Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Semua Bernilai Ibadah


__ADS_3

▪️▪️▪️


Setelah resmi menjadi istri Bagas, keesokan harinya Nahla diboyong ke rumah milik suaminya. Rumah bergaya tradisional vintage dengan halaman yang luas menambah kesan asri, berbanding terbalik dengan rumah kakek Bima yang terkesan mewah bak istana.


"Ini rumah kita Dek, semoga kamu suka" ucap Bagas.


"Alhamdulillah Mas, terima kasih" jawab Nahla.


"Yuk kita masuk".


"..."


"Disini belum ada asisten rumah tangga, karena baru ditempati setelah aku nikah. Kamu mau pakai jasa mereka atau gimana Dek" tanya Bagas.


"Kalau boleh aku mau asisten rumah tangga Mas, kan aku juga sibuk kerja" sambung Nahla.


"Ok sayang, sesuai permintaan" jawab Bagas sambil membungkukkan badannya.


Nahla tersenyum melihat tingkah suaminya, Ia tak menyangka dr. Bagas yang terkenal jaim bisa seperti itu dihadapannya.


Setelah membereskan pakaian mereka, kini rasa lapar menyerang keduanya. Pasangan pengantin baru itu memutuskan untuk memesan makanan via delivery.


"Pelan-pelan makannya, Dek. Belepotan tuh" ujar Bagas.


Nahla mengusap mulutnya, untuk membersihkan makanan yang menempel di pipinya. Tetapi usahanya tidak membuahkan hasil.


"Ini lo" ucap Bagas sambil mengambil makanan yang menempel di pipi istrinya.


Jantung Nahla berdebar kencang akibat perlakuan manis sang suami.


"Makasih Mas" jawab Nahla sambil tersipu malu.

__ADS_1


▪️▪️▪️


Menjelang petang Zahra yang telah selesai mandi dan bersiap shalat Maghrib sedang menunggu sang suami untuk shalat berjamaah.


Bagas keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang terlilit di pinggangnya. Zahra terkejut dan segera memalingkan pandangannya.


Bagas yang melihat itu terkekeh geli, Ia sangat suka melihat ekspresi malu-malu Nahla. Bagas berjalan kearah ranjang untuk mengenakan baju koko dan sarung yang terletak di atas ranjang dan selanjutnya melaksanakan kewajiban tiga rakaat bersama sang istri.


Selesai shalat Maghrib, Nahla mengecup tangan Bagas dengan takzim. Dan dibalas dengan sentuhan lembut dari Bagas di kepala sang istri.


"Dek, kamu tidak keberatan dengan pernikahan ini kan. Kamu tidak merasa terpaksa kan" tanya Bagas.


"Tidak mas, ini keputusan yang Nahla ambil dengan matang" jawab Nahla.


"Alhamdulillah, kalau kamu memang bersedia menerima mas sepenuh hati".


"..."


"Gak mas, tadi sore kan sudah. Kita beli jajanan aja, gimana".


"Boleh, kamu mau makan apa".


"Aku mau martabak manis aja".


"Ok deh, siap tuan putri" ujar Bagas.


▪️▪️▪️


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, suasana canggung mulai dirasakan Nahla. Jantungnya berdegup kencang, karena mengingat dirinya belum memberikan hak pada suaminya di malam pertama mereka kemarin dikarenakan keduanya letih selepas acara pernikahan.


"Dek, kenapa kamu keringatan. Padahal AC nya nyala Lo" tanya Bagas.

__ADS_1


"A... anu mas, baju ku kain nya memang gerah" jawab Nahla sembarang.


"Kita shalat Sunnah dulu yuk" ajak Bagas.


Jantung Nahla bukannya normal, malah berdebar tak karuan.


"Ayo Nahla jangan takut, semua bernilai ibadah".


Setelah melaksanakan shalat Sunnah, Bagas meminta izin untuk membuka kerudung Nahla.


Ini pertama kalinya Bagas melihat rambut Nahla yang lurus panjang sebahu.


"Masya Allah, cantiknya istri ku" ujar Bagas blak-blakan.


Wajah Nahla bersemu merah mendengar pujian dari sang suami.


"Dek, bolehkah" tanya Bagas.


Nahla menjawab pertanyaan Bagas dengan anggukan sambil terus menunduk.


Bagas mencium pucuk kepala Nahla sambil membaca doa. Digendongnya Nahla kearah ranjang king size miliknya.


Malam ini menjadi malam penyatuan cinta mereka dalam bingkai kasih halal.


▪️▪️▪️


Bersambung...


Note:


Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda:

__ADS_1


"Apabila seseorang membaca doa berikut ini sebelum menggauli isterinya: 'bismillah allahumma jannibnis syaithan wa jannibis syaithan ma razaqtana' (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah setan dari saya, dan jauhkanlah ia dari apa yang Engkau rizkikan kepada kami (anak, keturunan), kemudian dari hubungan tersebut ditakdirkan menghasilkan seorang anak, maka ia tidak akan diganggu setan selamanya)." (HR. Bukhari Muslim)


__ADS_2