Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 93


__ADS_3

Satu minggu berlalu sejak penentuan hari baik pernikahan Rayna dan Kevano. Semua keluarga tampak sibuk mempersiapkan pernikahan. Sementara Kevano dan Rayna hanya diberikan perintah untuk istirahat dan cukup mempersiapkan diri saja hingga pernikahan tiba.


Keduanya pun dipingit. Tak diperbolehkan bertemu hingga hari pernikahan. Tentu aturan seperti itu membuat Rayna dan Kevano merasa keberatan. Pasalnya, sudah pasti keduanya akan saling merindukan.


Dulu, saat pernikahan Dania dan Randy tidak ada acara pingit, karena pernikahan keduanya memang terbilang mendadak. Usulan pingitpun di berikan oleh keluarga Kevano dan tentunya disetuji oleh keluarga Randy dan Dania. Meski Randy dan Dania adalah orangtua Rayna, tetap saja mereka tak tahu apapun, ini adalah pertama kalinya mereka akan mengadakan pesta pernikahan untuk anak mereka dan mereka tidak pengalaman mengenai adat pernikahan.


Sebuah pulau kecil milik rekan dari papa Hamish akan dipakai untuk acara resepsi kelak. Sedangkan untuk acara akad nikah akan dilaksanakan di hotel milik papa Hamish. Tepatnya, hotel yang menjadi saksi resepsi pernikahan Randy dan Dania dulu.


Masih seperti biasa, Rayna pun tetap masuk kuliah dengan diantarkan oleh Dania. Saat ini Dania memilih tinggal bersama Rayna untuk sementara waktu hingga tiba waktu cuti kuliah Rayna, yaitu satu minggu sebelum hari pernikahan.


*****


Siang ini Dania menjemput Rayna di kampusnya. Dania tampak cantik dengan balutan celana jeans hitam dan blouse panjang. Tak lupa, penampilannya di lengkapi dengan heels hitam tak terlalu tinggi. Dia nampak seperti kakaknya Rayna, orang lain pun pasti akan mengira Dania bukanlah ibunya Rayna, melainkan seperti kembaran Rayna.


Dania tersenyum saat melihat Rayna menghampirinya dan masuk ke mobil. Rayna memakai seatbeltnya dan Dania memakai kacamata modisnya.


"Wow, Mommy cantik banget. Sepertinya ada yang beda hari ini," ucap Rayna.


Rayna merasa heran melihat penampilan Dania. Dania tampak rapi dan begitu menawan meski berpenampilan yang terbilang cukup sederhana.


"Karena, ini hari spesial," ucap Dania tersenyum penuh arti.


Rayna mengerutkan dahinya. Dania tampak bahagia dan begitu antusias.


"Bertemu siapa? Papa?" tanya Rayna.


Pasalnya, Randy memang tak ikut tinggal di Depok dikarenakan harus mengurus pekerjaan di Jakarta.


"Bukan, dong," ucap Dania.


"Terus siapa? Jangan bilang Mommy mau bertemu--" Rayna tak melanjutkan ucapannya saat melihat Dania menatapnya dan menggidigkan bahunya. Dia pun melajukan mobilnya.


Mommy mau ketemu siapa, sih? Nggak mungkin, kan, Mommy mau ketemu sama cowok? gumam Rayna.


Rayna berpikir, Dania memiliki kekasih sehingga terlihat tampak berbeda dari biasanya. Padahal, Dania hanya menjemputnya di kampus. Biasanya pun berpenampilan biasa saja tanpa menggunakan heels.


Rayna merasa heran saat mobil yang Dania lajukan justru tak melaju menuju jalan pulang.


"Beneran, Mommy mau ketemu sama orang?" tanya Rayna penuh selidik.


"Iya, dong. Masa Mommy bohong," ucap Dania.


"Terus, kita mau ketemu di mana? Kok kayaknya ini mau ke--"


"Tol," ucap Dania memotong ucapan Rayna.


"Apa jauh tempatnya?" tanya Rayna penasaran.


"Lumayan, nanti juga Ade tahu sendiri," ucap Dania.

__ADS_1


Rayna menghela napas dan terdiam. Dia akan ikuti saja kemana sang mommy membawanya. Lagi pula dia pun cukup lelah dan merasa kantuk.


"Ade tidur dulu, ya, Moms. Nggak apa-apa, kan?" ucap Rayna.


"It's okay, Babe," ucap Dania.


Rayna pun perlahan memejamkan matanya.


******


Dania memarkirkan mobilnya di sebuah Bandara. Dia menghela napas panjang dan menepuk lengan Rayna. Rayna pun membuka matanya.


"Kita sudah sampai," ucap Dania.


Rayna mengucek pelan matanya dan mengedarkan pandangannya keluar mobil.


"Di mana kita, Moms?" tanya Rayna.


"Bandara," ucap Dania.


