
Hai-hai, ada yang kangen Randy dan Dania?😁
Part ini, spesial Randy dan Dania, ya😍😂
*****
Di sisi lain, tepatnya di kediaman Randy.
Randy memasuki rumah, dia baru saja kembali dari kantor. Dia melihat sekeliling rumah tetapi tak menemukan keberadaan Dania.
Dia berjalan menuju tangga kamarnya dan mendengar suara air dari kolam renang yang ada di outdoor rumahnya yang tak jauh dari tangga. Randy pun berjalan menuju kolam renang dan terlihat Dania tengah berenang menggunakan baju renang yang cukup seksi.
Rasa lelah Randy seketika menghilang melihat Dania yang bahkan tak berubah sejak dua puluh tahun lalu. Dania masih terlihat cantik dan seksi.
Randy melonggarkan dasinya dan melepaskannya. Dia meletakkan tas kerjanya di meja dan melepaskan jasnya.
"Aku nggak diajak berenang, nih," ucap Randy.
Dania yang tengah berendam di kolam paling pinggir pun melihat ke arah Randy dan tersenyum.
"Kapan pulang?" tanya Dania.
"Baru aja," ucap Randy.
Dania tersenyum dan keluar dari kolam. Dia mengambil bathroobs dan memakainya.
"Aku bosan, kangen sama anak-anak. Jadi, aku berenang. Tadi, Aku hubungi nomor Ade, tapi sibuk," ucap Dania.
"Yah, anak itu sudah memiliki dunianya sendiri," ucap Randy. Dania mengangguk.
"Kamu lelah?" tanya Dania. Randy menarik pinggang Dania dan menatap Dania sambil menyunggingkan seringai senyum penuh arti.
"Tadi, ya. Sekarang, nggak," ucap Randy.
"Mau bermain?" tanya Dania.
Randy tersenyum lebar dan mengecup pipi Dania.
"Kenapa nggak," ucap Randy menantang.
Dania terkekeh dan membuka bathroobs-nya kembali dan melompat ke kolam.
__ADS_1
"Ayok, kejar aku. Kalau kamu bisa ngejar Aku, Kamu boleh minta apapun," ucap Dania.
Randy tersenyum dan membuka seluruh pakaian luarnya. Dia pun melompat ke kolam dan menyusul Dania yang sudah mulai berenang lebih dulu.
Dania tersenyum dalam hati, dia ingin lihat, apa stamina Randy masih sama seperti saat muda dulu, mengingat usia Randy sudah menginjak kepala empat.
Belum sampai di ujung kolam, Dania tersentak saat Randy tiba-tiba memeluk perutnya.
"Mau bilang apa?" tanya Randy sambil terkekeh. Dania pun ikut terkekeh. Dia pikir Randy tak akan sanggup mengejarnya.
"Kamu curang," ucap Dania. Randy mengerutkan dahinya.
"Curang apanya?" tanya Randy bingung.
"Jelas aja kamu menang. Kan, Kamu cowok. Masa cowok lawan cewek," ucap Dania.
Randy terkekeh. Dania benar-benar lucu. Bahkan Dania sendiri yang menantangnya melakukan permainan itu.
"Benarkah? Siapa yang menantang lebih dulu?" tanya Randy.
"Aku," jawab Dania. Randy terkekeh dan mencium gemas pipi Dania.
"Jadi, semuanya salah siapa?" tanya Randy.
"Aku akan tagih janji Kamu," ucap Randy.
Dania tersenyum dan melingkarkan kakinya di pinggang Randy.
"Aku pikir, Kamu nggak akan bisa ngejar Aku," ucap Dania.
"Emang kenapa?" tanya Randy.
"Kamu, kan, udah tua," ucap Dania sambil terkekeh.
Randy membulatkan matanya, dia meremass bokong Dania, membuat Dania menajamkan tatapannya.
"Aku sehat, tentu aja Aku kuat. Aku bahkan sanggup menggendong Kamu ke bulan," ucap Randy bangga.
Dania tertawa dan mencubit gemas perut rata Randy. Jika kebanyakan pria yang sudah menginjak usia kepala empat perutnya akan membuncit, tetapi tidak dengan Randy. Tentu Randy selalu menjaga kebugaran tubuhnya.
"Udah, ah. Naik, yuk," ucap Randy.
__ADS_1
Dania mengangguk dan melepaskan pelukannya. Dia pun naik keluar dari kolam dan diikuti oleh Randy yang juga keluar dari kolam.
Dania memakai kembali bathroobs-nya dan mengambilkan bathroobs untuk Randy. Randy pun memakainya.
Dania dan Randy masuk ke rumah, mereka terkejut saat melihat bibi yang tengah berada di dapur. Ada rasa canggung, meski keduanya adalah tuan rumah di sana. Setidaknya, mereka masih memiliki rasa malu terhadap orang lain.
"Bibi lihat kita nggak, ya, tadi?" bisik Dania saat berjalan menaiki anak tangga.
"Lihat, mungkin," ucap Randy.
"Astaga, malunya Aku," ucap Dania.
"Udah terjadi, lain kali, kita tunggu bibi tidur," ucap Randy sambil terkekeh.
"Kemalaman, keburu masuk angin Kamu," ucap Dania.
Randy tertawa dan menuntun Dania masuk ke kamar. Mereka masuk ke kamar mandi dan membilas tubuh mereka. Selesai membilas tubuh masing-masing, Dania mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer-nya dan gantian mengeringkan rambut Randy. Randy berbalik dan membuat Dania yang tengah memegang hairdryer menjadi terkejut karena Randy tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya.
"Jangan digendong," ucap Dania.
"Kenapa emang?" tanya Randy.
"Aku takut pinggang mu keseleo," ucap Dania.
Randy membulatkan matanya dan menghempaskan tubuhnya juga Dania ke atas tempat tidur.
"Enak aja. Aku, kan, suka olahraga. Mana mungkin pinggangku patah. Lagi pula, Aku masih sanggup menggendong mu," ucap Randy.
Dania tersenyum dan mengecup bibir Randy sekilas.
"Iya, iya. Mau bikin dede buat Abang sama Ade, ya?" tanya Dania sambil terkekeh.
Randy pun tersenyum. Dia menjadi geli sendiri mendengar pertanyaan Dania. Sudah jelas dia menginginkannya, dan tak perlu lagi Dania bertanya.
Randy mengganti lampu kamarnya dengan lampu tidur.
"Mau berapa ronde?" tanya Randy.
Dania berpikir sejenak.
"Up to you, asalkan Kamu nggak sampai semaput," ucap Dania sambil terkekeh. Randy pun terkekeh. Benar-benar konyol, pikirnya.
__ADS_1
Dia membuka tali bathroobs Dania dan melepaskannya, kemudian gantian membuka bathroobs yang dia pakai. Randy mengusap lembut wajah Dania dan mendekatkan wajahnya ke wajah Dania. Jarak wajah keduanya sudah sangat dekat, Randy pun akan mencium bibir Dania.
Tok-tok-tok ...