Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 92


__ADS_3

Keesokan harinya.


Keadaan Rayna sudah jauh lebih baik, dia pun sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter. Kevano dan Randy menjemput Rayna di Rumah Sakit. Kini kedua pria itu tak lagi bersitegang saat bertemu, tak seperti saat dulu di mana Randy selalu emosi saat melihat Kevano. Randy pun mencoba mengesampingkan egonya demi kebahagiaan Rayna, Rayna adalah miliknya dan Dania yang berharga selain Raydan. Tentu sebagai orangtua tak ingin melihat anaknya bersedih.


Orangtua Kevano pun langsung menyusul ke kediaman Rayna. Mereka sudah tak salah paham lagi mengenai kehamilan Rayna dan mereka pun menerima Rayna dengan lebih terbuka lagi.


"Bagaimana keadaanmu, Nak?" tanya mama Kevano. Terlihat calon mama mertuanya itu menyukai Rayna. Dia pun memiliki anak perempuan, dia tak ingin anaknya diperlakukan tak baik kelak saat memiliki mertua.


"Aku udah lebih baik, Tante," jawab Rayna.


"Panggil Mama saja, kamu akan menjadi menantuku, Istri dari anakku," ucap mama Kevano.


Rayna tersipu malu, ini pertama kalinya dia akan memanggil orang lain dengan sebutan mama. Rayna pun duduk disamping mama Kevano.


Tak lama terdengar suara mobil, dan terlihat mobil orangtua Dania memasuki halaman rumah. Tak hanya ada orangtua Dania, ternyata juga ada mama Randy. Mereka bertiga memasang wajah yang tak bersahabat. Entah apa yang membuat mereka terlihat kesal saat melihat Dania dan Randy.


"Ma, Pa. Kenapa kalian nggak bilang mau datang?" tanya Randy saat menyalami tangan ketiga orangtua itu.


"Kamu yang kenapa? Tidak memberitahu kami saat cucu kami telah melakukan lamaran, apa kalian sudah tidak menganggap kami?" ucap papa Hamish.


Dania dan Randy saling tatap, mereka terlihat bingung. Entah tahu dari mana orangtua mereka tentang lamaran Rayna, bahkan mereka belum memberitahu.


"Bibi yang bilang," ucap mama Rania.


"Kemarin Mama telepon ke rumah, dan katanya Rayna masuk Rumah Sakit setelah selesai lamaran," lanjut mama Rania.


Randy menghela napas dan tersenyum.


"Ini mendadak, Ma. Kami bahkan syok saat kemarin Rayna dilamar," ucap Randy.

__ADS_1


"Iya, jadi jangan salah paham dulu. Kami nggak mungkin lupa sama kalian. Kami belum sempat mengabari kalian karena kemarin Ade langsung masuk Rumah Sakit," ucap Dania.


"Ya sudah-sudah. Jangan berdebat, yang penting kita sudah ada di sini," ucap mama Randy mencoba bersikap bijak. Percuma juga dia marah pada anak-anaknya, lamaran pun telah selesai dilakukan.


Orangtua Randy dan Dania menyapa orangtua Kevano, mereka pun duduk bersama dan mengobrol santai.


"Kenapa tidak sekalian dilakukan pencarian hari baik saja? Semua keluarga sudah berkumpul di sini," ucap mama Rania.


"Apa? Apa harus sekarang? Ade bahkan belum sehat betul," ucap Randy.


"Ade udah sehat, kok, Pa," jawab Rayna antusias.


Semua orang sontak melihat ke arah Rayna dan terkekeh.


"Sepertinya Ade sudah tidak sabar ingin menikah," ucap mama Rania meledek.


Rayna pun menjadi canggung, apalagi saat Kevano terus terkekeh melihat dirinya.


"Habisnya kamu lucu, tapi aku juga sama kok, aku juga mau cepat-cepat nikahin kamu," ucap Kevano masih saja terkekeh.


"Ya udah, ah. Batal aja deh nikahnya," kesal Rayna sambil mengerucutkan bibirnya.


"Isshhh ... Jangan dong, aku bisa gila sebelum jadi suamimu," ucap Kevano.


Rayna pun tersenyum tipis.


Mereka semua pun mulai membicarakan tentang hari pernikahan Rayna. Karena lamaran sudah dilangsungkan kemarin, jadi tak akan ada acara pertunangan, melainkan akan langsung diadakan hari pernikahan dan resepsi pernikahan.


