Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 66


__ADS_3

Rayna menelan air liurnya melihat seseorang wanita cantik berwajah Asia yang terlihat dewasa tengah menatapnya dengan ekspresi bingung.


"Kamu siapa? Sedang apa di Rumah anak Saya?" tanya wanita itu yang ternyata adalah Ibu dari Guriko.


Rayna terdiam, dia bingung harus menjawab apa.


"Dia tetangga aku, Mi. Tuh, Rumahnya di sebelah Rumah kita," ucap Guriko yang tiba-tiba saja datang ke dapur.


'Benarkah? Tetangga baru?" tanya sang mami..


"Iya, sekaligus calon menantu Mami," ucap Guriko sambil tersenyum penuh arti. Rayna membulatkan matanya, bisa-bisanya Guriko mengatakan seperti itu pada mami-nya.


"Huss ... Mau di kemanakan Byanka?" ucap sang mami. "Buang ke laut," ucap Guriko sembarang. "Kamu ini, jangan macam-macam, ya. Mami nggak mau Kamu jadi pria brengsek," ucap sang Mami.


Rayna menjadi canggung mendengar perbincangan antara ibu dan anak itu, dia pun bingung harus berbuat apa.


"Siapa nama Kamu?" tanya Mami Guriko.

__ADS_1


"Rayna," ucap Guriko. Mami Guriko menatap Guriko dengan tajam, bukannya Rayna yang menjawab, justru anaknya yang menjawab.


"Mami tanya gadis ini, bukan Kamu," ucap sang mama. Guriko tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Rayna. Rayna melihat Guriko dengan bingung.


"Sendok, Aku nggak makan-makan, karena Kamu lama banget ngambil sendok," ucap Guriko. Rayna pun memberikan sendok di tangannya pada Guriko.


"Kalian sudah sedekat ini?" tanya mami Guriko.


"Eh, nggak, Tan. Kami baru kenal, kok," ucap Rayna. "Baru kenal? Tapi, Kamu sudah berani masuk ke Rumah pria asing? DanĀ  di Rumah ini hanya ada kalian berdua, kalau Mami nggak kesini, entah apa yang akan kalian lakukan," ucap mami Guriko.


Dada Rayna terasa sesak mendengar ucapan mami Guriko, dia hanya ingin memberikan makanan pada Guriko, tetapi mami Guriko justru melihatnya dengan pandangan yang menurutnya tidak baik. Rayna bahkan tak pernah sedikit pun terpikirkan hal macam-macam dengan Guriko.


"Sepertinya, dia bukan orang Indonesia," ucap mami Guriko. "Emangnya kenapa?" tanya Guriko bingung. "Nggak sopan," ucap mami Guriko. "Wajar aja, Mi. Mami ngomongnya gitu," ucap Guriko. "Loh, apa Mami salah bilang gitu? Nggak pantas, ya, seorang anak gadis, datang malam-malam ke rumah seorang pria," ucap mami Guriko.


"Astaga, Mam. Dia datang cuman kasih makanan buat anak Mami yang ganteng ini. Bagus, dong, sebagai tetangga dia perhatian sama sesama tetangga," ucap Guriko. "Ya Tuhan, Guriko! Jangan macam-macam," ucap mami.


Guriko menghela napas perlahan, sang mami memang berdarah Jepang, tetapi dia sendiri bingung dengan cara berpikirnya yang menurutnya begitu kolot bahkan melebihi cara berpikir orangtua-orangtua Indonesia jaman dulu.

__ADS_1


"Lihat Byanka, mana pernah dia datang kesini malam-malam, Mami nggak pernah lihat, tuh," ucap mami. "Iya, iya," Guriko pun memilih pergi menuju ruang tamu dan menyantap makanan yang diberi oleh Rayna. Dia tak ingin berdebat dengan sang mami, urusan Rayna, dia akan menemui Rayna esok hari.


*****


Di kediaman Rayna.


Rayna memsuki kamarnya dan mencuci wajahnya, dia masih terngiang ucapan mami Guriko yang sudah menyinggung perasaanya. Mami Guriko seakan menganggapnya perempuan tak baik. Sekalipun, dia bahkan tak pernah berpikir untuk berbuat macam-macam dengan Guriko.


Rayna menatap wajahnya di cermin. Apa Aku salah? Aku cuman pengen balas kebaikan Guriko, gumam Rayna.


Rayna menghela napas perlahan, dia me-lap wajahnya dan kembali ke kamar.


Rayna mengambil ponselnya saat terdengar dering tanda pesan masuk. Rayna membuka pesan tersebut yang ternyata dari Kevano. Rayna mengerutkan dahinya saat kebingungan sendiri, karena seingat dia, dia sudah memblokir kontak Kevano. Rayna menepuk jidatnya, dia melupakan tindakannya yang kemarin malam sempat membuka kembali blokiran kontak Kevano.


Rayna membaca pesan tersebut, di sana tertulis sebuah pesan yang meminta Rayna untuk bertemu dengan Kevano di salah satu restoran yang berada tak jauh dari rumahnya. Jantung Rayna berdegup kencang begitu membaca tiga kata terakhir yang dituliskan oleh Kevano.


I love you, tiga kata terakhir dari pesan Kevano yang membuat Rayna menjadi salah tingkah, dia benar-benar bingung dengan perasaannya sendiri terhadap Kevano. Entah itu cinta atau bukan, tetapi apapun yang bersangkutan dengan Kevano, dia selalu merasa dadanya menjadi tak baik-baik saja. Seperti dia telah melakukan lari marathon, jantungnya selalu berdegup tak normal. Meski dia pun menyadari, masih tersimpan sebuah kebencian terhadap Kevano. Dia bahkan masih ingat betul saat pertama kali Keavno merebut ciuman pertamanya.

__ADS_1


*****


__ADS_2