Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 134


__ADS_3

Rayna mengambil foto itu, dan menyimpannya di dalam tas. Dia menghela napas. Ingin rasanya segera bertemu Kevano untuk meminta penjelasannya, mengapa foto itu ada pada dirinya?


Rayna menutup gorden kembali dan keluar dari kamar Kevano. Dia pamit pada mama mertuanya dan kembali ke apartemen.


Di apartemen.


Rayna menatap lekat foto itu, banyak pertanyaan dalam kepalanya. Siapakah Kevano sebenarnya? Dan apa tujuan Kevano menikahinya?


***


Kini sudah pukul tujuh malam. Rayna duduk di meja makan, jarinya mengetuk meja kaca itu berkali-kali. Matanya tak lepas dari ponselnya di mana di sana terdapat jam. Rayna tak hentinya memperhatikannya. Lambat sekali rasanya waktu, hingga Kevano tak pulang-pulang.


"Sayang! Aku pulang!" teriak Kevano tiba-tiba saja.


Sontak Rayna segera menghampiri Kevano.


Kevano menghela napas dan duduk di sofa, menyandarkan kepalanya yang terasa berat.


"Capek banget aku," keluh Kevano.


Rayna masih berdiri menatap Kevano. Tak lupa foto yang dia ambil dari dalam lemari Kevano pun tak lepas ada di genggamannya.


Rayna menyodorkan foto itu, membuat Kevano terbangun dan mengambilnya.


"Kamu dapat foto ini dari mana?" tanya Kevano bingung. Rasanya dia mengenal foto itu.


"Itu foto kecil aku, kenapa?" tanya Rayna.


Kevano terlihat salah tingkah mendengar jawaban Rayna. Dia berpikir, foto itu adalah miliknya karena sama persis.


"Rayn!"


"Jelasin! Siapa kamu sebenarnya?" tanya Rayna menyelidik.


"Apaan, sih? Ya, aku Kevano. Suami kamu," jawab Kevano. Kevano beranjak dari duduknya dan Rayna mencoba menahan tangan Kevano.

__ADS_1


Kevano menghentikan langkahnya dan menatap Rayna.


"Kamu ambil foto ini dari dalam kamar aku? Iyakan?" tanya Kevano.


"Kalau iya kenapa? Itu foto aku, foto kecil aku. Aku ingat banget, itu saat aku di pantai di Sydney. Saat itu aku lagi ada acara di Sekolahku. Kenapa kamu punya foto itu?" tanya Rayna.


Kevano menghela napas panjang.


"Aku mau mandi dulu, nanti aku jelasin," ucap Kevano.


"Aku mau penjelasan sekarang! Bukan mau kamu mandi!" bentak Rayna.


"Rayn bisa nggak, sih. Nggak usah pake nada tinggi begitu ngomongnya! Aku capek habis kerja, tolong dong ngertiin aku!" kesal Kevano tak terima.


"Kamu anak laki-laki yang waktu itu mau ngelecehin aku. Iyakan? Kamu jahatin aku waktu itu!" ucap Rayna.


"Rayn, please." Kevano tak berani menatap mata Rayna. Entah apa yang ada di kepalanya saat ini.


"Nggak perlu jawab. Aku tahu!" ucap Rayna dengan nada bergetar.


Tepat saat usia Rayna 10 tahun, Rayna kecil tengah bermain di tepi pantai. Wajah lugu dan cantiknya membuat mata seorang anak pria yang juga tengah bermain di tepi pantai itu tak berpaling. Anak pria itu Kevano, saat itu usianya 16 tahun. Dia tengah berlibur ke Australia bersama keluarganya. Kevano memotret Rayna, dan menyimpan foto Rayna kecil hingga saat ini.


Sejak kecil, Rayna memang memiliki paras cantik. Wajahnya imut dan menggemaskan. Ketika itu, Rayna kecil yang hanya memakai bikini kanak-kanak tentu saja meski begitu, bagian tubuhnya hanya tertutup bagian intiim saja.


Dari kejauhan, seorang pria dewasa tak hentinya memandang tubuh kecil Rayna. Kevano yang melihat itu pun merasa geram. Tentu saja dia sudah remaja saat itu, dia mengerti pria itu tengah memandang Rayna sambil berpikir yang jorok-jorok.


Dengan kesal Kevano menghampiri Rayna dan menarik Rayna ikut bersamanya. Rayna yang polos saat itu hanya dapat terdiam dan mengikuti Kevano.


Tak ada yang tahu kejadian itu, teman-teman sebayanya tampak asyik bermain. Jarak Rayna memang cukup jauh dari gurunya, hingga mereka pun tak ada yang menyadari hal itu.


