Istri Jelekku Season 2

Istri Jelekku Season 2
Bab 73


__ADS_3

Guriko bergegas menuju parkiran, dia melihat sekitar dan tak menemukan keberadaan Rayna. Dia sungguh cemas, mengingat Rayna begitu polos dan tak tahu daerah sekitar.


Guriko mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Rayna, terdengar dering ponsel dari arah yang tak jauh darinya, dia mencoba mencari dan terlihat Rayna tengah duduk di sebuah tamat yang ada di samping karaoke tersebut. Guriko menghampiri Rayna dan duduk sambil menarik Rayna ke pelukannya. Diusapnya lembut punggung Rayna, berharap Rayna dapat merasa tenang. Tak ada penolakan dari Rayna, ia sedang rapuh saat ini. Lagi-lagi hatinya hancur karena pria yang sama.


"Sudahlah, jangan menangisi pria itu. Dia nggak pantas buat kamu tangisi," ucap Guriko.


Rayna semakin tersedu-sedu, dia sungguh sedih.


"Aku rindu Abang ku, kalau ada dia, aku nggak akan kayak gini," ucap Rayna.


"Sstt ... Kamu lupa? Aku temanmu, anggap Aku pengganti Abang mu, meski aku tahu, aku nggak akan bisa menggantikan tempatnya. Setidaknya, asal kamu merasa lebih baik," ucap Guriko.


Rayna mengusap air matanya dan melihat Guriko.


"Kenapa kamu ngejar aku?" tanya Rayna.


"Karena kamu datang sama Aku, aku takut kamu hilang, dan orang tua mu marah sama aku," ucap Guriko. Rayna pun tersenyum.


"Aku mau pulang," ucap Rayna.


"Oke, kita akan pulang," ucap Guriko dan menuntun Rayna menuju mobilnya. Guriko pun melajukan mobilnya kembali ke rumah.

__ADS_1


Sementara Kevano yang baru saja keluar dari karaoke, mencoba mencari keberadaan Rayna. Namun, dia tak dapat menemukan Rayna.


Kevano tersentak saat tiba-tiba ada yang menepuk bahunya. Dia mengerutkan dahinya saat melihat Stefie. Dia tahu, Stefie bekerja untuk Rayna.


Bugh!


Bukan tamparan, melainkan satu bogeman cukup keras mendarat di wajah Kevano. Ya, Stefie memukul wajah Kevano.


"Beraninya menyakiti Rayna!" bentak Stefie.


Kevano memegang wajahnya yang terasa ngilu. Jangan anggap remeh kemampuan Stefie. Randy memilih Stefie untuk menjaga Rayna, karena Stefie pandai bela diri. Stefie bukan wanita lemah yang hanya sekedar menjadi supir Rayna.


"Jangan dekati Rayna lagi, atau kamu akan berurusan dengan Saya," ucap Stefie dan pergi meninggalkan Kevano.


Apa aku sajahat itu? Kenapa semua orang membenciku? Aku bahkan nggak pernah mau menyakiti Rayna, batin Kevano.


Kevano masuk ke dalam mobilnya, dia meninggalkan Mita. Dia sungguh kesal pada Mita, semuanya berantakan karena ulah Mita. Rayna pun jadi semakin membencinya.


*****


Di sisi lain.

__ADS_1


Guriko dan Rayna sampai di kediaman mereka.


"Aku masuk," ucap Rayna.


Guriko memanggil Rayna, membuat langkah Rayna terhenti dan melihat Guriko.


"Kalau butuh teman, panggil aku di balkon," ucap Guriko.


Rayna tersenyum dan mengangguk. Dia masuk ke rumah dan Guriko pun masuk ke rumahnya.


Tak lama Stefie datang dan menghampiri Rayna yang tengah minum di dapur.


"Kakak dari mana?" tanya Rayna.


"Habis ada urusan sedikit," ucap Stefie tersenyum. Stefie bersikap seolah tak terjadi apapun. Dia pun tak ingin membahas kejadian yang dialami Rayna saat di karaoke tadi.


Bagaimana Stefie bisa tahu Rayna mengalami kejadian buruk hari ini? Jangan heran, pengalamannya menjadi penguntit sudah tak diragukan lagi. Dia wanita yang cerdik, dan bertanggung jawab. Memang benar dia mengikuti Rayna dan Guriko hingga ke restoran, bahkan hingga ke karaoke. Mengenai bagaimana caranya, tentu dia memiliki cara tersendiri agar tahu apa saja yang Rayna lakukan.


Rayna mengangguk, dia pun tak ingin membahas soal Stefie yang mengikutinya juga Guriko. Dia sudah cukup lelah dan ingin segera beristirahat. Memejamkan matanya dan berharap segera melupakan apa yang dia alami.


Rayna pamit menuju kamarnya dan membersihkan tubuhnya. Begitu selesai, dia mengambil laptopnya dan mengirimkan sebuah pesan pada Raydan.

__ADS_1


Hei, Bang. Gimana keadaanmu? Jaga kesehatan, jangan lupa makan, istirahat yang cukup. Jangan bermain-main dengan wanita-wanita di sana. Cepatlah selesaikan Sekolahmu, Ade kangen Abang, Ade kangen bercanda tawa sama Abang, banyak hal yang ingin Ade ceritakan. Terkadang, Abang memang menyebalkan, tetapi tanpa Abang hidup Ade kesepian. Hubungi Mommy, Papa, dan Ade jika Abang nggak sibuk. We missing you, Abang Raydan❤


Rayna mengirimkan pesan tersebut dan menutup laptopnya kembali. Dia membuka ponselnya dan membuka galeri ponselnya. Banyak sekali foto-foto bersama keluarganya. Apalagi bersama Raydan. Rayna tersenyum dan seketika menangis. Dia sungguh merindukan Abang kesayangannya itu. Meski jika mereka berdekatan, mereka jarang sekali akur. Begitulah bersaudara, terkadang saat dekat terasa menyebalkan, tetapi sebenarnya terdapat kasih sayang luar biasa.


__ADS_2