Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 87


__ADS_3

Rayna dan Dania sudah selesai sarapan, Rayna pun membantu Dania membereskan semua makanan di meja dan mereka akan menuju kamar masing-masing. Tetapi Dania menahan tangan Rayna begitu Rayna akan menaiki anak tangga.


"Kenapa, Moms?" tanya Rayna.


"Bagaimana jika hari ini kita ke salon? Rasanya, Mommy sudah lama nggak ke salon," ucap Dania.


"Ayo, Ade anterin Mommy," ucap Rayna. Kebetulan dia pun sedang suntuk hari ini, pergi keluar mungkin akan membuatnya lebih baik. Dania pun sengaja mengajak Rayna agar Rayna tak terlalu stress karena memikirkan masalahnya.


Mereka bersiap dan pergi menuju garasi. Karena sudah tak ada supir, Dania pun akan mengemudikan mobilnya sendiri. Jika dipikir-pikir, anak dan ibu itu seperti adik kakak saja, perbedaan usia yang jauh tak menyurutkan pesona Dania jika berdampingan dengan Rayna. Memang menyenangkan jika memiliki anak perempuan, mereka bisa menjadi teman kita kapan saja.


Rayna mengurungkan niatnya saat akan memasuki mobil dan melihat Guriko memasukan dua buah koper besar ke dalam taksi. Tak hanya itu, ada mami Guriko juga di sana. Selesai memasukan koper, Guriko menghampiri Rayna dengan canggung. Jantungnya berdegup kencang menatap Rayna. Tangannya keringat dingin, bibirnya bergetar ingin mengatakan sesuatu.


"Ada apa? Kamu mau kemana?" tanya Rayna.


"Aku akan ke Jepang," ucap Guriko.


Rayna terkejut mendengar ucapan Guriko. Apa lagi-lagi aku akan kehilangan teman? batin Rayna. Baru saja dia memiliki teman yang membuatnya merasa cocok, tetapi dia sudah akan kehilangan.


"Apa semua karena masalah kemarin, karena itu kamu menghindariku?" tanya Rayna. Rayna berpikir, Guriko menjauhinya karena sang papa menuduh Guriko menghamilinya.


"Tidak, bukan seperti itu. Orangtuaku memintaku ikut dengan mereka," ucap Guriko.


"Lalu, bagaimana dengan kuliahmu di sini?" tanya Rayna bingung.


"Orangtuaku sudah mengurus semuanya, aku akan pindah kuliah ke Jepang," ucap Guriko.


Rayna terdiam, sepertinya keinginan ke Jepang bukanlah keinginan Guriko sendiri. Terlihat kesedihan di mata Guriko.


Guriko menghampiri Dania dan meminta izin pada Dania untuk bicara berdua dengan Rayna. Dania pun mengizinkannya.


Guriko menuntun Rayna menuju jarak yang cukup jauh dengan Dania. Dia memberikan sebuah kotak dus yang dihiasi sebuah pita pada Rayna.


"Entah kapan kita akan bertemu lagi, ini ada hadiah kecil dariku. Mungkin, saat kita bertemu lagi, kamu udah punya bayi-bayi lucu dan cantik seperti dirimu. Maaf, aku nggak bisa kasih solusi untuk masalahmu, semoga kamu bahagia, Rayn," ucap Guriko sendu.


Mata Rayna memerah, dia sungguh sedih mendengar ucapan Guriko. Guriko tetap menganggapnya benar-benar hamil. Rayna pun terdiam, dia tak ingin mengatakan apapun. Bukankah percuma menjelaskan segalanya? Dia pun tak memiliki bukti bahwa dirinya tidak benar-benar hamil.


"Kita akan ketinggalan pesawat kalau kalian terus bicara!" teriak mami Guriko.


Sekali lagi Guriko menatap Rayna dalam, dan memegang bahu Rayna.


