Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 27


__ADS_3

Randy duduk diruang kerjanya, ucapan Dania terus terngiang di telinganya.


"Apa benar, semua yang terjadi pada Rayna adalah hasil dari perbuatanku dulu?" Pikirnya.


Randy mengusap wajah kasar dan pergi menuju kamar Rayna, terlihat Rayna yang masih sibuk dengan laptopnya.


"Ade belum tidur?" tanya Randy.


Rayna tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Ade masih banyak tugas, Pa." ucap Rayna.


Randy pun duduk di sebelah Rayna dan terus memperhatikan Rayna yang masih mengetik sesuatu di laptopnya.


"Papa belum ngantuk?" tanya Rayna.


"Belum, Papa temani Ade, ya." ucap Randy.


"Iya, Pa." ucap Rayna.


Randy terus memperhatikan wajah Rayna, dia jadi teringat Dania saat masih sekolah dulu. Rayna mirip sekali dengan Dania saat remaja dulu, Rayna begitu cantik sama seperti Dania, dan Randy sangat menyayangi Rayna begitu juga dengan Raydan. Baginya, anak-anaknya adalah segalanya, karena itu dia harus menjaganya dengan baik.


"Uhh, akhirnya selesai." ucap Rayna sambil menghela napas lega.


Rayna beranjak dari tempat tidurnya dan menyimpan laptopnya di atas meja.


"Ade betah sekolah di sekolah yang baru?" tanya Randy.


"Lumayan, Pa, meski pelajarannya jauh berbeda dengan di Sydney." ucap Rayna.


"Benarkah? Tapi, anak Papa, kan, pintar. Pasti bisa." ucap Randy.


"Iya, Pa." ucap Rayna


"Sini, peluk Papa." ucap Randy.


Rayna pun menyenderkan kepalanya di bahu Randy.


"Maafkan Papa." ucap Randy.


"Maaf untuk apa?" tanya Rayna.


"Untuk kelalaian Papa dalam menjaga Ade." ucap Randy.


Rayna merubah posisi duduknya dan menatap Randy dengan tatapan sedih. Dia sudah tahu arah pembicaraan Randy mengarah kemana, dan dia sangat malu mengingat kejadian memalukan itu bersama Kevano.


Randy menarik Rayna ke pelukannya dan mengusap lembut kepala Rayna.


"Mulai besok, Papa akan antar jemput Ade dan Abang. Papa enggak akan biarkan siapapun macam-macam sama Ade lagi. Papa akan beri pelajaran pada pria yang sudah berani macam-macam sama Ade." ucap Randy.


Dadanya bergemuruh membayangkan anak kesayangannya itu dilecehkan oleh seorang pria. Seburuk apapun dia dimasa lalu, dia tetap tak ingin anaknya itu mengalami apa yang pernah dia lakukan pada beberapa wanita yang pernah dia lecehkan dimasa lalu.


Randy mengecup pucuk kepala Rayna, dan meminta Rayna untuk segera tidur, dia pun keluar dari kamar Rayna dan pergi menuju kamar Raydan.


Ada rasa bersalah di hatinya karena sore tadi telah memarahi anak laki-lakinya itu, selama ini dia tak pernah marah kepada anak-anaknya, namun masalah selalu datang akhir-akhir ini yang membuat Randy sampai meluapkan emosinya kepada orang-orang yang dia sayangi, dia bahkan sudah memarahi Dania.


"Bang," panggil Randy saat tak menemukan Raydan di kamarnya.


Ceklek.


Randy melihat ke arah pintu kamar mandi, dan terlihat Raydan yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Papa?" Raydan mendekati Randy dan duduk berhadapan di sofa.


"Kenapa, Pa?" tanya Raydan.


"Papa mau minta maaf soal tadi sore, Papa enggak sengaja marahin Abang." ucap Randy.


"Enggak apa-apa kok, Pa. Abang ngerti, dan Abang nggak akan biarkan siapapun menyakiti Rayna. Abang akan kasih pelajaran sama pria itu." ucap Raydan.


Randy menggelengkan kepala dan menepuk bahu Raydan.


"Tugasmu hanya belajar, Papa yang akan urus semuanya." ucap Randy.


Raydan menghela napas agak kasar, dan mengangguk. Sebetulnya, dia ingin sekali memberi pelajaran pada Kevano, namun sang papa justru mengingatkannya.


