Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 115 (Bijaklah memilih bacaan)


__ADS_3

Rayna terkejut saat dengan cepat Kevano menarik tangannya. Tak hanya itu, entah setan apa yang merasuki dirinya, sehingga dia begitu bergairah menggerayangi tubuh Rayna. Kevano mengangkat tubuh Rayna dan dihempaskannya ke atas tempat tidur. Dia menindihh tubuh Rayna dan mencium bibir Rayna, tak lama ciumannya turun menuju leher, dan terus turun hingga sampai di perut Rayna. Dia mengendus perut Rayna berkali-kali. Diangkatnya pakaian yang Rayna kenakan hingga bibirnya langsung menyentuh perut Rayna.


"Kamu mau apa? Aku lagi datang bulan!" ucap Rayna.


Kevano menghentikan aktivitasnya dan berbaring di tempat tidur.


"Maaf, aku kangen soalnya," ucap Kevano tersenyum.


"Enak, ya, kalau udah halal. Nggak digampar kalau nyosor," lanjut Kevano sambil terkekeh.


Rayna pun tersenyum.


"Aku mau mandi, ah. Badanku panas, capek," ucap Kevano dan pergi menuju kamar mandi.


Rayna berniat menyiapkan baju untuk Kevano, tetapi dia ingat bahwa tak ada baju Kevano di sana selain hanya yang Kevano pakai saja. Kevano pun memberikan kopernya pada menejernya karena sejak awal tak berniat pulang ke Depok.


'Ya ampun, dia pakai apa dong? Nggak mungkin pakai baju yang tadi, kotor dong,' gumam Rayna.


Rayna mencari kaos miliknya, memilih yang berukuran besar agar bisa dipakai oleh Kevano. Dia pun menemukannya. Entah cukup atau tidak dipakai oleh Kevano.


Beberapa saat kemudian, Kevano keluar menggunakan handuk dan tampak bingung.


"Kamu kenapa?" tanya Rayna.


"Aku lupa bawa baju," ucap Kevano.


Rayna memberikan kaos yang tadi dia pilihkan.


"Apaan, nih?" tanya Kevano.


"Itu kaos aku, coba pakai. Muat nggak?" ucap Rayna.


Kevano memperhatikan kaos itu dengan seksama. Kecil sekali pikirnya. Bayangkan saja, ukuran L kecil dan dirinya biasa memakai ukuran XL.


Namun, Kevano tak banyak protes dan memakainya. Terlihat dia kesulitan saat memakainya. Rayna terkekeh melihat tubuh Kevano seperti lontong. Ketat sekali baju itu di tubuhnya.


"Hm ..." Kevano melihat dirinya dicermin, memperhatikan penampilannya sendiri dengan seksama.


"Damn it, Aku kayak banci," ucap Kevano.


Ha-ha-ha ...


Mereka tertawa geli.


"Terus, Hulk aku pakai apa, dong? Nggak mungkin, kan, aku pakai celana kamu juga. Bisa jebol tuh celana," tanya Kevano bingung.


"Hulk?" Rayna tampak bingung mendengar ucapan Kevano.


"Ini, yang di bawah." Kevano menunjuk ke arah bawah perutnya, tepatnya pada sesuatu di balik handuknya.


Plak!


"Lah ... Kok aku dipukul," ucap Kevano heran saat Rayna langsung memukul tangannya.


"Kenapa Hulk?" tanya Rayna tak mengerti.

__ADS_1


"Ya iya. Dia besar, berotot, dan tenaganya kuat," ucap Kevano terkekeh geli. Rayna pun ikut terkekeh. Mesum sekali suaminya itu, pikirnya.


"Apaan, sih. Nggak jelas," ucap Rayna masih terkekeh geli.


Kevano mencubit gemas pipi Rayna berkali-kali, bergantian menggelitik perut Rayna. Rayna pun mencoba menghindar tetapi Kevano terus saja menggodanya.


Srek ...


Tiba-tiba saja bagian ketiak baju yang Kevano pakai robek. Baju itu terlalu ketat dan Kevano pun tak bisa diam.


"Ah, tidak. Aku ternodai," ucap Kevano lagi-lagi terkejut saat handuknya tiba-tiba saja terlepas karena dirinya tak bisa diam.


Ha-ha-ha ...


Rayna tertawa keras sambil berlari keluar lamar.


"Sayang mau kemana?" teriak Kevano.


"Kabur, seram lihat Hulk," teriak Rayna sambil tertawa.


Kevano pun ikut tertawa dan memakai handuknya kembali. Dia melihat bajunya yang robek di cermin.


"Parah banget," gumam Kevano. Saat melihat bajunya robek cukup besar.


Tak lama Rayna masuk kembali ke kamar. Dia memberikan kaos dan celana pendek pria.


"Punya siapa? Kamu pinjam tetangga?" tanya Kevano heran.


"Mana mungkin pinjam. Aku kepikiran Papa pernah nginep di sini, ternyata ada bajunya di sini," ucap Rayna tersenyum.


"Ah, dari tadi kek," ucap Kevano dan langsung memakai baju milik Randy.