"Terimakasih untuk perkenalan singkat kita. Terimakasih sudah menjadi temanku, aku menyayangimu," ucap Guriko dan meninggalkan Rayna yang terdiam membisu karena terkejut mendengar ucapan Guriko.

__ADS_1


Guriko masuk ke dalam taksi dan taksi itupun mulai menghilang dari pandangan Rayna. Rayna kembali menghampiri sang mommy dan masuk ke dalam mobil.


"Ade baik-baik saja?" tanya Dania.


"Tidak," ucap Rayna.


"Ade sedih kehilangan dia?" tanya Dania.


"Iya, dia teman Ade yang selalu menemani Ade selama di sini, meski dengan waktu yang singkat," ucap Rayna.


Dania tersenyum dan mengusap lembut kepala Rayna.


"Teman sejati, suatu saat akan di pertemukan lagi. Tak perlu sedih, Tuhan sudah memiliki rencana untuk Ade dan dia," ucap Dania.


Rayna mengangguk dan menggenggam erat kotak hadiah yang Guriko berikan. Dia akan membukanya saat di rumah nanti.


Di sisi lain.


Di dalam taksi, Guriko hanya diam dan menatap jalanan. Dia akan meninggalkan negara yang selama ini menjadi saksi dia tumbuh. Tentu dia sangat sedih, dia pun tak mengerti kenapa sang mami justru memakasanya untuk ikut ke Jepang.


"Kamu ingin tahu, kenapa Mami memintamu ke Jepang?" tanya mami Guriko yang sontak membuat Guriko menatap sang mami dengan penasaran. Dia penasaran dengan alasan maminya itu.


"Karena Mami tahu, gadis itu hamil dan kemarin orangtuanya memanggilmu untuk bertanggung jawab," ucap mami Guriko.


"Mami tahu dari mana?" tanya Guriko bingung.


"Dari Byanka, Mami tidak mengerti kenapa orangtua gadis itu justru memintamu untuk bertanggung jawab? Mami yakin betul bukan kamu yang menghamili gadis itu. Yang membuat mami tak habis pikir, ayah dari bayi itu tak jelas. Itu artinya, gadis itu tak baik. Mungkin dia tidur dengan banyak pria," ucap Mami Guriko.


"No, Mam. Mami nggak tahu apapun, kalau aku tahu dari awal alasan Mami seperti ini, aku nggak akan mau ikut sama Mami. Kalau seperti ini, justru mereka akan menyangka kalau aku lari dari tanggung jawab," ucap Guriko.


"Yang benar saja. Anggota keluarga Kuzugami, tidak akan pernah membuat masalah yang akan merugikan keluarga juga perusahaan. Ayah gadis itu akan tahu sendiri siapa dirimu dan identitasmu. Dia akan menyesal telah menuduhmu yang tidak-tidak, dan harusnya kamu bersyukur karena Mami menjauhkan mu dari masalah," kesal mami Guriko.


Guriko mengembuskan napas kasar. Percuma saja berdebat dengan maminya itu. Dia tak akan pernah menang melawan maminya.


Di kantor polisi.


Randy memarkirkan mobilnya dan memasuki kantor polisi. Dia menghampiri salah satu polisi dan memberitahukan seseorang yang Randy maksud sedang ada di ruang interogasi dan tengah berhadapan dengan polisi.


Randy menghampiri orang itu dan menatap nyalang orang itu.


Byanka dan temannya, kedua gadis itu tampak bingung melihat kehadiran Randy. Pasalnya, tatapan Randy begitu tajam sedangkan mereka tak mengenal Randy.

__ADS_1


"Saya Papanya Rayna," ucap Guriko.


Byanka membulatkan matanya, dia menelan air liurnya.


"Kenapa kamu memfitnah anak Saya, sedangkan dia tak pernah membuat masalah denganmu?" tanya Randy pelan. Namun penuh penekanan.


