
Satu bulan berlalu.
'Sayang, jam tujuh malam,
kita dinner di hotel Opa. Aku udah pesan ruang vip untuk kita, nanti tanya aja sama resepsionisnya. Jangan lupa, dandan yang cantik, ya.'
Rayna tersenyum membaca pesan dari Kevano. Ya, waktu berlalu begitu cepat. Hari ini tepat satu bulan pernikahannya dengan Kevano. Rayna bahagia dengan pernikahannya, Kevano memperlakukannya dengan baik.
Rayna menyimpan ponselnya dan membuka lemari pakaiannya. Dia memilih gaun untuk dinner malam nanti.
'Yang mana, ya?' gumamnya. Rayna tampak kesulitan memilih gaun yang cocok. Dia tak ingin mengecewakan Kevano dan ingin terlihat sempurna malam nanti.
Semenjak menikah, Rayna pun menjadi pandai berias. Dia lebih memperhatikan penampilannya.
Rayna memilih gaun berwarna hitam panjang berlengan pendek yang bahunya tampak terlihat. Dia mengeluarkannya dan meletakannya di gantungan luar agar saat akan memakainya nanti, dia tak perlu repot mengambilnya. Tak lupa, Rayna menyiapkan heels tak terlalu tinggi untuk dipakai nanti malam. Ah ya, Rayna yang awalnya tak suka memakai heels, semenjak menikah pun menjadi senang mengoleksi heels.
Sama halnya seperti sang Mommy, Rayna semakin mirip dengan Dania. Rayna memiliki minat fashion yang sama dengan Dania. Memang benar, buah takan jatuh jauh dari pohonnya. Rayna bagaikan cerminan Dania saat muda.
Masih ada waktu dua jam sebelum jam tujuh malam. Setidaknya, Rayna akan berangkat dari apartemen pukul enam sore nanti mengingat Jakarta selalu macet. Lagi pula, apartemen Kevano ke hotel milik sang Opa cukup jauh. Kevano pun selesai bekerja akan langsung pergi menuju hotel. Karena itu Rayna akan membawa mobilnya sendiri. Mobil yang sengaja Kevano siapkan di apartemen, dan Kevano mengalah hanya menggunakan motor besarnya untuk pergi bekerja.
Rayna bergegas bersiap, dia mandi terlebih dahulu dan di lanjutkan dengan merias wajahnya. Riasan tipis namun terlihat wajahnya menjadi lebih fresh. Ini adalah dinner pertama di luar bagi dirinya dan Kevano setelah menikah. Selama sebulan ini Kevano sibuk dengan jadwal manggung dan syutingnya. Karena itu tak pernah sempat dinner diluar. Jangankan dinner, mereka bahkan belum pernah bulan madu. Namun, Rayna tak masalah dengan itu. Dia mengerti Kevano memiliki tanggung jawab untuk menghidupi dirinya, karena itu Kevano harus bekerja.
Selesai merias wajahnya, Rayna memakai gaunnya. Dia menyisir rambutnya dan dibiarkan tergerai. Rambut tak terlalu panjangnya itu di kaitkan di belakang telinga dan anting cantik menghias indah telinganya. Jika dilihat dari penampilannya, Rayna seperti bukan anak berusia 18 tahun tetapi wajahnya tetap tak bisa berbohong. Dia tampak imut.
*****
Tepat pukul enam sore Rayna turun menuju basemant dan melajukan mobilnya ke hotel. Di sana, ada beberapa orang yang bekerja di hotel menyapa dirinya. Bukan karena dia tamu di sana, melainkan juga mereka tahu bahwa Rayna adalah cucu dari pemilik hotel tersebut. Rayna menanyakan ruangan yang sudah Kevano pesan dan diantarkan menuju ruangan tersebut.
Sesampainya di sana, belum terlihat keberadaan Kevano. Menuju jam tujuh pun masih ada beberapa menit lagi dan Rayna akan menunggu.
Sambil menunggu Kevano, Rayna duduk sambil melihat dirinya di cermin. Mengecek riasannya takut ada yang terlihat berantakan. Setelah itu dia menyimpan cerminnya di dalam tas. Di letakannya tas itu di atas meja.
Rayna terkejut saat tiba-tiba ada sebuket bunga di hadapannya. Sontak dia melihat ke arah belakang dan Kevano tengah tersenyum.
