Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 26


__ADS_3

Pak Eko pun menjelaskan apa yang dia lihat di basemant tadi.


Dania membulatkan matanya, dia sungguh terkejut mendengar pria yang dia ketahui pernah mencium Rayna itu, lagi-lagi mengganggu Rayna.


Dada Dania terasa sesak, dia jadi teringat kejadian 24 tahun yang lalu saat Randy melecehkannya dan membuatnya sampai harus menikah dengan Randy.


Dania sungguh takut jika Rayna sampai harus mengalami hal yang sama dengannya.


Dania bergegas ke kamar Rayna, terlihat Rayna tengah menangis tersedu-sedu sambil memeluk bantal.


"Ade baik-baik saja?" tanya Dania.


Rayna menggelengkan kepala.


"Maafin Ade, Mommy. Ade enggak bisa jaga diri." ucap Rayna.


Dania menggelengkan kepalanya, dia mengusap lembut kepala anak gadisnya itu.


Anaknya yang begitu sensitif, ada rasa cemas yang Dania rasakan.


"Dia cium Ade, Moms. Ini sudah kedua kalinya ." ucap Rayna.


Dania terdiam, lagi-lagi dia teringat akan apa yang Randy lakukan dulu padanya.


"Apalagi yang dia lakukan pada Ade?" tanya Dania.


"Enggak ada." ucap Rayna sambil menggelengkan kepalanya.


Dania pun menghela napas lega, setidaknya apa yang dia takutkan tak terjadi.


"Ade istirahat, ya." ucap Dania.


Rayna pun mengangguk dan membaringkan tubuhnya.


"Kamu disini, yank?" tanya Randy yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Rayna.


Rayna terperanjat dan segera duduk.


"Ade kenapa? Ade nangis?" tanya Randy dengan cemas.


Randy pun semakin mendekat ke arah Rayna dan menatap lekat wajah Rayna. Dia menyentuh luka di bibir Rayna dan membuat Rayna sampai meringis kesakitan.


"Kenapa ini?" tanya Randy.


Rayna menundukkan kepalanya.


Randy melihat ke arah Dania saat Dania mengusap lengan Randy.


"Ade baru saja pulang sekolah, dia perlu istirahat." ucap Dania.

__ADS_1


Randy mengangguk dan mengajak Dania keluar dari kamar Rayna.


"Ade kenapa?" tanya Randy.


Dania menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan.


"Aku takut, apa yang aku alami dulu, terjadi sama Ade." ucap Dania.


Randy mengerutkan dahinya.


"Apa maksud kamu?" tanya Randy.


"Pria itu lagi-lagi melecehkan Ade " ucap Dania.


"Apa? Siapa yang kamu maksud?" tanya Randy.


"Kamu ingat, pria yang malam itu mencium Ade? Tadi, Ade bilang pria itu mencium Ade lagi untuk kedua kalinya." ucap Dania.


Randy membulatkan matanya, dia mengepalkan tangannya dengan kuat, rahangnya pun ikut mengeras.


"Brengsek ..!" umpat Randy.


"Kamu mau kemana?" tanya Dania saat melihat Randy yang akan pergi menuruni anak tangga.


"Aku mau kasih pelajaran pada anak itu." ucap Randy.


Dania menahan tangan Randy, dan menggelengkan kepala.


"Mana bisa begitu, aku mau kasih pelajaran sama anak kurang ajar itu." ucap Randy.


"Yank, please! Jangan gegabah, dia itu aktor. Jangan sampai masalah ini tercium media, kasihan Ade " ucap Dania.


"Jadi, aku harus apa? Apa aku harus diam saja melihat anak kita di lecehkan?" tanya Randy dengan geram.


Dania menggelengkan kepalanya, dia pun benar-benar bingung harus berbuat apa.


"Dimana Abang?" tanya Randy.


"Abang belum pulang." ucap Dania.


"Lagi?" ucap Randy dengan nada tak percaya, karena lagi-lagi anak laki-lakinya itu tak ada di saat adiknya tengah terkena masalah.


"Dia minta ijin sama aku, katanya ada tugas kelompok sama teman-temannya." ucap Dania.


"Dan ,kamu mengizinkannya? Kamu membiarkan Ade pulang sendiri, begitu?" tanya Randy dengan nada kesal.


"Ade pulang sama Pak Eko." ucap Dania.


Randy mengembuskan napas kasar dan memanggil Pak Eko.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Pak Eko.


"Gimana bisa Bapak lalai begitu, ha? Kenapa kejadian ini bisa sampai menimpa Rayna?" tanya Randy dengan nada kesal.


"Maafkan saya. Saya lalai, Pak." ucap Pak Eko sambil menundukkan kepalanya.


"Pergilah." ucap Randy.


Pak Eko pun pergi meninggalkan Randy dan Dania.


Randy mengepalkan tangannya.


"Abang pulang." ucap Raydan saat memasuki rumah dan mulai menaiki anak tangga.


Dia pun menghampiri Randy dan Dania.


Randy menatap tajam ke arah Raydan.


"Sudah berapa kali Papa bilang, ha? Jangan tinggalkan Adik kamu sendirian ..!" ucap Randy dengan nada kesal.


"Kamu apaan, sih? Kenapa marahin Abang?" tanya Dania dengan bingung.


"Kenapa? Ini semua gara-gara kamu (menunjuk Dania) Karena kamu, Ade mengalami semua ini." ucap Randy dengan kesal.


Dania membulatkan matanya, dia tak menyangka Randy akan menyalahkannya atas apa yang terjadi pada Rayna.


"Ini ada apa sih, Moms, Pa?" tanya Raydan dengan bingung.


"Sana, samperin Adik kamu," perintah Randy.


Raydan menelan air liurnya, dia dapat melihat Papanya tengah terlihat marah.


Raydan pun mengangguk dan pergi ke kamar Rayna.


"Apa maksud kamu nyalahin aku?" tanya Dania.


"Iya, kalau saja kamu enggak membiarkan Ade pulang tanpa Raydan, sudah jelas semua ini enggak akan terjadi." ucap Randy.


Dania mengepalkan tangannya, memangnya apa salahnya? Dia hanya mencoba memberikan kebebasan belajar pada anak-anaknya, dia saja tak menyangka Rayna akan mengalami kejadian memalukan itu.


"Sudahlah, sebaiknya kita intropeksi diri, dan tak perlu saling menyalahkan." ucap Dania.


"Apa maksud kamu?" tanya Randy dengan bingung.


"Selama ini kamu terlalu parno. Karena itu, pikiran-pikiran buruk yang ada di kepala kamu menjadi kenyataan." ucap Dania.


"Aku enggak ngerti." ucap Randy.


Dania menarik napas dalam dan mengembuskan nya perlahan.

__ADS_1


"Kamu terlalu takut apa yang terjadi pada aku dulu, akan terjadi pada Ade. Seharusnya kamu buang pikiran buruk itu jauh-jauh. Kamu tahu, terkadang apa yang ada dipikiran orang tua itu, bisa menjadi sebuah doa. Dan, kamu tahu, doa orang tua itu selalu didengar. Kamu terus memikirkan ketakutan kamu akan hal buruk yang mungkin terjadi pada Rayna. Karena itu, semua ini terjadi. Harusnya, kamu bisa berpikir positif. Atau mungkin, ini memang akibat dari perbuatan kamu dimasa lalu." ucap Dania dan berlalu meninggalkan Randy yang terdiam mematung mendengar ucapan Dania.


__ADS_2