Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 29


__ADS_3

Brak ..!


Randy menggebrak meja dengan cukup keras dan bangun dari duduknya, membuat semua orang semakin terkejut.


Randy tak menyangka Kevano akan dengan berani mengungkapkan perasaannya.


"Apa maksud kamu?" Randy menatap Kevano dengan tatapan tajam.


Dania memegang lengan Randy, mencoba untuk menenangkan Randy. Dania tahu saat ini Randy tengah dalam keadaan marah besar.


Dari awal Randy tak pernah mengizinkan Rayna untuk dekat dengan pria manapun sebelum Rayna menyelesaikan sekolahnya.


"Tolong, pergi dari sini," ucap Dania.


"Tapi, Tan, aku serius ..!" ucap Kevano.


Randy akan menghampiri Kevano, namun Rayna langsung bangun dari duduknya.


Dia menarik lengan Kevano, membuat Kevano sampai bangun dari duduknya.


"Aku mau bicara," ucap Rayna.


"Tidak ..! Papa tidak mengizinkan Ade untuk bicara dengan laki-laki ini ..!" tegas Randy.


"Tolong, Pa. Ade perlu bicara, sebentar saja," ucap Rayna dengan nada memelas.


Randy menggelengkan kepalanya.


"Tidak ..! Papa tidak mau Ade sampai kenapa-kenapa," ucap Randy.


"Dia tidak mungkin berani macam-macam, Pa. Ini bahkan di dalam rumah kita," ucap Dania.


Randy menghela napas lelah, dia memang tak bisa menolak permintaan Dania.


"Baiklah, lima menit," ucap Randy.


Rayna pun mengangguk dan keluar bersama Kevano.


Rayna dan Kevano terkejut saat melihat sudah banyak wartawan di depan rumah.


Rayna akan berlari masuk ke dalam rumah, namun Kevano langsung menahan tangan Rayna.


"Jangan lari, ayo kita samperin wartawannya," ucap Kevano.


Rayna mencoba melepaskan tangannya dari tangan Kevano, namun Kevano semakin mengeratkan genggamannya.


"Sudahlah, percaya sama aku, oke." Kevano mencoba menenangkan Rayna. Dia ingin segera menyelesaikan masalahnya bersama Rayna.

__ADS_1


Tak lama, Randy dan Dania keluar karena mendengar suara riuh di luar rumah.


Randy dan Dania terkejut saat melihat ada beberapa wartawan di depan rumah.


"Apa-apaan, ini?" Randy segera berdiri di hadapan Rayna, mencoba menutupi keberadaan Rayna yang sebetulnya hanya sia-sia saja karena wartawan sudah melihat Rayna.


Wartawan pun tak kalah terkejut saat melihat Randy, pasalnya Randy adalah seorang owner perusahaan food & beverage yang terkenal.


Entah bagaimana caranya wartawan-wartawan itu bisa sampai masuk ke dalam rumah.


"Bukankah anda Pak Randy Sebastian? Seorang pengusaha restauran sukses?" tanya salah seorang wartawan.


Randy pun hanya diam, dia tahu jika dia menjawab, maka wartawan itu akan semakin tak bisa berhenti bicara.


"Pak Eko ..! Persilahkan mereka keluar ..!" ucap Randy.


Saat Randy akan menarik tangan Rayna untuk masuk ke dalam rumah, Kevano pun langsung menghalangi langkah Randy.


"Tolong, Om. Mumpung ada wartawan di sini, kenapa enggak sekalian saja kita selesaikan?" ucap Kevano.


Randy menatap Dania, Dania pun menganggukkan kepala.


"Baiklah," ucap Randy.


Setelah mendapat persetujuan, wartawan-wartawan itu pun bergegas menghampiri Kevano dan Rayna, mereka pun langsung mencecar Kevano dan Rayna dengan banyak pertanyaan yang membuat kepala Randy terasa mendidih.


"Apa benar kalian berdua sepasang kekasih?" tanya salah satu wartawan.


"Benar," ucap Kevano.


Randy dan Dania membulatkan matanya, apalagi Rayna yang sama sekali tak merasa memiliki hubungan apapun dengan Kevano.


"Apalagi yang mau kalian tanyakan?" Kevano menatap dengan berani satu persatu para wartawan itu.


Entah apa yang membuatnya berani, padahal sebelumnya dia selalu menghindar dari wartawan.


"Bagaimana dengan model Selly? Bukankah, Mas punya hubungan dengannya?" tanya wartawan yang berbeda.


