
Rayna dan Kevano terkejut saat tiba-tiba ada yang menyiram mereka sehingga ciuman keduanya terhenti.
Terlihat Mita tengah memasang wajah murka, dia mengepalkan tangannya.
"Ada apa dengan kalian? Apa yang kalian lakukan?" tanya Mita terkejut. Ia mencoba meredam amarahnya, tetapi dia tak habis pikir saat melihat ekspresi Kevano yang bahkan terlihat tak merasa bersalah.
"Jelasin ini!" pinta Mita pada Kevano.
"Nggak ada yang perlu Aku jelasin," ucap Kevano.
Mita mengerutkan dahinya dan melihat Rayna yang hanya terdiam. Mita menghampiri Rayna dan mengangkat tangannya akan menampar Rayna.
"Coba kalau berani, kamu akan tahu akibatnya!" ancam Kevano.
Mita menghela napas berat dan berbalik melihat Kevano.
Plak.
Satu tamparan keras mendarat di pipi Kevano. Rayna membulatkan matanya, dia pikir Mita akan tetap melayangkan tangan padanya. Namun, nyatanya justru melayangkan tangan ke wajah Kevano.
"Brengsek!" umpat Mita. Sekali lagi Mita melihat Rayna dan tersenyum pahit.
"Aku bodoh," ucap Mita.
__ADS_1
Semua orang di ruangan itu merasa heran dengan apa yang Mita katakan. Mita mengambil ponselnya dan mensearching suatu informasi di ponselnya.
"Ini kamu, benar, kan?" tanya Mita sambil menunjukkan sebuah video ke hadapan Rayna. Rayna membulatkan matanya, dia tak habis pikir karena video ciumannya bersama Kevano masih ada. Bahkan seingatnya, Randy sudah menyuruh seseorang untuk menghapus video itu.
"Kamu dapat video itu dari mana?" tanya Rayna.
"Kamu tahu, Aku adalah wanita yang pertama kali kenal Kevano, dan semenjak ada video skandal kalian, Aku penasaran. Kayak apa, sih, wajah wanita yang ada di video itu? Dan ternyata, sekarang aku melihatnya," ucap Mita.
Guriko mengerutkan dahinya, dia merasa bingung dengan maksud ucapan Mita.
"Ngomong apaan, sih, Mit? Kamu nggak bisa nyalahin Rayna, nggak mungkin Rayna kayak gitu, kalau bukan pacarmu sendiri yang mulai," ucap Guriko. Entah mengapa, Guriko merasa kasihan pada Rayna yang hanya bisa diam dengan baju bagian atasnya yang basah akibat siraman air dari Mita tadi. Namun, dia pun tak bisa menyalahkan Mita, siapapun akan marah jika melihat kekasihnya mencium wanita lain.
"Nggak mungkin? Kenapa? Karena dia terlihat lugu? Ayolah, Ko. Kamu lihat sendiri," ucap Mita sambil menunjukkan video itu pada Guriko.
"Udah cukup! Apa kalian puas? Iya, wanita itu Aku. Aku yang berciuman dengan Kevano. Lalu apa? Kalian nggak pernah? Hah, munafik kalian. Bedanya, kalian nggak di depan publik. Apa kalian pikir, aku mau kayak gitu? Mempermalukan diriku sendiri? Mempermalukan keluargaku," ucap Rayna.
Guriko dan Kevano menelan air liurnya. Kedua pria itu merasa simpatik pada Rayna. Terlebih Kevano yang menjadi dalang dari terciptanya video tersebut. Kevano melihat Mita dengan kesal, Mita sudah membuat Rayna kembali bersedih dengan menunjukkan video itu kembali.
Kevano mencengkram lengan Mita cukup kuat, membuat Mita mengaduh kesakitan.
"Kamu mau apa? Menyalahkan dia karena aku kembali melihat video itu?" tanya Rayna sambil tersenyum getir.
"Memangnya apalagi? Kalau dia nggak kasih liat video itu, kamu nggak akan--" belum sempat Kevano menyelesaikan ucapannya, Rayna sudah langsung menyelanya.
__ADS_1
"Bukan Mita, bukan orang lain. Tapi, kamu! Kamu penyebab rumitnya hidup Aku sekarang. Kamu sumber masalahnya. Aku benci sama kamu!" tegas Rayna dan meninggalkan ruangan itu.
Kevano mencoba mengejar Rayna, tetapi dia menghentikan langkahnya saat Mita mengatakan sesuatu.
"Kejar aja, tapi kamu akan tahu akibatnya!" ancam Mita. Kevano menghela napas dan mengusap wajahnya dengan kasar.
Guriko menatap Kevano dengan tajam.
"Jauhin Rayna!" tegas Guriko.
Kevano mengerutkan dahinya, dia tak mengerti mengapa Guriko harus ikut campur dengan urusannya bersama Rayna.
"Siapa kamu mengaturku?" ucap Kevano.
"Aku Guriko, dan ingat ini baik-baik! Aku akan menjadikan Rayna milikku! tegas Guriko.
Bug!
Satu pukulan keras mendarat di wajah Guriko, membuat hidung Guriko sampai mengeluarkan darah segar.
Guriko akan membalas memukul Kevano, tetapi Mita langsung menghentikannya dengan memanggil security. Keduanya pun dipisahkan oleh security.
"Sialan!" umpat Guriko sambil menendang meja di hadapannya dan keluar dari ruangan tersebut. Dia teringat pada Rayna, sambil memegang wajahnya yang masih terasa ngilu, dia berlari mencari Rayna. Dia sungguh cemas pada Rayan, Rayna bahkan belum hafal betul daerah sekitar Depok.
__ADS_1