"Tidak pernah membuat masalah? Dia merebut pacarku, aku hanya memperjuangkan cintaku!" tegas Byanka.


Randy terkekeh, pemikiran anak muda jaman sekarang sangatlah dangkal. Demi cinta rela menjatuhkan harga diri seseorang.


"Kamu membuat kesalahan besar karena berani memfitnah anak Saya. Saya tidak peduli kamu siapa, dan bagaimana keluargamu. Saya tidak akan memberikan ampun untuk anak nakal seperti dirimu!" tegas Randy.


Ya, Randy sempat meminta Reksi mencari tahu identitas Byanka yang ternyata anak dari salah satu konglomerat di Indonesia. Tentu keluarganya orang terpandang, sayangnya Byanka telah membuat malu keluarganya hanya karena ambisinya.


"Kamu akan menyesal melakukan ini padaku. Orangtuaku tidak akan tinggal diam melihat putrinya di perlakukan begini! Lagipula, tak ada bukti yang memberatkanku!" kesal Byanka.


"Kamu benar, tak akan ada orangtua yang rela anaknya diperlakukan tidak adil. Tetapi ini adil untukmu, apa yang kamu lakukan terhadap Rayna, adalah sebuah kesalahan, dan setiap kesalahan selalu ada hukumannya. Jangan berpikir dirimu paling pintar, sehingga tak akan ada satu orangpun yang akan tahu kebusukanmu. Jangan lupa, ingatkan namaku dikepalamu, Aku Randy Sebastian, aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan! Jadi, Nikmati saja masa mudamu di dalam penjara! Karena semua bukti, tak akan bisa meloloskanmu dengan mudah!" tegas Randy.


"Heh ... Kita lihat saja nanti, orangtuaku akan mengeluarkanku dari sini!" ucap Byanka yakin.


"Jika orangtuamu orang terhormat, dan cerdas, mereka tak akan melakukan itu. Hanya orang bodoh yang membela orang bersalah!" ucap Randy penuh penekanan dan meninggalkan Byanka bersama temannya.


Byanka mengepalkan tangannya dan menatap nyalang temannya.


Plak!


Byanka menampar temannya dengan kuat, membuat bibir temannya itu sedikit robek dan mengeluarkan darah.


"Ini semua gara-gara ide bodohmu! Aku menyesal berteman dengan orang bodoh sepertimu!" kesal Byanka.


Temannya mengepalkan tangannya, dia tak terima Byanka memperlakukannya seperti itu.


"Jika kamu pintar, kamu tak akan mengikuti saranku!" tegasnya.


Byanka membulatkan matanya, temannya itu benar-benar lancang. Karena ide bodoh temannya Byanka sampai terseret ke kantor polisi. Dia pun tak yakin orangtuanya akan membantunya, dia bahkan sudah mempermalukan keluarganya.


Byanka terdiam, dia masih tak habis pikir karena Randy bisa mengetahui dirinya terlibat dalam fitnah kehamilan Rayna. Dirinya sudah mengeluarkan uang banyak untuk membayar IT terbaik agar memanipulasi hasil rekaman itu.


Di dalam mobil.


Randy melajukan mobilnya dengan perasaan lebih baik. Dia merasa tenang karena dalang kejahatan fitnah kehamilan Rayna sudah berada di tangan polisi. Mungkin akan sedikit membutuhkan tenaga menghadapi keluarga Byanka yang tentu bukan orang biasa. Namun, Randy tak takut dengan itu, apapun demi anak gadisnya tentu dia akan melakukan segalanya.

__ADS_1


Satuhal yang Byanka tidak tahu, IT yang dia bayar adalah Reksi, teman baik Randy. Tentu Reksi mengenal Rayna. Dia mengenal semua anak-anak Randy, karena itu sejak Randy memberitahu masalah Rayna, Reksi pun membantu Randy. Bodohnya Byanka, tidak mencari tahu orang-orang terdekat Reksi.


__ADS_2