Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 116 (Warning! Bijaklah memilih bacaan, dibawah 18 tahun, harap skip)


__ADS_3

Rayna terkejut saat tubuhnya diangkat oleh Kevano dan dihempaskan ke atas tempat tidur.


"Pantesan kamu pakai baju kayak gini," ucap Kevano tersenyum menggoda sambil memperhatikan lingerie Rayna.


"I-itu, ini kado dari Alika, karena itu aku pakai. Menghargai pemberian dari teman," ucap Rayna tampak malu.


Kevano tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke telinga Rayna. membisikan sesuatu di sana.


"Apa kamu siap malam ini?" tanya Kevano berbisik.


Rayna membulatkan matanya. Dia menelan air liurnya. Oh benarkah, malam ini dia akan kehilangan keperawanannya?


"Kalau kamu belum siap, nggak apa-apa, kok." Rayna mendorong dada Kevano tetapi Kevano tahan sehingga posisinya tak bergeming.


"Loh, aku nanya kamu, kok. Aku sih siap, sangat siap. Ini yang aku tunggu dari awal kita nikah. Jadiin kamu milik aku sepenuhnya," ucap Kevano tersenyum.


Rayna mengalihkan pandangannya. Dia tak tahan jika harus menatap Kevano. Kevano benar-benar terlihat tampan dan segar. Aroma sabun pun tercium cukup kuat, ditambah posisi seperti itu membuat tubuh Rayna meremang.


Kevano pun memaksa Rayna menatap dirinya.


"Sayang, apa kamu siap?" tanya Kevano lembut.


Jantung Rayna berdegup kencang. Tanpa sadar dia menagngguk. Kesadarannya seketika hilang melihat pesona Kevano. Rambutnya yang basah sungguh membuat Kevano terlihat menggairahkan.


Kevano terlonjak dan bersorak riang dalam hati. Dia mengunci pintu kamar dan mematikan lampu kamarnya dengan lampu tidur yang sedikit redup. Ini adalah pengalaman pertama bagi dirinya dan Rayna, takutnya mereka akan merasa malu dan canggung.


Rayna duduk dan menunggu Kevano yang entah akan berbuat apa padanya setelah ini. Rayna benar-benar merasa gugup. Berkali-kali dia menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan.


Perlahan Kevano mendekati Rayna dan duduk di hadapan Rayna. Handuk Kevano sedikit tersingkap memperlihatkan paha putihnya.


"Berdoa dulu, biar lancar," ucap Kevano gugup dan menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan.

__ADS_1


Rayna yang gugup pun jadi menahan tawanya, Kevano benar-benar lucu. Sama seperti dirinya, Rayna pun dapat merasakan kegugupan Kevano.


Kevano menggenggam tangan Rayna. Mengecup punggung tangan Rayna, dan perlahan kecupan itu terus naik menyusuri setiap inci tangan Rayna hingga ke bahu Rayna. Rayna benar-benar dibuat merinding. Kecupan Kevano begitu lembut terasa, bibir kenyal Kevano benar-benar mendarat sempurna di permukaan kulit tangannya.


Terus mengecupnya hingga menuju leher samping Rayna dan menuju ke telinga Rayna. Rayna kegelian dibuatnya, tetapi dia tak ingin mengehentikan Kevano.


Kevano mengendus wajah Rayna, menyusuri setiap inci wajah Rayna dan terakhir berakhir dibibir Rayna. Dia mengecup bibir Rayna, mencecapnya cukup lama. Keduanya begitu saling menikmati. Hingga keduanya kehilangan akal dan rasa canggung seolah hilang.


Tangan Kevano mulai tak bisa diam, dia membuka luaran lingerie Rayna dan tertanggallah sudah. Tinggal lingerie tipis itu yang menmbalut tubuh Rayna dan Kevano pun perlahan membuka tali belakang lingerie itu dan hanya kain yang menutupi dada Rayna saja yang tertinggal.


Tangannya Kevano mulai gencar menyentuh seluruh tubuh Rayna, sontak Rayna terkejut saat pengait kain yang menutupi dadanya terlepas dan Kevano pun menanggalkannya sehingga bagian atas tubuh Rayna tak terbalut sehelai benang pun.


Rayna menutupi dadanya, dan Kevano bergegas menyingkirkan tangan Rayna. Napas Kevano memburu, tatapannya begitu sayu.


"Jangan ditutupi," lirih Kevano.


Rayna pun tak lagi menutupinya. Kevano tak sadar handuknya sudah tak lagi menutupi tubuh bagian bawahnya.


