
Rayna bergegas mengambil air minum yang ada di tangan Guriko dan berkumur menggunakan air tersebut. Guriko semakin terkejut melihat tingkah Rayna. Dia mengambil air minum itu dari tangan Rayna dan meminumnya, sontak Rayna tercengang melihat apa yang Guriko lakukan.
"Kenapa di minum?" tanya Rayna bingung. "Haus," jawab Guriko. "Ya, tapi kenapa harus minumanku yang kamu minum?" tanya Rayna bingung. "Ini minumanku, aku yang beli," ucap Guriko. Rayna mengerutkan dahinya. "Bukannya, kamu kasih minuman itu ke aku?" ucap Rayna. "Bukannya, tadi kamu nolak minuman ini?" ucap Guriko.
Rayna menghela napas perlahan. "Kamu nggak jijik?" tanya Rayna. Guriko tersenyum dan bangun dari duduknya. "Jemputan kamu udah datang," ucap Guriko menunjuk ke arah mobil Stefie yang baru saja memasuki halaman parkir kampus.
Rayna melihat ke arah mobil dan beranjak dari duduknya. "Aku duluan," ucap Rayna dan meninggalkan Guriko yang terus memperhatikan langkah Rayna. Guriko tersenyum dan mengambil ponselnya. Dia menghubungi nomor Byanka dan menanyakan keberadaan Byanka. Setelah telepon itu berakhir, Guriko pun pergi menuju parkiran dan melajukan motornya untuk menjemput Byanka di tempat yang Byanka katakan.
*****
Sesampainya di Rumah.
__ADS_1
Rayna memasukin rumah dan melihat Dania yang tengah makan siang di meja makan. Dia terlihat sendirian, tak ada Randy di sana. Setahu Rayna, Randy akan makan siang di rumah.
"Kok, Moms makan siang sendiri? Papa nggak pulang?" tanya Rayna. Dania tersenyum dan meminta Rayna untuk makan bersamanya.
"Papa nemenin kliennya makan siang," ucap Dania. Rayna mengangguk dan menemani Dania makan siang.
"Nanti sore, Moms sama Papa pulang ke Jakarta," ucap Dania. "Kenapa harus pulang cepat-cepat? Ade masih kangen," ucap Rayna sendu.
*****
Hari sudah semakin sore, Dania dan Randy bersiap untuk pulang ke Jakarta. Sebelum pergi, Dania memberikan Rayna beberapa pesan. Salah satunya harus pintar memilih teman, tak semua teman membawa pengaruh baik. Rayna mengerti maksud dari ucapan Dania mengarah kepada Kevano, Rayna pun hanya mengiyakan, mencoba meyakinkan Dania bahwa dia akan menjaga kepercayaan Dania. Rayna tentu tak ingin menyusahkan keluarganya, cukup sekali dia membuat malu keluarganya karena ulah Kevano.
__ADS_1
Rayna memasuki rumah setelah mengantar Dania dan Randy ke mobil, sudah tak terlihat mobil yang Randy kemudikan. Dia pun kembali masuk ke rumah. Rayna menghampiri bibi yang tengah membuat makanan untuk makan malam nanti, dia berinisiatif untuk membantu bibi.
"Apa aku boleh bantu?" tanya Rayna. "Jangan, Non. Bibi saja," jawab bibi. Rayna tersenyum dan memaksa untuk membantu. Pandangan Rayna tak sengaja mengarah pada piring Guriko yang ada di rak piring. Rayna teringat saat kemarin malam Guriko memberikan makanan. Rayna tersenyum dan berniat membuatkan makanan sebagai balasan Guriko yang sudah memberikannya makanan, Rayna berpikir akan sekalian mengantarkan piring Guriko nanti malam. Dengan penuh antusias dia meminta bibi untuk menyiapkan bumbu-bumbu dan dia yang akan memasak. Rayna mengambil apron dan memakainya, ini adalah kali pertamanya memasak, entah akan seperti apa rasanya nanti, Rayna hanya berpikir akan memasak untuk Guriko.
*****
Waktu pun berlalu, hari sudah semakin petang. Rayna menata masakan yang dia buat di piring milik Guriko. Dia memasak menu kesukaannya, yang tak lain ayam goreng mentega. Sama seperti Randy yang juga menyukai menu tersebut. Rayna melepaskan apronnya begitu selesai menata makanan. Dia mengambil makanan tersebut dan bergegas membawanya menuju rumah Guriko. Rayna tersenyum begitu melihat motor Guriko terparkir di halaman rumah, sudah pasti Guriko ada di dalamnya.
Rayna menekan bel rumah Guriko, tetapi tak ada respon dari Guriko. Rayna melihat pintu pagar yang ternyata tak dikunci, dia pun berinisiatif masuk. Rayna mengerutkan dahinya saat melihat pintu rumah Guriko tak tertutup rapat, tanpa permisi dia membuka pintu perlahan.
Rayna terdiam begitu pintu sudah terbuka agak lebar. Dia menelan air liurnya melihat apa yang terjadi di dalam ruang tamu Guriko.
__ADS_1
Tubuh Rayna gemetar melihat apa yang Guriko lakukan di ruang tamu.