"Ya sudah, istirahatlah. Besok sekolah, kan?"

__ADS_1


Raydan mengangguk dan Randy pun keluar dari kamar Raydan.


Randy menarik napas dalam dan mengembuskan nya perlahan saat akan memasuki kamarnya, kini saatnya dia membujuk Dania agar tak lagi marah kepadanya.


Gara-gara tadi sore dia memarahi Dania, Dania jadi mendiamkannya sampai sekarang.


Randy membuka pintu kamarnya, terlihat Dania yang tengah duduk didepan cermin sambil memakai night cream di wajahnya.


Randy duduk dipinggir tempat tidur sambil terus memperhatikan Dania.


Dania masih tetap diam, sampai dia selesai memakai night cream di wajahnya, dia pun membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.


Randy menghela napas perlahan, istrinya itu benar-benar marah padanya.


"Yank," panggil Randy.


Tak ada sahutan dari Dania, Dania memilih memunggungi Randy.


Randy pun naik ke atas tempat tidur dan memeluk Dania dari belakang, tak ada penolakan dari Dania, Dania masih tetap diam sambil memejamkan matanya.


"Maafin Papa, Papa khilaf sudah memarahi Mommy." bisik Randy.


Dania membuka mata sambil mengerutkan dahinya, tak biasanya Randy memanggilnya dengan sebutan Mommy.


"Hhmmm ..." Dania hanya berdehem dan kembali memejamkan matanya.


"Mommy maafin Papa, kan?" tanya Randy.


"Hhmmm ..." lagi-lagi Dania hanya berdehem.


"Auuuww ..."


Dania memekik saat Randy menggigit tengkuk Dania dengan cukup kuat sehingga menimbulkan bekas merah di kulit putihnya.


Dania pun berbalik dan menatap Randy dengan tatapan tajam.


"Kenapa gigit aku?" tanya Dania.


"Kenapa? Kamu enggak mau ngomong dari tadi, giliran digigit baru mau ngomong." ucap Randy.


Dania memutar bola matanya dan mendudukkan dirinya sambil bersandar di kepala tempat tidur.


"Kamu tahu kan, Yank, aku paling enggak bisa lihat kamu diam terus sama aku." ucap Randy.


"Aku lebih baik dengar ocehan kamu, dari pada harus melihat kamu diam begini." ucap Randy.


"Aku hanya enggak habis pikir, bisa-bisanya kamu menyalahkan aku." ucap Dania.


"Iya, ini salah aku." ucap Randy mencoba mengalah pada istrinya itu.


"Apa ini semua hasil dari perbuatan kita dimasa lalu?" tanya Dania.


"Jangan bicara itu lagi." ucap Randy dengan nada tak suka.


Dia sungguh tak suka jika harus mendengar Rayna adalah orang yang harus menanggung akibat dari apa yang sudah dia perbuat dimasa lalu.


"Aku hanya berpikir, semoga saja Ade enggak akan pernah mengalami apa yang aku alami dulu." ucap Dania.


Randy menarik napas dalam dan mengembuskan nya perlahan, dia pun menarik Dania ke pelukannya.


"Maafkan aku. Tapi, Tuhan tahu, aku sudah bertaubat, Yank. Aku akan berusaha jaga Ade, agar Ade enggak akan pernah mengalami apa yang kamu alami Dulu." ucap Randy.


Dania pun mengangguk dan memeluk Randy.


Randy dan Dania pun melanjutkan pembicaraan mereka sambil berolah raga dimalam hari 😁


*****


Randy membuka matanya saat terdengar suara  dering ponselnya, dia mengambil ponselnya dan terlihat nama Dio di layar ponselnya. Dengan malas Randy menjawab telepon Dio.


"Halo, Yo." ucap Randy.


"Kamu di mana, Rand?" tanya Dio.


"Di rumah, kenapa, Yo?" tanya Randy.


"Lihat tv, sekarang." ucap Dio.

__ADS_1


"Ada apaan, sih?" tanya Randy.


"Sudahlah, lihat saja." ucap Dio.


"Malas, aku ngantuk, Yo." ucap Randy dengan nada malas. Yang benar saja, ini bahkan masih pagi, pikir Randy.


"Astaga," Dio menghela napas agak kasar.


"Ada Rayna di berita gosip yang ada di channel X." ucap Dio.