Kevano mengambil pasir, dan melumuri tubuh Rayna dengan pasir. Kevano bahkan menyentuh bagian perut Rayna kecil dan melumurinya dengan pasir.


Rayna hanya dapat terdiam, tak mengerti apa yang Kevano remaja lakukan saat itu.


'Wear the right clothes. Don't let someone do evil because they see your body,' ucap Kevano saat itu.

__ADS_1


Setelah itu Kevano melihat ke arah pria yang tadi terus memperhatikan Rayna. Pria itu tampak pergi dan Kevano pun menghela napas lega.


Kevano pergi meninggalkan Rayna kecil, dan keesokan harinya Kevano bersama keluarganya kembali ke Indonesia.


Sejak saat itu, Kevano hanya memiliki foto kecil Rayna dan tak pernah lagi melihat Rayna. Meski pernah datang kedua kalinya ke Australia untuk berlibur, Kevano tak pernah melihat Rayna lagi. Dia pun tak tahu, Rayna tinggal di mana. Yang dia tahu, dia hanya pernah bertemu Rayna di pantai di Sydney.


Kejadian itu pula yang membuat Rayna sampai tak memiliki teman, senang menyendiri. Bahkan jika ada pria yang mendekatinya, dia akan bersikap dingin. Terkadang, bayangan masa kecilnya itu datang menghampirinya. Beruntunglah, mentalnya kuat. Dia tak sampai depresi karena tanpa di sadari pendampingan Randy dan Dania pula lah yang membuatnya kuat.


Rayna tak pernah kekurangan kasih sayang dan perhatian Randy juga Dania. Kejadian itu pun tak pernah Rayna ceritakan pada Randy maupun Dania. Dia hanya menyimpannya sendiri bahkan hingga saat ini.


Waktupun berlalu bertahun-tahun.


Kevano yang saat itu tengah bernyanyi di acara ulang tahun Ralisya tiba-tiba saja melihat Rayna. Dia awalnya tak pernah menyadari anak dalam foto itu adalah Rayna. Hingga pada akhirnya, kejadian di mana dia pernah benar-benar melecehkan Rayna dengan mencium Rayna di depan publik, hingga membuat Kevano dihantui rasa bersalah dan wajah Rayna tak pernah lepas dari ingatannya.


Suatu ketika, saat di mana Kevano datang ke rumah sang mama, dia melihat kembali foto kecil Rayna dan menyadari bahwa wanita yang dia cium di ulang tahun Ralisya sangatlah mirip dengan anak kecil perempuan yang dia ambil potretnya delapan tahun lalu saat di Sydney.


Dari sanalah, Kevano meyakini Rayna adalah benar-benar anak kecil perempuan yang pernah dia ambil potretnya saat di Sydeny. Sejak saat itu pula, Kevano tak berhenti mengejar Rayna. Karena tanpa sadar, dia memang sudah menyukai Rayna sejak Rayna kecil.


*****


"Udah, ya. Kamu tuh salah paham sama aku," ucap Kevano.


"Aku benci sama kamu!" kesal Rayna.


"Kamu tuh emang dari dulu udah jahat, ya. Makanya nggak aneh kalau kamu, tuh, dulu cium aku tanpa izin aku! Kamu tuh, emang senang, ya, ngelecehin orang. Atau jangan-jangan, banyak lagi wanita yang kamu lecehin, selain aku," ucap Rayna.


"Rayn, udah ya! Kalau aku bilang kamu salah paham, ya kamu salah paham! Mana mungkin aku mau lecehin kamu waktu kecil!" tegas Kevano.


"Aku nggak percaya sama kamu! Kamu pembohong! Buktinya, kamu bisa lecehin aku waktz di ulang tahun Ralisya. Tentu aja kemungkinan di luar sana banyak perempuan yang juga kamu perlakukan kayak gitu. Sejak remaja aja, kamu udah mesum!" ucap Rayna.


Brak!


Rayna terkejut melihat Kevano menendang meja di hadapannya.


"Kenapa, sih! Selalu bahas masa lalu? Aku salah iya, aku dulu pernah cium kamu tanpa permisi! Tapi itu masa lalu, Rayn! Bisa nggak, nggak usah dibahas terus! Aku udah minta maaf berkali-kali! Apa itu nggak cukup buat kamu, ha?"

__ADS_1


Kevano tampak emosi. Dia tak tahan terus saja disalahkan karena masa lalu. Dia mungkin bersalah, tetapi dia tak pernah melecehkan wanita lain selain Rayna saat itu. Dan ucapan Rayna sudah menyinggung perasaannya. Bahkan saat Rayna kecil, niatnya bukanlah untuk melecehkan, melainkan untuk melindungi Rayna.


__ADS_2