Kevano terkekeh, membuat wartawan-wartawan itu kebingungan dibuatnya.


"Kalian ini sungguh lucu, kalian sendiri yang menulis berita di media dengan judul yang tak masuk akal. Bagaimana mungkin saya pacaran dengan istri orang?" ucap Kevano.


"Lalu, kenapa selama ini, Mas menyembunyikan hubungan Mas dengan kekasih Mas? Sudah berapa lama kalian pacaran?"


"Mas pernah lihat pacar saya pakai seragam sekolah, kan? Nah, ini alasan saya menyembunyikan hubungan saya dengan pacar saya, karena dia masih sekolah," ucap Kevano.


"Lalu, apa yang terjadi sore itu, sebenarnya? Apa kalian bertengkar karena--"

__ADS_1


"Sudah cukup, saya dan Kevano bertengkar karena memang ada ke salah pahaman yang terjadi. Kenapa kalian sibuk mengurusi kehidupan orang lain? Kalian bikin dosa saja, bergosip terus," ucap Rayna dengan geram, wartawan itu bahkan belum sempat menyelesaikan ucapannya.


Rayna sudah cukup muak dengan masalah yang menimpa dirinya, di tambah lagi sekarang Kevano justru mengatakan bahwa dia adalah kekasih Kevano.


Randy tersenyum melihat keberanian putrinya itu, dia yakin betul bahwa sikap pemberaninya itu memang menurun pada putrinya.


"Kalian sudah dengar, bukan? Apa yang kalian lihat hanyalah ke salah pahaman. Sekarang, silahkan pergi dari rumah saya," tegas Randy.


Wartawan-wartawan itu masih merasa tak puas atas jawaban Kevano, mereka masih tak ingin pergi dari rumah Randy.


"Tolong, sudah cukup ..! Intinya adalah, saya tidak punya hubungan apapun dengan istri orang lain, dan saya hanya memiliki satu kekasih, yaitu Rayna," ucap Kevano sambil merangkul bahu Rayna.


Randy menatap Kevano dengan tatapan tajam, dia sungguh kesal melihat Kevano berani menyentuh Rayna.


Randy pun membawa Rayna masuk ke dalam rumah dengan diikuti oleh Dania.


Sementara Kevano hanya diam saja memperhatikan Rayna yang mulai masuk ke dalam rumah.


Tak lama, wartawan-wartawan itu pun pergi dari rumah Randy, dan Kevano kembali masuk ke dalam rumah.


Plak.


Belum sepenuhnya Kevano memasuki rumah, dia justru mendapatkan satu tamparan di pipinya.


"Lancang sekali kamu ..!" bentak Randy.


Kevano menatap Randy dengan tatapan tak suka, sudah sejak awal dia diam saja saat Randy terus menyerangnya, dan kini lagi-lagi Randy kembali menyerangnya.


"Apa Om sudah selesai bicara? Kalau sudah, saya cuma mau bilang, saya menyesal sudah menyukai anak dari orangtua arogan seperti Om ..!" tegas Kevano.


"Apa maksud kamu, ha? Memangnya kamu pikir Rayna juga menyukai kamu? Jangan mimpi ..! Karena, saya tidak akan membiarkan semua itu ..!" bentak Randy.


"Terserah, saya pikir saya menyukai anak Om. Tapi, ternyata saya tidak benar-benar menyukai anak Om yang kampungan itu ..!" ucap Kevano dengan kesal sambil melihat sekilas ke arah Rayna.


Rayna membulatkan matanya, dia sungguh terkejut mendengar ucapan pedas yang keluar dari mulut Kevano.


"Jadi, kamu hanya memanfaatkan anak saya?" tanya Randy dengan geram.


"Betul, dan wartawan percaya." ucap Kevano dengan angkuh.


Randy mengepalkan tangannya dan akan memukul Kevano kembali, Dania pun langsung menahan tangan Randy.


"Biarkan, Yank. Anak ini benar-benar lancang." geram Randy.


Dania menggelengkan kepala dan mendekati Kevano.


Plak.

__ADS_1


Satu tamparan keras mendarat di pipi Kevano, tamparan dari seorang ibu yang penuh dengan kemarahan, kekecewaan, dan tak terima melihat anaknya dimanfaatkan dan dipermainkan, sehingga tamparan itu terasa bagaikan sebuah cakaran dari seekor macan, sungguh perih.


__ADS_2