Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 39


__ADS_3

Randy, Dania dan Rayna tengah di perjalanan akan kembali ke rumah.


Dania terus memperhatikan Rayna dari spion mobil depan, ekspresi Rayna terlihat santai dan padangannya tengah fokus melihat ponselnya.


Dania teringat akan percakapan Rayna dengan Kevano. Ada kekhawatiran di hati Dania melihat Kevano tengah mendekati Rayna.


Meski Dania tak mendengar jelas nama Kevano tetapi dia yakin bahwa yang bicara dengan Rayna tadi adalah Kevano, mengingat Rayna mengatakan bahwa orang yang ada di dalam telepon itu sudah tidak sopan kepadanya dan juga Randy.


Dania jadi kepikiran untuk menjauhkan Rayna dari Kevano, entah bagaimana caranya dia pun belum tahu pasti. Namun dia tak ingin Rayna dekat dengan Kevano, apalagi Kevano sudah dua kali melecehkan Rayna.


"Oh, ya. Mommy bahagia melihat Ade sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan semakin dewasa," ucap Dania.


Rayna melihat ke arah Dania, dia pun tersenyum.


"Ya, sepertinya di Kampus nanti, Ade akan menjadi primadona Kampus," ucap Randy sambil terkekeh.


Rayna tersenyum mendengar ucapan Randy. Namun senyumnya hilang saat dia teringat ucapan Kevano yang pernah mengatainya gadis kampungan.


"Tidak, sepertinya tidak begitu, Pa. Penampilan Ade bahkan tidak modis seperti kebanyakan gadis di luaran sana," ucap Rayna.


"Mereka yang hanya memandang penampilan seseorang, adalah orang yang pemikirannya sempit. Ade pintar. Sama seperti Mommy," ucap Randy.


"Tapi, Mommy cantik, Pa," ucap Rayna.


"Tidak juga, Mommy jelek saat itu. Sangat jelek," ucap Randy sambil terkekeh mengingat dulu dia mulai jatuh cinta pada Dania di saat Dania masih menyamar menjadi gadis jelek dan ber-tompel.


"Apa iya? Ade enggak percaya," ucap Rayna.


Rayna berpikir tak mungkin Dania cantik karena operasi plastik. Bahkan Rayna pernah melihat foto kecil Dania, dan sudah jelas Dania sudah cantik dari kecil.


"Ade tidak tahu saja. Dulu, Mommy adalah gadis terjelek di Sekolah. Dia cupu memakai kacamata tebal, juga ada tompel di pipi kanannya," ucap Randy.


Rayna membulatkan matanya. Dia menatap Dania yang tengah melihat ke arahnya dan tersenyum.


"Apa Mommy benar-benar operasi plastik? Apa Mommy menghilangkan tompel Mommy?" tanya Rayna dengan penasaran.


Randy terkekeh mendengar ucapan Rayna. Anaknya itu benar-benar sangat polos.

__ADS_1


"Tuh, Mom. Ditanya sama Ade, apa Mommy enggak mau cerita tentang masa muda Mommy, dulu?" Randy menatap Dania sekilas sambil trus fokus mengemudi.


"Ya, dulu Mommy menutupi semuanya. Meski begitu, Papa kamu tetap menyukai Mommy," ucap Dania dengan bangga sambil tersenyum tipis.


Rayna terdiam, dia masih bingung dengan apa yang dikatakan kedua orangtuanya itu.


"Kisah kami begitu rumit, dulu. Kami disatukan dalam keadaan sama-sama tidak siap untuk saling menerima. Kami bahkan masih muda saat itu," ucap Randy.


"Apa Mommy dan Papa menikah di saat Mommy sudah mengandung?" tanya Rayna dengan polos.


Hahaha ...


Randy tertawa mendengar ucapan Rayna.


"Enggak begitu, Sayang. Maksudnya, kami dijodohkan saat itu, karena ada sebuah ke salah pahaman. Dan, kami masih muda saat itu. Mommy kamu tidak hamil, Mommy bahkan mengandung Ade dan Abang setelah kami menikah hampir tiga tahun," ucap Randy.


"Ade pikir begitu," ucap Rayna dengan lega. Dia berpikir, dirinya dan Raydan adalah anak dari hasil hubungan sebelum menikah.


"Mungkin Ade bertanya-tanya, kenapa Papa begitu protective pada Ade?" Randy melihat Rayna dari kaca spion depan.


