
Tiba hari saat acara gathering akan dilaksanakan, Yusuf dan Maryam terburu-buru bersiap. Dikarenakan Maryam baru selesai mengajar di pesantren. Hari minggu buat orang-orang pada umumnya adalah hari libur, tapi tidak bagi pesantren, karena hari libur mereka adalah hari Jum'at.
Maryam mengenakan gamis berwarna coral dengan jilbab motif bunga berwarna senada.
"Alhamdulillah cantiknya istri ku" goda Yusuf.
"Ah mas Yusuf bisa aja, ayo buruan udah mau telat nih" ucap Maryam.
"Siap, ibu ratu".
▪️▪️▪️
Tempat acara sudah dipenuhi oleh para undangan yang tak lain adalah para keluarga karyawan DY Group.
"Maaf kami terlambat" ucap Yusuf pada atasannya.
Davis dan yang lainnya sudah tiba di resort tempat gathering di adakan. Celine juga ikut ditemani aunty nya.
"Tidak masalah, yang lainnya juga baru datang" ucap Davis dengan santainya.
"Oh iya Pak, perkenalkan ini istri saya Maryam" ujar Yusuf.
"Maryam" ucap Maryam sambil menunduk.
"Davis Yonathan" ucap nya sambil menjulurkan tangannya.
"Ah maaf Pak, istri saya tidak kontak fisik dengan yang bukan muhrimnya" jelas Yusuf hati-hati.
"Ah maaf, saya tidak tahu" ucap Davis tulus.
Davis benar-benar terhipnotis dengan kecantikan Maryam yang alami dan kepribadian nya yang baik. Tanpa sadar bibirnya terus saja menyunggingkan senyum.
__ADS_1
"Daddy, Celine mau buat istana pasir" rengek putri semata wayangnya.
"Celine mau main sama siapa, aunty kamu mana mau panas-panasan. Daddy juga lagi sibuk" ucap Davis.
"Iya sayang, nanti kulit aunty gosong" bujuk aunty Davina.
"Tapi Celine pengen main Dad" ucap Celine dengan nada memelas.
"Nanti sore aja ya, my little girl" bujuk Davis.
"Janji ya" ucap Celine.
Hati Maryam sedikit tersentuh melihat kejadian itu, kehangatan keluarga kecil yang juga ingin dirasakannya.
"Semoga ada keajaiban" batin Maryam penuh harap.
▪️▪️▪️
Maryam tengah menikmati keindahan pantai dengan deburan ombak yang menghantam pasir yang putih bersih.
Jilbab motif bunga yang dikenakan nya berayun mengikuti gerak angin, sehingga menutupi sebagian wajahnya.
Pemandangan indah itu membuat Davis benar-benar terhipnotis oleh parasnya yang cantik dan anggun.
"Daddy... Dad... Hello" ucap Celine mencoba menyadarkan sang papa dari lamunan.
"..."
Celine menatap kearah mata Daddy-nya dan melihat sosok wanita cantik yang tadi ia temui sebelumnya.
"Daddy..." teriak Celine.
__ADS_1
"Iy, kenapa sih teriak-teriak" tanya Davis dengan santainya.
"Oh my... Daddy tau gak, Celine dari tadi udah manggil-manggil Daddy dengan lembut. Tapi Daddy-nya malah melamun melihat Tante itu" ucap Celine sambil menunjuk ke arah Maryam.
Maryam tiba-tiba menengok ke asal suara, dan tertegun melihat interaksi antara ayah anak itu yang tengah menunjuk ke arah nya.
Celine tersenyum lebar sambil melambaikan tangan nya ketika melihat Maryam sedang menatap mereka.
Davis terkejut karena kedapatan sedang menatap kearah Maryam dan melihat putri kecilnya sedang melambaikan tangan ke arah wanita itu.
Maryam tersenyum sambil membalas lambaian tangan dari gadis kecil itu.
"Cantik ya tantenya, Dad" ucap Celine.
"Ah... I... iya. Cantik" ucap Davis tergagap.
"Tantenya cantik, biarpun rambutnya gak kelihatan" ucap Celine lagi.
"Iya sayang, Celine Daddy juga cantik kok".
"Kalau Celine pake begitu, cantik juga gak Dad" tanya Celine.
"Ah, kamu kan gak bisa begitu. Kita sama Tante itu beda, Tante muslim kita Nasrani. Celine kan ke gereja" jelas Davis.
"Terus kenapa Daddy gak pergi ke gereja".
Deg.
Pertanyaan menohok dari anaknya sanggup membuat mulut Davis tercekat. Ia yang selama ini hidup hedonis dan selalu gonta ganti pasangan memang jauh dari Tuhan.
"..."
__ADS_1
▪️▪️▪️
Bersambung...