Kevano menanggalkan kain terakhir yang menutupi bagian paling sensitif dari tubuh Rayna. Sehingga terlihat sudah tubuh polos Rayna. Lampu tidur itu memang memberikan penerangan yang redup, tetapi Kevano dapat melihat dengan jelas setiap inci tubuh Rayna. Sungguh sempurna, tak ada goresan atau pun cacat di kulit Rayna. Terlihat Mulus sekali.


Kevano menyentuhnya, memberikan sensasi yang seumur hidup Rayna baru Rayna rasakan. Benar-benar membuatnya gila. Hingga saat Kevano merasakan tubuh Rayna siap untuk menerima dirinya, Kevano pun memposisikan dirinya tepat diposisi terintiim.


"AAAAHHHHHHHHH ...." Rayna berteriak kencang ketika tiba-tiba saja Kevano memulainya tanpa memberitahu Rayna terlebih dahulu.


Tok-tok-tok ...


"Mbak Rayna, Mas Kevano, apa kalian baik-baik saja?" teriak bibi dari luar kamar. Beruntunglah saat itu kamar terkunci sehingga bibi tak sampai nyelonong masuk. Bibi pun terkejut mendengar teriakan Rayna karena memang apartemen itu tak terlalu besar, ditambah suara Rayna kencang sekali. Sakit, terkejut tentu saja yang Rayna rasakan saat ini.


Menyadari teriakan bibi, Kevano lantas berteriak dan mengatakan baik-baik saja. Kevano pun menutup mulut Rayna agar Rayna tak terus berteriak.


Saat tak lagi terdengar suara bibi, Kevano pun melihat ke arah Rayna. Rayna terisak menangis. Rayna terus menggerakan tubuhnya tak nyaman.

__ADS_1


"Sakit, udah lepasin. Aku nggak kuat, ini sakit banget." Rayna memelas, meminta Kevano mengakhiri semua itu agar rasa sakitnya juga berhenti.


Terlihat banyak sekali cairan merah pekat keluar dari bagian intiim Rayna yang dapat Kevano rasakan begitu hangat. Akhirnya Rayna benar-benar melepas keperawanannya untuk dirinya, suami sahnya.


Kevano mendekatkan wajahnya, memeluk Rayna dan menciumi wajah Rayna.


"Ssstt ... Maaf Sayang, ini tanggung. Mungkin sekarang sakit, tapi setelah ini kamu akan terbiasa," ucap Kevano mencoba menenangkan Rayna.


"Kamu keterlaluan, kenapa nggak bilang kalau mau masuk? Aku sakit banget, kita lanjut lain kali aja," kesal Rayna ditengah isak tangisnya.


Sungguh rasa itu menyiksa dirinya. Tubuhnya seperti di remas kuat sehingga seperti tulang-tulangnya ikut luluh lantah.


"Kalau aku pelan-pelan, nanti kamu sakitnya jadi lama. Makanya aku nggak pake pelan-pelan," ucap Kevano.


Rayna menggelengkan kepalanya berharap Kevano akan berubah pikiran dan melepaskan diri dari Rayna.


Kevano terus mengecup wajah Rayna, melap air mata Rayna berkali-kali, tetapi Rayna terus saja menangis. Air mata tak hentinya keluar dari matanya membuat Kevano merasa tak tega. Namun, dia tak mungkin menghentikannya. Karena jika begitu, Rayna akan kembali merasakan sakit di lain waktu karena harus memulai untuk terbiasa kembali.


Cukup lama mereka terdiam dengan masih dalam posisi intiim. Hingga akhirnya Rayna berhenti menangis dan Kevano pun bernapas lega.


Kevano mencoba menggerakan tubuhnya pelan, dan Rayna hanya meringis memejamkan matanya.


Malam itupun menjadi malam panjang bagi keduanya. Malam yang paling berkesan seumur hidup keduanya karena satu sama lain telah merelakan sesuatu paling berharga yang mereka jaga selama mereka hidup hingga saat ini.


Hingga waktu menunjukan pukul delapan pagi, dan mereka masih tertidur pulas akibat terlalu lelah bercinta semalaman. Bahkan keadaan tempat tidur saat itu, sudah seperti terkena angin topan, benar-benar berantakan.


*****


***Hai, teman-teman. Follow ig aku yuk @dania_zulkarnaen. Di sana aku selalu tulis info tentang novel-novelku. Kalian bisa lihat di sana untuk setiap info dari karya aku. Atau, kapan aku update, aku selalu tulis di sana. Ada info novel baru juga yang akan rillis bulan November nanti. Pastinya, Insyaa Allah setelah novel Istri Jelekku Season 2 dan My Lovely Fat Wife tamat.


Terimakasih🤗***

__ADS_1


__ADS_2