Rayna dan Kevano diminta diam saja oleh para sesepuh mereka. Para sesepuhlah yang akan mengurus segalanya. Mulai dari siapa saja yang diundang dan akan diadakan di mana pernikahan mereka kelak. Hanya saja, Rayna dan Kevano tetap diperbolehkan memilih konsep seperti apa untuk pernikahan mereka kelak. Rayna pun tentu saja diperbolehkan mengundang teman-temannya begitupun dengan Kevano. Bisa dipastikan, tamu yang akan diundang bahkan melebihi tamu undangan saat pernikahan Randy dan Dania dulu. Dulu hanya rekan bisnis orangtua Randy dan Dania sebagian besar undangannya. Namun, kini Randy pun memiliki rekan bisnis yang cukup banyak dan bahkan hampir di beberapa negara, begitupun dengan Dania. Tentu saja mereka akan mengundang rekan-rekan bisnis mereka juga.

__ADS_1


"Aku mau konsep pernikahan di pinggir pantai, bernuansa putih, yang artinya suci. Intinya, aku mau konsep outdoor dengan hembusan angin pantai," ucap Rayna.


Mereka pun menyetujui keinginan Rayna, dan Kevano akan mengikuti apapun keinginan Rayna. Apapun yang membuat Rayna nyaman dan bahagia, dia akan memberikannya.


"Kita akan menyewa sebuah pulau," ucap Randy.


"Apa? Pulau? Bukannya terlalu berlebihan, Pa? Kenapa nggak dipantai biasa aja," ucap Rayna.


"Kamu istimewa, bagaimana mungkin kami memberikan hal yang biasa saja? Apalagi ini adalah hari penting untuk Ade. Kami melakukan ini, karena kami ada. Karena itu kami mencoba memberikan yang terbaik untuk Ade," ucap Randy.


Rayna pun terdiam. Bagaimana mungkin dia akan bisa mengkhianati kedua orangtuanya yang begitu baik padanya? Bahkan apapun dilakukan demi kebahagiaannya. Rayna tahu, keputusan yang sulit saat sang papa menerima lamaran Kevano, tetapi tetap saja dilakukan demi kebahagiaannya.


Satu bulan dari hari ini, adalah hari pernikahan Rayna dan Kevano. Mungkin waktu yang singkat untuk mempersiapkan segalanya, tetapi dengan kekuasaan orangtua Dania dan juga Randy, tentu saja bukan hal sulit untuk menyiapkan segalanya. Mereka memiliki uang untuk membayar jasa orang-orang profesional untuk mempersiapkan pernikahan Rayna dalam waktu singkat.


Setelah selesai berunding, mereka pun kembali mengobrol santai, saling berecengkrama. Ditengah perbincangan, papa Hamish meminta Randy ikut dengannya karena ada yang harus dibahas tentang pekerjaan. Randy pun mengikuti papa Hamish menuju keluar rumah. Mereka berbicara dengan tetap berdiri dan saling berhadapan.


"Bagaimana rasanya?" tanya papa Hamish.


"Apanya?" tanya Randy bingung.


"Bagaimana rasana saat Rayna dilamar oleh kekasihnya?" tanya papa Hamish.


Randy menghela napas panjang dan tak mengatakan apapun.


"Apa yang kamu rasakan sekarang, adalah apa yang Papa rasakan dulu. Tapi, belajar dari apa yang terjadi diantara kita dulu, Papa harap kamu tak mengikuti jejak Papa," ucap papa Hamish.


"Setidaknya, pikirkan perasaan Rayna," ucap papa Hamish.


"Iya, aku akan mengingat ini. Aku hanya bingung memberitahu Raydan. Dia belum tahu Rayna akan menikah dengan laki-laki yang dia benci," ucap Randy.

__ADS_1


"Dia akan berpikir sama denganmu, kebahagiaan Ade adalah yang utama. Dia akan mengerti," ucap papa Hamish.


"Ya, semoga saja," ucap Randy. Randy hanya cemas, Raydan tak terima dan marah padanya karena menerima lamaran Kevano. Sedangkan Raydan tahu Randy membenci Kevano sebelumnya. Lalu sekarang? Entahlah, hanya Randy dan Tuhan yang tahu.


__ADS_2