Sekarang giliran Rayna yang mandi, Kevano pun menunggu Rayna di kamar. Kevano melihat-lihat kamar Rayna, dia melihat ada beberapa buku tentang design. Ah, ya. Rayna menyukai design interior. Kevano membuka lemari pakaian Rayna, tak lancang pikirnya karena membuka tanpa izin, dia bahkan sudah menjadi suami Rayna. Pandangan Kevano tertuju pada kotak persis sebuah kado, dia akan mengambilnya tetapi Rayna tiba-tiba saja berteriak.


"Kenapa?" sahut Kevano.


"Ambilkan handuk di lemariku!" ucap Rayna. Handuk sebelumnya dipakai Kevano, karena itu di dalam kamar mandi tak ada lagi handuk. Kevano mencari sebentar handuk Rayna di lemari dan memberikannya pada Rayna setelah menemukannya.


Selesai mandi, Rayna keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian santai. Setelah itu, mereka pun duduk santai, bercerita banyak hal. Sesekali tertawa karena cerita pengalaman lucu keduanya.


*****


Tiga hari berlalu.


Waktu menunjukan makan malam, Rayna tengah menunggu Kevano pulang bekerja di apartemen Kevano. Ya, sudah sejak kemarin dirinya tinggal di apartemen Kevano. Kebetulan juga tak ada mata kuliah esok harinya.


Kevano mengatakan akan pulang lebih awal karena hanya ada jadwal latihan di studio luar dan tak ada jadwal manggung. Rayna pun mencoba belajar masak dengan di temani bibi. Dia ingin Kevano memakan masakan pertamanya saat makan malam.


Tak lama terdengar pintu apartemen terbuka. Apartemen Kevano tak begitu besar, jadi pintu keluar tak berada jauh dari ruang tamu yang terhubung dengan ruang makan. Dengan penuh antusias Rayna menghampiri Kevano.


"Aku masak," ucap Rayna begitu menghampiri Kevano.


"Benarkah? Enak nggak?" tanya Kevano.


"Nggak tahu, cobain makanya," ucap Rayna.

__ADS_1


Kevano tersenyum dan pergi menuju meja makan. Ada beberapa menu kesukaan Kevano di sana.


"Ini kamu semua yang masak? Kok tahu makanan kesukaan aku?" tanya Kevano.


"Iya, aku tanya bibi. Dibantu bibi, sih, masaknya," ucap Rayna tersenyum.


Kevano membuka piring dan mengambil nasi dengan beberapa lauk. Suapan pertama dirinya terdiam.


"Gimana? Enak nggak?" tanya Rayna penasaran.


Kevano masih diam dan suapan kedua, dia lagi-lagi terdiam.


"Gimana? Enak nggak? Kok nggak jawab? Kalau nggak enak bilang aja," ucap Rayna semakin dibuat penasaran.


'Hm ...'


"Kenapa? Nggak enak, ya?" tanya Rayna mulai cemas.


Brak!


Tiba-tiba saja Kevano memukul meja dan membuat Rayna terkejut.


"Gila! Ini sih, bukan masakan seorang amatir. Tapi, kayak masakan Chef," ucap Kevano antusias.


"Isshh ... Masa sih?" Rayna mencicipi masakannya dan tersenyum. Menurutnya rasanya biasa saja, bahkan ada yang terasa kurang garam, tetapi Kevano justru mengatakannya enak.


Kevano makan lebih banyak dari biasanya, dia bahkan sampai menambah nasi dua kali.


"Suka banget, ya?" tanya Rayna.


"Iya, dong. Masakan istri gituloh," ucap Kevano tersenyum.


Rayna pun tersenyum. Dia bertekad untuk lain kali akan memasakan Kevano dengan masakan yang benar-benar pas rasanya. Tak akan lagi kekurangan garam.


Selesai makan malam, Kevano dan Rayna pergi ke kamar.


"Aku mandi dulu, ya," ucap Kevano. Rayna mengangguk.


Dia menyiapkan pakaian untuk Kevano, dan mengambil sebuah lingerie yang transparan untuk dirinya.


'Hm ... Malu nggak, sih, pakai beginian?' gumam Rayna. Sesaat kemudian dia merasa tak peduli, dia berpenampilan seperti itu pun untuk Kevano.


Rayna langsung mengganti pakaiannya dengan lingerie tersebut. Dipakainya luaran lingerie tersebut sehingga tak terlihat lingerie bagian dalamnya. Rayna menyisir rambutnya, merapikannya agar tak terlihat berantakan. Dia menyemprotkan sedikit parfum di leher dan pergelangan tangannya.


Tak lama keluarlah Kevano dan tampak bingung melihat Rayna. Ditambah kamar itu tercium aroma parfum yang seperti baru di semprotkan.


"Kamu ngapain?" tanya Kevano bingung.


Rayna tersenyum dan merapikan luaran lingerie-nya.


"Datang bulanku udah selesai," ucap Rayna pelan sedikit malu.


"Ha?" Kevano tampak bingung.


Rayna mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


"Iya, aku udah selesai datang bulan," ucap Rayna sekali lagi.


"Ya ampun!" Rayna terkejut saat tiba-tiba Kevano mengangkat tubuhnya dan dihempaskannya ke atas tempat tidur.


__ADS_2