"Bandara?" Rayna merasa heran. Untuk apa Dania ke Bandara?


Dania dan Rayna turun dari mobil, dan tak lama terdengar suara seorang pria yang berteriak memanggil dengan panggilan "Moms"


Dania dan Rayna sontak melihat ke arah orang tersebut. Di mana terlihat seorang pria tampan, memakai jaket kulit hitam dan celana jeans hitam serta kacamata tengah menyeret dua buah koper cukup besar.


"Abang!" Rayna terkejut bukan main. Ternyata pria itu adalah Abangnya, yaitu Raydan.


Rayna tampak pangling melihat penampilan Raydan. Baru sebentar saja tinggal di Jerman, Raydan sudah terlihat seperti bule Jerman.


Dania tersenyum saat Rayna berlari dan memeluk Raydan. Itulah alasan Dania bepenampilan berbeda dari biasanya saat menjemput Rayna. Dia akan menyambut kepulangan Raydan. Anak pria satu-satunya yang kini tengah kuliah di Jerman demi menempuh cita-citanya.


"Abang kemana aja? Kenapa nggak balas pesan Ade? Kenapa jarang menghubungi Ade? Kenapa lupa sama Ade?" tanya Rayna dengan tatapan kesal. Rayna tampak seperti sedang menginterogasi Raydan.


Raydan terkekeh dan tak menjawab ucapan Rayna. Dia justru menghampiri Dania dan memeluk Dania. Dania pun menayumbutnya dengan hangat. Dania mencium pipi kiri dan kanan Raydan, juga mencium dahi Raydan, lalu memeluk Raydan kembali. Anak prianya itu terlihat tampak dewasa dari sebelumnya.


"I miss you, Moms," ucap Raydan.


"I miss you too, Babe. Akhirnya kita bertemu lagi," ucap Dania.


Raydan mengangguk dan melihat Rayna yang tengah mengerucutkan bibirnya. Rayna masih saja terlihat kesal.


"I miss you, little girl," ucap Raydan memeluk Rayna dengan erat. Raydan pun mengecup puncuk kepala Rayna. Rayna menatap Raydan dengan tajam.


Apa katanya? Little girl? Yang benar aja, aku dan dia, kan, seumuran, gumam Rayna.


"Jangan cemberut, dong. Nanti cantiknya hilang," ucap Raydan.


"Abisnya Ade kesal sama Abang, Abang lupain Ade," kesal Rayna dan masuk ke mobil meninggalkan Raydan dan Dania.

__ADS_1


"Yah, ngambek dia, Moms," ucap Raydan mencoba mengadu pada Dania.


"Bujuk, dong," ucap Dania.


"Tenang aja, Abang bawain dia sesuatu, dia pasti suka," ucap Raydan.


"Buat Mommy?" Dania sambil menjulurkan tangannya sambil menggerakan alisnya.


"Ada, dong. Buat kalian semua kesayangan Abang pokoknya ada," ucap Raydan tersenyum.


Dania tersenyum dan mengajak Raydan masuk ke mobil.


Dania melajukan mobilnya dan tetap fokus pada jalanan.


Sementara Raydan yang duduk di kursiĀ  belakang, terus saja menjahili Rayna. Membuat Rayna menjadi kesal dan melemparkan tasnya.


"Jih, galak banget, sih," ucap Raydan.


"Jangam godain Ade, Ade beneran kesal!" tegas Rayna.


Raydan menghela napas dan duduk dalam posisi yang baik. Dia pun tak lagi menjahili Rayna.


******


Waktu pun berlalu dengan cepat. Mereka sampai di kediaman Rayna.


Begitu sampai di dalam rumah, Raydan melihat seisi rumah. Rumah itu tampak kecil dibandingkan dengan apartemen dirinya di Jerman.


"Jadi, Ade tinggal di sini?" tanya Raydan.


Rayna pun mengangguk.


"Kalian enjoy lah. Mommy ke kamar dulu, kebelet," ucap Dania dan bergegas menuju kamarnya di lantai atas.


"Haus, Dek," ucap Raydan.


Rayna mengambil segelas air minum dan memberikannya pada Raydan. Raydan pun mengambilnya.


"Ade tinggal sendirian aja di sini?" tanya Raydan.


"Iya, tapi nanti nggak lagi," ucap Rayna sambil tersenyum membayangkan dia akan tinggal bersama Kevano setelah menikah nanti.


Raydan mengerutkan dahinya. Dia merasa bingung mendengar ucapan Rayna.


"Apa maksudnya?" tanya Raydan. Raydan pun meminum air yang tadi diberikan oleh Rayna.


"Huum, setelah Ade jadi istrinya Kevano, kan, tentu saja Ade bakalan tinggal di rumahnya Kevano," ucap Rayna.


"Uhuk-uhuk!" Raydan tersedak begitu mendengar ucapan Rayna.

__ADS_1


__ADS_2