
Tak butuh waktu lama kabar Zahra akan segera di khitbah dr. Dimas sampai juga ke telinga Hasan. Hasan begitu terpukul, Sarah menyadari ada yang salah dengan suaminya.
"Mas kamu kenapa. Lagi banyak pikiran ya" tanya Sarah.
"Maafkan mas sayang, mas belum bisa melupakan Zahra"
"Kenapa mas minta maaf, hati tidak bisa memilih kapan waktunya cinta bisa pergi. Mas cerai sama dia kan karena permintaan Zahra, bukan keinginan hati mas Hasan" hibur Sarah.
"Ya Allah maafkan hamba Mu yang belum ikhlas melepas dirinya" ucap Hasan sedih.
▪️▪️▪️
Sarah sedang mengajak putri tercintanya bicara dalam kamar.
"Nak, k-asian Abi kamu. Abi sedih karena mama Zahra mau nikah lagi. Mama tidak sanggup melihatnya, Apa yang harus mama perbuat nak".
"Mama merasa bersalah dengan ini semua, seandainya waktu bisa diputar kembali mama berharap kecelakaan itu tidak terjadi, dan kakak kamu masih hadir bersama kita" batin Sarah.
Semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik untuk kita.
▪️▪️▪️
Disepertiga malam disaat semua orang tengah terlelap tidur dua orang yang berbeda tempat malah asyik menjumpai Illahi Rabbi, keduanya berkeluh kesah mengenai permasalahan hidup mereka, lika-liku hidup yang menimpa mereka.
Memohon diberikan jalan terbaik buat mereka.
Zahra POV
"Ya Allah jika ini jalan yan terbaik untuk hamba lancarkan lah segala urusannya"
Hasan POV
"Ya Allah lapangkanlah hati hamba, jika ini yang terbaik buat semuanya hamba ikhlas. Berikanlah kebahagiaan buat keluarga kami kelak"
Semoga kamu bahagia Zahra Khumaira.
▪️▪️▪️
__ADS_1
Keluarga besar dr. Budi sangat bahagia mendengar anaknya akan segera melepas masa lajangnya. Semua begitu antusias mempersiapkan nya.
Keluarga Dimas memutuskan untuk melakukan lamaran seminggu setelah masa Iddah Zahra selesai. Keluarga Zahra juga menyetujuinya.
▪️
▪️
▪️
"Wah anak ini udah mo dua kali nikahnya. Aku biar sekali aja belum" ledek Salsa.
"Ya aku mana tau, semua terjadi begitu saja Sa" jelas Zahra.
"Becanda nyonya Dimas" goda Salsa lagi.
"Hah masih dalam proses ya, belum resmi".
▪️▪️▪️
Skip...
Keluarga Bima Arya terkejut dengan rombongan yang lumayan banyak. Kurang lebih sekitar 30 orang.
"Waduh bukan main Dimas baru lamaran Sudah seheboh ini" ucap Fahri tak percaya.
"Namanya juga keluarga besar. Kamu juga dulu kayak gitu" jelas papa Bima.
"Sana bilangin adik kamu keluarga Dimas sudah datang" perintah mama Ariyani
"Siap nyonya Bima" goda Fahri.
"Dasar anak gila" ucap mama.
▪️▪️▪️
Tok.. tok.. tok..
__ADS_1
"Adik ku yang cantik, siap-siap ya pangeran kamu udah datang" teriak Fahri dari depan pintu kamar Zahra.
"Iya-iya bawel" jawab Zahra.
"Tenang aja kak, Zahra udah cantik bak bidadari" sambung Salsa.
"Ok kakak kebawah dulu"
"Cieeee.. Yang lagi deg-degan mo dilamar pangeran berjas putih" goda Salsa.
"Apaan sih kamu, emang kamu tau dia pake jas putih"
"Eh buset, ni anak kelewatan polosnya. Berjas putih maksudnya dokter atuh" jelas Salsa sebel.
"Oh.. Gitu ya"
"Iya calon nyonya Dimas" ledek Salsa.
Aisyah datang ke kamar Zahra dengan menggandeng Fais.
"Dek, kamu udah di suruh turun"
"Iya mba" jawab Zahra gugup.
Wanita cantik turun dari tangga rumah nan mewah dengan malu-malu. Ia diapit Salsa dan kakak iparnya.
"Karena calonnya sudah hadir kalo begitu kita mulai saja acara lamaran ini" ucap salah satu perwakilan keluarga Dimas.
"Iya sebaiknya begitu" jawab pak Bima.
"Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum wr.wb. Kedatangan kami kesini berniat untuk meminang putri bapak Bima Arya untuk anak pertama kami, Dimas" ucap pak Budi Santoso ayah Dimas
"*Bagaimana nak, apa kamu terima" tanya papa Bima.
"Bismillah. Iya saya terima"
"Alhamdulillah" ucap seluruh keluarga*.
__ADS_1
Begitulah kira-kira proses lamaran nya.
Bersambung....