali bersiap untuk sesi terakhir dari pemotretan tersebut.


"Oke ... Untuk kenyamanan semua pihak. Posenya tetap sama, tapi Selly akan menutup tubuhnya dengan kain pantai tadi. Apa kamu setuju, Kev?" ucap photografer.


"Ya sudah, kita selesaikan saja secepatnya," ucap Kevano tak sabar. Dia ingin segera menemui Rayna.


Selly duduk di tepi pantai, dia sedikit merebahkan tubuhnya tetapi kepalanya tak sampai menyentuh pasir pantai. Kepala Selly mendongak ke atas sedikit sambil memejamkan matanya menahan sinar matahari dan sambil tersenyum. Kaki kanannya di tekuk sedikit, dan kaki kirinya dibiarkan lurus sehingga belahan kain pantai itu memperlihatkan pahanya hampir sepenuhnya . Kevano meletakan kepalanya di antara kedua paha Selly, dan pemotretan pun dilakukan.


Kevano beranjak saat semuanya telah selesai. Masih ada satu hari lagi untuk menyelesaikan pemotretan itu.


Kevano bergegas kembali ke hotel. Dia melihat Rayna yang tertidur.


"Jadi, dia tidur?" gumam Kevano.

__ADS_1


Kevano pergi ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena seharian terkena teriknya matahari.


Selesai membersihkan tubuhnya, Kevano keluar dari kamar mandi, dia terkejut melihat Rayna sudah terbangun. Tapi bukan itu, yang membuat Kevano terkejut karena mata Rayna begitu sembab.


__ADS_2