Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 78


__ADS_3

Rayna terdiam kala mendengar ucapan Kevano, lagi-lagi dia tak mengerti perasaan apaan yang dia rasakan saat ini. Kakinya terasa berat untuk melangkah menuju rumah. Namun dia pun enggan untuk berbalik dan melihat Kevano.


Bugh!


Rayna terkejut kala mendengar suara pukulan, sontak dia berbalik dan membulatkan matanya. Terlihat Guriko tengah memukul Kevano. Entah sejak kapan Guriko berada di depan rumahnya. Rayna pun bergegas menghampiri Guriko dan Kevano. Dia menarik tangan Guriko agar menjauh dar Kevano.


"Jangan ikut campur urusan cowok!" bentak Guriko.


Rayna membulatkan matanya dan menghempaskan tangan Guriko.


"Kamu mau pukul dia? Kamu mau ribut sama dia? Silahkan di luar! Jangan di rumahku!" tegas Rayna.


Guriko mendengus kesal dan mengusap wajahnya kasar. "Aku nggak suka dia terus ganggu Kamu!" tegas Guriko.


"Apa urusanmu? Dia mengganggu ku, atau nggak, itu bukan urusan Kamu. Kamu nggak berhak mukul orang sembarangan!" ucap Rayna.


Guriko tersenyum tipis mendengar ucapan Rayna.

__ADS_1


"Aku pikir, kita teman. Ternyata nggak, Kamu tetap nggak bisa terima Aku sebagai teman Kamu! Aku peduli sama Kamu, Rayn. Tapi, Kamu justru bela orang yang udah jelas-jelas nyakitin Kamu terus,": ucap Guriko. Rayna memegang kepalanya yang kembali terasa pusing. Dia merasa bingung mendengar ucapan Guriko.


Apa Aku salah bicara? gumam Rayna.


Rayna menghela napas saat melihat Guriko pergi dari garasi rumahnya. Dia melihat Kevano yang sejak tadi hanya diam. Kevano bahkan tak mencoba melawan Guriko. Kevano memegang wajahnya. Sesaat kemudian dia melangkah akan pergi dari rumah Rayna. Namun, Rayna terkejut karena melihat sudut bibir Kevano mengeluarkan darah. Rayna menelan air liurnya.


"I-itu, bibir Kamu," ucap Rayna gugup.


"Kenapa?" tanya Kevano bingung.


"Berdarah, ya ampun!" ucap Rayna. Bagaimana mungkin Kevano tak menyadari bibirnya mengeluarkan darah?


"Apa? Yang benar aja. Mana mungkin Aku bahagia di atas penderitaan orang lain," ucap Rayna mengelak. Kevano terlalu berpikir jauh tentangnya.


"Nggak apa-apa. Ini biasa untuk pria," ucap Kevano santai. Dia meringis kesakitan merasakan perih di bibirnya. Pukulan Guriko memang cukup keras hingga membuat bibirnya sedikit robek.


Kevano terkejut saat Rayna menariknya menuju ke dalam rumah.

__ADS_1


"Kamu mau apa?" tanya Kevano.


"Menurut Kamu?" Rayna terus menuntun Kevano masuk ke rumah. "Tunggu di sini!" Rayna meninggalkan Kevano di ruang tamu dan pergi mengambil kotak obat. Dia pun kembali menghampiri Kevano sambil membawa kotak obat tersebut.


Dengan cekatan Rayna mengobati luka Kevano, membuat Kevano menyunggingkan senyum tipis.


"Auw ... Kamu mau balas dendam?" Kevano meringis saat Rayna mengompres lukanya dan memberikan sedikit obat luka. Rayna tak mempedulikan ucapan Kevano. Dia masih terus fokus mengobati luka Kevano.


"Astaga, yang benar aja. Kamu ikhlas nggak, sih, sebenarnya ngobatin luka Aku?" ucap Kevano.


"Jangan banyak omong!" ucap Rayna.


Kevano menghela napas. Dia pun hanya diam. Dia tak ingin mengatakan apapun lagi dan memilih memperhatikan wajah Rayna yang begitu dekat dengannya. Jantungnya berdetak kencang, bahkan lebih kencang ketika pertama kali dia mengatakan cinta pada Rayna. Dia tak ingin menyia-nyiakan waktu kebersamaan-nya bersama Rayna. Jika dengan cara tersiksa seperti itu dia bisa dekat dengan Rayna, dia rela mendapatkan pukulan setiap hari demi untuk melihat wajah Rayna dari dekat. Dia pun semakin yakin, bahwa perasaannya pada Rayna memanglah perasaan cinta. Dia bahagia bisa melihat Rayna.


Kevano pernah berpikir, perasaannya hanyalah sebatas rasa bersalah terhadap Rayna karena pernah mempermalukan Rayna dan keluarganya. Namun, kini dia menyadari saat melihat wajah Rayna begitu dekat, saat dia menatap mata Rayna yang meski Rayna tak membalas tatapannya, tetapi dia dapat merasakan sebuah getaran tak biasa dalam hatinya.


"Rayn!" panggil Kevano begitu Rayna selesai mengobati lukanya.

__ADS_1


"Hm ..." Rayna membereskan kotak obat itu dan melihat Kevano.


"I love you," ucap Kevano.


__ADS_2