Kevano mengecup puncuk kepala Rayna dan Rayna memgambil bunga itu. Setelah itu Kevano duduk berhadapan dengan Rayna. Keduanya saling menyunggingkan senyuman.
"Aku nggak telat, kan?" tanya Kevano.
"Nggak, kok. Aku baru sampai," ucap Rayna.
Rayna meletakan bunga itu di atas meja dekat dengan tasnya.
"Tunggu!" Kevano memperhatikan wajah Rayna dengan seksama cukup lama. Membuat Rayna memegang wajahnya dan dengan cepat mengambil cermin.
__ADS_1
"Apa ada yang salah di mukaku?" tanya Rayna cemas.
"Hm ... Ada yang berbeda," ucap Rayna.
"Apanya?" tanya Rayna penasaran.
"Hm ... Bedanya, malam ini kamu cantik luar biasa," ucap Kevano tersenyum.
Rayna pun tersenyum. Syukurlah tak ada sesuatu yang aneh di wajahnya, pikirnya.
Tak lama pesanan makanan datang, sebelumnya Kevano sudah memesankan dua porsi menu makan malam. Steak, menu makan malam mereka kali ini. Sebelum menyantap steak, Kevano membuka botol anggur yang ada di hadapannya dan menuangkannya ke gelas miliknya.
"Kamu mau?" tanya Kevano.
Rayna menggelengkan kepalanya.
"Aku nggak mabok, kamu juga jangan minum," ucap Rayna.
Kevano tersenyum dan menuangkan juga ke gelas Rayna.
"Ini anggur, nggak bikin mabok. Rasanya enak, aku sengaja pesan khusus wanita. Kamu akan suka rasanya," ucap Kevano.
Rayna mengambil gelas tersebut dan mengendus aromanya. Ah iya, memang aroma anggur nyata tercium.
"Oke, jangan dipaksa. Kamu minum air putih aja," ucap Kevano terkekeh. Rayna pun meminum air putih itu hingga tersisa setengah.
Setelah itu, mereka pun melanjutkan makan malam. Oh ya, karena malam itu adalah malam minggu jadi ada penampilan khusus untuk menghibur para pengunjung. Khususnya tamu yang ada di ruangan vip tersebut. Keduanya menikmati makan malam sambil diiringi nyanyian-nyanyian. Terasa romantis sekali.
Selesai makan malam, Kevano izin menyanyikan sebuah lagu untuk Rayna. Para seniman musik itu tahu siapa Kevano dan mengizinkan mengambil alih mic.
Kevano berbisik, meminta pengiring musik untuk membantunya mengiringi musik untuk lagu yang akan dia nyanyikan.
Tak lama, musik pun dimulai, Kevano mulai bernyanyi dengan tatapan tak lepas dari Rayna. Dan Rayna mencoba menikmatinya. Dia tak bergeming. Telinganya dia fokuskan mendengarkan lagu yang dinyanyikan Kevano.
Lama Sudah Tak Kulihat
Kau Yang Dulu Kumau
Kadang Ingat Kadang Tidak
Bagaimana Dirimu
Kau Cantik Hari Ini
__ADS_1
Dan Aku Suka
Kau Lain Sekali
Dan Aku Suka
Entah Ada Angin Apa
Kau Berdiri Disana
Berhenti Aliran Darahku
Kau Menatap Mataku
Kau Cantik Hari Ini
Dan Aku Suka
Kau Lain Sekali
Dan Aku Suka
Tak Kan Kubiarkan Lagi
Kau Menghilang Dari Kehidupanku
Oo.yeaa
Kau Cantik Hari Ini
Dan Aku Suka
Kau Lain Sekali
Dan Aku Suka…
Rayna memejamkan matanya, menikmati lagu itu. Suara Kevano layaknya menari indah di telinganya, membuatnya terhanyut. Jelas saja Kevano adalah seorang penyanyi. Bernyanyi ibarat makanannya sehari-hari.
Rayna masih tetap memejamkan matanya, dia larut dalam imajinasinya. Dia bahkan tak sadar lagu itu sudah selesai Kevano nyanyikan. Kevano bahkan sudah mulai menghampirinya.
Cup ...
Rayna terkejut dan membuka matanya saat ada yang mengecup dahinya. Dia bingung melihat Kevano ada di hadapannya.
__ADS_1
"Ngapain, sih? Enak banget, ya, lagunya? Aku udah berenti dari tadi lho nyanyinya," ucap Kevano sambil terkekeh.