
Assalamu'alaikum semua...
Terima kasih atas dukungannya dan sudah menyempatkan mampir ke novel author 🙏🙏🙏
Semoga setia menunggu kelanjutannya ya...
***Selamat membaca.
▪️▪️▪️***
Keesokan harinya setelah pertemuan keluarga Sarah berniat mengunjungi Zahra. Kemarin mereka tidak sempat menyapa Zahra. Bi Rahma mempersilahkan Sarah masuk dan mengantarkannya ke kamar Zahra.
Tok.. tok.. tok..
"Non Zahra ada Bu Sarah datang berkunjung" ucap bi Rahma.
"Iya sebentar mo siap-siap dulu,"
"Assalamu'alaikum dek" sapa Sarah
"Wa Alaikum salam mba, mari masuk. kita ngobrol dikamar aja ya" ajak Zahra.
"Bagaimana kabarnya dek, katanya kemarin demam ya" sambil menggenggam tangan Zahra.
"Alhamdulillah udah segeran mba, mba sendiri bagaimana kabarnya?"
"Baik, Alhamdulillah. Kamu udah dengarkan 2 minggu lagi kamu akan dikhitbah". tanya Sarah.
Zahra mengangguk kemudian menunduk. Ada rasa canggung karena didepannya adalah istri ustadz Hasan. orang yang akan menjadi suami Zahra.
"Kenapa dek, kamu gak setuju ya"
"Zahra merasa gak enak hati sama mba Sarah"
"Lo,kenapa. Inikan keinginan mba sendiri, jadi kamu jangan merasa yang tidak-tidak, kita akan jadi keluarga sayang".
Setelah hampir sejam an ngobrol Sarah pamit pulang.
▪️▪️▪️
Hasan baru saja tiba dari kampus,begitu juga Sarah baru selesai mengunjungi Zahra calon madunya.
"Mas udah kabarin ayah sama ibu"
__ADS_1
"Iya, mas hampir lupa"
"Mas gimana sih, tinggal dua minggu lagi lamaran, setidaknya kasih kabar memang, biar ayah sama ibu bisa atur jadwalnya".
"Iya ini mo di telpon"
Hasan menjelaskan panjang lebar pada orang tuanya, awalnya ibu tidak menyetujuinya karena kasihan sama Sarah. Tapi setelah mendengar kalo ini permintaan Sarah akhirnya ibu luluh juga. Ayah dan ibu Hasan akan menghadiri lamarannya. Ayah mengajukan cuti lumayan lama.
▪️▪️▪️
Seminggu sebelum lamaran Zahra mengabari sahabat nya. Salsabila sungguh kaget bukan kepalang.
Penasaran hanya bicara melalui sambungan telpon Salsa memutuskan untuk datang ke rumah Zahra..
"Zahra Khumaira!!! awas ya kamu" ucap salsa kesal sambil mencubit pinggang sahabatnya itu.
"Astaghfirullah, sakit Sa."
"Biarin, tega banget ya, udah Deket lamaran baru mo cerita ke aku".
"Ya maaf atuh, kan kemarin belum pasti tanggal nya,"
"Terus sejak kapan kalian dekat dan berniat untuk menikah" selidik Salsa.
"Aku deketnya sama mba Sarah ya, bukan sama Ustadz Hasan. Mba Sarah yang minta aku jadi istri kedua ustadz."
Setelah mendapatkan penjelasan yang pasti, Salsa pamit pulang.
▪️▪️▪️
Tiba hari lamaran, sedari selesai shalat subuh, dikediaman Bima Arya sudah disibukkan dengan banyak pekerjaan.
Para asisten rumah tangga sibuk mempersiapkan ini dan itu. Acara khitbah akan dilaksanakan pukul 8 malam ba'da isya. Semua dibuat sendiri, Ariyani tidak mau memakai jasa catering.
Rumah mulai dihiasi tidak begitu mewah tapi indah dipandang mata, Zahra suka dengan kesederhanaan, meskipun rumahnya saja tidak sederhana.
"Sayang, ini ada titipan dari Sarah katanya baju nanti malam".
"Iya ma"
Sedari sore Salsa sudah berada di rumah Zahra, mencoba memberi semangat pada sahabatnya itu. Pasalnya Zahra takut, gugup mau ketemu calon mertua.
"Tenang aja, Insya Allah semuanya lancar, calon mertua kamu juga pasti welcome sama kamu" hibur Salsa
__ADS_1
"Iya Sa. Yuk shalat dulu, udah adzan isya sebentar lagi keluarga ustadz Hasan datang".
▪️▪️▪️
Dikediaman Hasan semua mulai bersiap menuju kediaman Bima Arya setelah sebelumnya shalat isya berjamaah.
▪️▪️▪️
"Zahra pake ini dikit" sambil menyodorkan lipstik.
"gak mau ah, menor. aku pake ini aja lipbalm"
"Biar cantik tau"
"Cantik enggak, menor iya" jawab Zahra.
"Masya Allah ra, kamu cantik banget, pantes aja ustadz Hasan kepincut", goda Salsa.
Tok.. tok.. tok...
"Sayang ayo turun, keluarga ustadz Hasan udah datang".
Deg.
Jantung Zahra seakan mo loncat keluar, tangannya keringat dingin menggenggam Sarah.
Dilantai bawah keluarga Hasan sudah tiba sekitar 15 menit yang lalu, Ayah Hasan pak Hussein sudah mengutarakan perihal tujuan kedatangan mereka kemari, dan keluarga Zahra juga sudah menerima nya. Sekarang tiba giliran keluarga besar Hasan melihat calon menantu mereka.
Zahra turun diapit mama dan salsa, digenggam dengan erat tangan keduanya.
"Assalamu'alaikum" sambil membungkuk.
"Wa Alaikum salam" jawab mereka serempak.
Ustadz Hasan tidak berkedip memandang calon istri keduanya, dia tersadar karena disenggol ayahnya.
"Astaghfirullah" refleks Hasan menunduk.
Salsa yang melihat hanya tersenyum dan menggoda sahabatnya.
"Masya Allah cantik nya mantu mama" ucap Bu Fatimah, ibu Hasan
***Bersambung...
__ADS_1
mohon dukungannya ya.
Jangan lupa boom like nya dan comments***.