"Karena, Papa tidak mau Ade sampai mengalami hal yang sama dengan apa yang kami alami, dulu," ucap Randy.


"Kami menikah di saat kami masih sangat muda, dan kami belum siap untuk semua itu. Usia kami saat, itu, bahkan bukan usia yang ideal untuk menikah," ucap Randy.


"Berapa usia kalian saat menikah dulu?" tanya Rayna penasaran.


"Berapa itu, yang jelas masih sangat muda, dan Papa tidak mau Ade menikah muda. Begitupun dengan Abang, Papa ingin kalian sekolah yang tinggi dan menjadi anak-anak yang sukses mewujudukan cita-cita kalian. Dan, setelah itu, menemukan cinta kalian masing-masing. Karena saat itu, kalian sudah dewasa, dan sudah siap untuk kehidupan yang sebenarnya," ucap Randy.


"Sekarang, pun, Ade sudah dewasa. Sudah saatnya dia mandiri," ucap Dania.


Randy mengerutkan dahinya dan melihat ke arah Dania sekilas.


"Apa maksud kamu?" tanya Randy.


"Ade sudah akan masuk kuliah, akan sangat lelah jika dia harus pulang pergi ke rumah," ucap Dania.


"Jadi, bagaimana baiknya?" tanya Randy.

__ADS_1


"Kenapa kita tidak belikan rumah yang dekat dari Universitas Ade? Dengan begitu, dia tidak akan kelelahan di jalan," ucap Dania.


Mungkin gila pikirnya, karena menyuruh Rayna yang sebelumnya tidak pernah tinggal jauh darinya dan juga Randy. Ditambah lagi Rayna adalah seorang gadis. Entah mengapa dia ingin sekali Rayna menjauh dari Kevano, meski jarak dari Jakarta ke Depok tidaklah jauh tetapi Dania yakin Kevano tidak akan mudah menemui Rayna karena tak akan mengetahui keberadaan Rayna.


"Aku enggak setuju ..!" tegas Randy.


"Apa kamu gila? Ade perempuan, mana mungkin aku membiarkan Ade untuk tinggal sendirian," ucap Randy.


"Tapi, dia sudah mulai beranjak dewasa. Kita tidak bisa terus memperlakukannya layaknya gadis SD. Kamu tahu sendiri, bukan? Ade tidak banyak bergaul selama di Sekolahnya. Dia bahkan tidak memiliki banyak teman. Biarkanlah dia mengenal lebih luas lingkungan sosialnya, biarkan Ade menjadi mandiri," ucap Dania.


"Aku tetap enggak setuju ..!" tegas Randy.


"Apa kamu gila? Kamu mau melepas Ade begitu saja? Kamu tahu betul alasan aku, dan kamu masih ingin melepaskan Ade?" Randy benar-benar tak percaya dengan pemikiran Dania, istrinya itu benar-benar sangat konyol menurutnya.


Dania menghela napas, Randy memang benar-benar kritis terhadap Rayna. Randy terlalu takut karena terus teringat kelakuannya di masa lalu. Namun bukan hanya ingin menjauhkan Rayna dari Kevano, tetapi Dania juga ingin membuat Rayna berani berhadapan dengan dunia luar tanpa harus berada di bawah ketiak kedua orangtuanya. Dia ingin Rayna menjadi anak yang mandiri dan kuat.


"Sudahlah, kita akan bicarakan masalah ini, nanti," ucap Dania.


Percuma bicara dengan Randy saat ini, Randy juga sedang fokus mengemudi. Dia tidak akan bisa fokus memikirkan ucapannya, pikir Dania.


Rayna yg terus memperhatikan kedua orangtuanya itu, dia pun merasa heran dengan keinginan Dania. Dia tak menyangka Dania akan menyuruhnya untuk tinggal jauh dariĀ  keluarga seperti apa yang Raydan lakukan. Meski masih berada di negara yang sama.


*******


Sesampainya di rumah.


Rayna masuk ke rumah terlebih dahulu dan pergi ke kamarnya, sementara Dania meminta Randy untuk mengikutinya ke taman belakang rumah.


"Kenapa, Yank? Apa maksud kamu bicara seperti tadi?" tanya Randy.


"Saat di rumah Mama tadi, aku mendengar Ade bicara di telepon dengan anak itu," ucap Dania.


"Siapa?" tanya Randy.


"Kevano, laki-laki yang sudah mencium Ade," ucap Dania.


"Apa?"

__ADS_1


__ADS_2