Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 91


__ADS_3

Randy menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan.


"Saya menerima lamaran kamu," ucap Randy.


Bugh!


Semua orang terkejut saat terdengar sesuatu terjatuh. Seketika semua orang menjadi panik saat melihat Rayna tergeletak di atas lantai.


"Ade bangun!" Dania menepuk pipi Rayna. Dia benar-benar cemas melihat Rayna seperti itu.


Tanpa pikir panjang Kevano mengangkat tubuh Rayna dan membawanya keluar rumah.


"Kamu mau bawa anak Saya kemana?" tanya Dania marah.


"Kita akan ke Rumah Sakit, Tan. Aku cemas dengan kandungan Rayna," ucap Kevano tak kalah panik.


Orangtua Kevano terdiam, mereka syok mendengar ucapan Kevano.


Mereka semua pun meninggalkan rumah dan pergu menuju ke Rumah Sakit.


Reksi pun ikut menyusul ke Rumah Sakit.


Sesampainya di Rumah Sakit.


Semua orang menunggu Rayna tengah di periksa oleh Dokter.


Sementara orangtua Kevano menarik Kevano menjauh dari Randy dan Dania.


"Jadi, Rayna hamil? Kalian melakukannya sebelum pernikahan, dan karena itu kamu mendadak ingin melamarnya?" tanya papa Kevano.


Mama Kevano meneteskan air matanya, dia tak menyangka putra yang mereka banggakan justru mempermalukan keluarga.


"Aku bisa jelaskan semuanya, Pa. Tapi nanti. Sekarang, aku nggak bisa bilang apa-apa, aku cemas sama Rayna dan juga bayinya," ucap Kevano.


"Ya Tuhan, Mama nggak nyangka kejadian seperti ini terjadi di keluarga kita," ucap mama Kevano sedih. Dia berpikir Rayna hamil karena putranya. Kevano pun masih saja belum tahu kebenarannya.


Semua orang menghampiri dokter saat dokter selesai memeriksa Rayna.


"Gimana keadaan anak Saya?" tanya Dania cemas.


"Lelah, dan stress. Tapi semuanya akan baik-baik saja. Dia akan pulih cepat," ucap dokter.


"Lalu bayinya? Apa cucu Saya baik-baik saja?" tanya mama Kevano tak kalah cemas. Dia berpikir, biarpun anak itu hasil di luar pernikahan, tetapi tetaplah cucunya.


Dokter terlihat bingung dan mengangkat bahunya.

__ADS_1


"Pasien tidak sedang dalam keadaan hamil. Pasien tumbang karena kelelahan dan stress saja. Dan tidak ada janin dalam rahimnya," ucap dokter.


Orangtua Kevano dan Kevano pun bingung mendengar penjelasan dokter.


"Terimakasih, Dok. Anda bisa lanjutkan kegiatan Anda," ucap Randy. Dokter mengangguk dan pamit meninggalkan mereka.


Kevano melihat Randy.


"Anak Saya tidak hamil," ucap Randy.


"Apa? Bagaimana bisa? Bukannya kemarin Om bilanv dia hamil? Lalu, bukti testpack itu?" tanya Kevano bingung.


"Apa sebenarnya yang terjadi? Apa Anda mencoba menipu, dan menjebak anak Saya?" tanya papa Kevano sedikit marah.


Randy menghela napas dan menceritakan segalanya. Di mana Rayna sempat di fitnah dan kini masalah tersebut sudah selesai.


Kevano menghela napas lega dan tersenyum. Ternyata wanita yang dia ingin nikahi tidak pernah di sentuh oleh pria lain. Meski sebetulnya dia pun akan tetap menerima Rayna jika memang benar Rayna sedang mengandung anak dari pria lain.


Segila itukah orang yang tengah jatuh cinta? Bahkan tak peduli siapa orang yang dia cintai, dia hanya tahu, orang yang dia cintai adalah orang yang ingin dia miliki seutuhnya. Orang yang ingin dia jadikan pelabuhan cinta terakhirnya.


"Aku akan membahagiakan Rayna, Om. Aku janji!" ucap Kevano meyakinkan Randy.


Randy hanya diam tanpa ekspresi. Saat ini dia hanya memikirkan keadaan Rayna. Masalah lamaran Kevano, dia sudah memutuskan menerimanya, dan untuk pertunangan hingga pernikahan, bisa dibicarakan nanti saja.