Randy terperanjat dan bergegas mengambil remot, dia pun langsung menyalakan tv.


Dia mengepalkan tangannya, dada bergemuruh, rahangnya mengeras melihat wajah Rayna terpampang di berita gosip bersama Kevano.


Dengan cepat dia pergi ke kamar Rayna, meninggalkan Dania yang masih tertidur pulas akibat kelelahan karena olah raga malam.


Randy membuka pintu kamar Rayna, dia terkejut melihat Rayna tengah menangis tersedu-sedu sambil memeluk bantalnya.


Randy pun langsung menghampiri Rayna dan memeluk tubuh mungil Rayna.


"Sssttt ... Tenang, Sayang." ucap Randy sambil mengusap lembut kepala Rayna.


Rayna masih menangis tersedu-sedu dan memeluk Randy.


"Papa jangan marah sama Ade, berita itu bohong." ucap Rayna di tengah isak tangisnya.


Rayna sungguh takut papanya itu akan memarahinya karena berita bohong itu.


"Berita apa, Sayang? Apa Ade melihat sesuatu?" tanya Randy.


Rayna pun mengangguk.


"Apa yang Ade lihat?" tanya Randy.


"Tapi, Papa janji enggak akan marah sama Ade." ucap Rayna.


Saat Rayna akan memeriksa kembali tugas sekolahnya, dia justru tak sengaja melihat sebuah berita yang membuatnya menjadi penasaran. Sungguh dia syok saat melihat semau itu.


"Papa janji." ucap Randy.


Rayna membuka laptopnya dan menunjukkan sebuah video yang ada di youtube, di mana di sana terlihat sebuah video Rayna dan Kevano tengah berciuman di dalam mobil, meski video itu terlihat tak terlalu jelas karena terhalang kaca mobil. Ditambah lagi dengan judul yang tertulis di video tersebut yang tertulis bahwa kekasih Kevano mencoba melepaskan diri dari Kevano karena menolak ajakan Kevano untuk melakukan yang tidak-tidak di dalam mobilnya.


Randy menggertakkan giginya, rahangnya lagi-lagi mengeras, dadanya bergemuruh, sudah cukup batas kesabarannya.


"Dia bukan pacar Ade, Pa. Ade bahkan enggak kenal sama dia. Dia yang kurang ajar sama Ade, Pa. Sore itu, dia yang maksa Ade, Ade enggak tahu kalau di sana juga ada wartawan." ucap Rayna.


Mata Randy memerah, habislah dia. Lagi-lagi dia teringat akan kejadian 20 tahun yang lalu, di mana hal yang sama dia lakukan kepada Dania.


Tak lama terdengar suara pintu kamar terbuka dan tampaklah Dania dan Raydan yang memasuki kamar Rayna.


"Ade kenapa?" tanya Dania dan Raydan bersamaan, terlihat raut wajah keduanya yang berubah menjadi cemas.


"Ade istirahat saja, hari ini tidak usah sekolah. Abang juga, Abang temani Ade, urusan sekolah, biar Papa yang urus." ucap Randy.


Dania dan Raydan saling tatap, mereka merasa bingung dengan apa yang Randy katakan.


"Tapi, kenapa, Pa?" tanya Raydan dengan bingung.


"Apa harus selalu ada alasan, agar sang kakak menjaga adiknya?" tanya Randy.


Raydan terdiam, dia merasakan firasat buruk bahwa papanya sedang dalam keadaan emosi yang tak baik.


Randy pun keluar dari kamar Rayna dan masuk ke kamarnya dengan Dania yang juga mengikutinya.


Dia terduduk lemas di sofa kamarnya dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dadanya sungguh sesak melihat apa yang saat ini Rayna alami.


"Are you okay?" Dania mengusap lembut bahu Randy, namun tak membuat Randy melihat ke arah Dania.


"Ada apa?" tanya Dania mulai cemas.


Randy mengembuskan napas lelah dan menatap Dania.


"Kenapa harus Ade?" tanya Randy dengan lirih.


"Maksud kamu apa? Ada apa sama Ade?" tanya Dania dengan nada cemas.


Randy mengambil ponselnya dan menunjukkan video yang tadi ditunjukkan oleh Rayna.

__ADS_1


Dania membulatkan matanya, dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Dia sungguh syok dengan apa yang baru saja dia lihat.


__ADS_2