"Kalian pulang dan istirahatlah, aku akan menemani Rayna di sini, kalian terlihat lelah," ucap Kevano.


"Aku nggak akan macam-macam, kok, Pa. Aku akan sabar menunggu hingga kami berdua menjadi pasangan yang halal," ucap Kevano memastikan bahwa tak akan lagi terjadi hal memalukan. Dia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, bahwa dia bisa menahan hawa nafsunya agar tak menyentuh Rayna hingga Rayna benar-benar menjadi miliknya.


"Pa?" semua orang bingung mendengar Kevano menyebut Randy dengan sebutan "Pa".


"Iya, Papa Mertua," ucap Kevano tersenyum.


Entah mimpi apa dia, hingga bisa memanggul orang yang sempat menjadi orang yang paling membencinya dengan sebutan papa. Dia bahkan tak menyangka akan menjadi bagian dari keluarga Randy.


Randy menghela napas dan memalingkan wajahnya, tak menghiraukan ucapan Kevano.


Orangtua Kevano pergi dari Rumah Sakit lebih dulu dan menginap di hotel. Sementara Dania pun pulang ke rumahnya. Tinggallah Randy dan Kevano yang menunggu Rayna.


Mereka duduk bersebelahan tanpa mengatakan apapun. Randy sudah terlihat lelah dan malam pun semakin larut.


Kevano berdehem dan Randy sontak melihat ke arahnya.


"Pa!" panggil Kevano.


"Jangan panggil Papa, Saya aneh sekali mendengarnya," ucap Randy dingin.

__ADS_1


"Kalau nggak dibiasakan, nggak akan terbiasa, Pa," ucap Kevano.


Kevano kini terlihat lebih humble terhadap Randy. Dia tak sekaku dulu saat baru mengenal Randy. Kevano pun baru menyadari, Randy tak segalak yang dia pikirkan. Seorang Ayah tegas demi melindungi putrinya tentu saja hal yang wajar. Dia pun akan melakukannya jika kelak telah menjadi seorang ayah.


"Ngomong-ngomong, terimakasih sudah menerimaku menjadi calon menantu di keluarga Papa. Seperti mimpi rasanya, aku akan menikahi Rayna," ucap Kevano.


"Saya pun seperti mimpi akan memiliki menantu kurang ajar seperti dirimu," ucap Randy datar.


"Aku akan menebus kesalahanku di masa lalu dengan menjadi Suami yang baik untuk Rayna," ucap Kevano.


"Saya harap begitu," ucap Randy singkat.


Kevano terperanjat begitu melihat Rayna membuka matanya. Dengan cepat dia menghampiri Rayna.


"Mau minum?" tanya Kevano.


Rayna menggelengkan kepalanya dan melihat Randy yang juga melihatnya.


"Mau ngomong berdua sama Papa," ucap Rayna.


Kevano mengangguk dan keluar dari ruang rawat Rayna. Membiarkan anak dan ayah itu bicara empat mata.


"Ada apa? Sebelah mana yang sakit?" tanya Randy cemas.


Rayna terdiam mentapa lekat wajah Randy.


Randy terlihat bingung dan menyentuh dahi Rayna. Memastika bahwa Rayna tidak demam dan baik-baik saja.


"Jangan membuat Papa semakin cemas. Bicaralah, katakan mana yang sakit?" ucap Randy.


Rayna menggelengkan kepalanya dan memegang tangan Randy.


"Kenapa Papa menerima lamaran Kevano?" tanya Rayna penasaran.


Bukankah papa membenci Kevano? gumam Rayna sendu.


Randy menghela napas dan tersenyum.


"Karena Papa ingin Ade bahagia, Papa menyayangi Ade. Papa hanya berharap, Papa tidak salah mengambil keputusan dan Kevano memang jodoh terbaik untuk Ade," ucap Randy tersenyum.


Tak ada yang tahu, tersimpan banyak kegelisahan di hati Randy. Bagaimana pun, anak gadisnya akan menjadi milik pria lain.


"Terimakasih sudah merawat Ade, sudah memberikan banyak cinta dan kasih sayang untuk Ade. Papa adalah, Papa terbaik untuk Ade. Terimakasih, sudah menyembuhkan luka di hati Ade, terimakasih karena tak membiarkan luka itu berlarut," ucap Rayna tersenyum dan memeluk Randy.


Randy terdiam, mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Rayna.

__ADS_1


Jadi, apa selama ini anak gadisku ini menderita? batin Randy.


__ADS_2