
Selamat Membaca...
Zahra telah selesai membersihkan diri mengenakan gamis berwarna peach dengan handuk yang masih menempel di kepalanya.
"Mas kalo mo bersih-bersih silahkan, Zahra tunggu shalat Dzuhur jama'ah baru kita makan siang" ucap Zahra Lembut.
"Iya tunggu mas siap-siap dulu".
▪️▪️▪️
Makan siang pertama Dimas sebagai menantu dan suami. Suasana rumah masih ramai dengan beberapa kehadiran keluarga dekat Zahra.
"Habis makan kalian istirahat aja dulu setelah ashar baru ke hotel lanjut resepsi"
"Iya ma,pa"
"Wah mulai malam ini aku gak bisa tidur sama Zahra lagi dong" goda Salsa.
"Iya gak lah, Kan udah ada teman tidurnya" sambung Fahri tak kalah hebohnya.
"Sudah.. sudah.. kalian suka sekali ya buat orang salah tingkah" ucap Aisyah juga.
Dimas hanya tersenyum mendengar candaan keluarga barunya. Sambil sesekali melirik kearah Zahra.
▪️▪️▪️
Resepsi dilangsungkan dengan begitu istimewa kedua keluarga merupakan keluarga terpandang di kota P suasana glamor begitu terasa.
▪️▪️▪️
__ADS_1
Jarum jam menunjukkan pukul 11.00 malam, resepsi Zahra dan Dimas telah selesai dilaksanakan kedua keluarga telah tiba di rumah masing-masing.
Pengantin baru itu segera menanggalkan pernak-pernik pakaian pengantin yang masih melekat di badan mereka dan membersihkan diri.
"Mas mau dibuatkan teh hangat" ucap Zahra memecah kesunyian.
"Boleh. kalo gak ngerepotin" jawab Dimas
Zahra berlalu kearah dapur untuk membuat teh dan mengambil beberapa potong buah dan segera membawanya ke kamar.
"Ini mas" sambil menyodorkan gelas berisi teh hangat.
"Makasih sayang" ucap Dimas gugup
"Kenapa mas, apa Zahra keliatan segitu seramnya sampai mas jadi gugup begitu" tanya Zahra.
"Ah bukan gitu Ra, tapi mas takut salah. Kita kan kenalnya belum lama, takut mas salah malah buat kamu marah"
"Oh iya sayang. Kamu mau tinggal sama mama atau mau di rumah baru"
"Zahra terserah mas saja bagaimana baiknya"
"Soal rencana kamu mo pake niqob gimana, alangkah lebih baiknya kalo kita tinggal di rumah baru jadi kalo di rumah kamu gak usah pake, kan hanya kita berdua aja"
"Iya Zahra setuju, ayo mas kita istirahat ini sudah larut malam"
"Iya mas juga capek seharian nyalamin tamu"
Zahra menuju ranjang king size miliknya meletakkan jilbabnya diatas nakas. Dimas tak berkedip melihat kecantikan istrinya, rambut panjang sepinggang hitam berkilau.
"Masya Allah cantik sekali nyonya Dimas ini, rambut kamu panjang rupanya" goda Dimas.
__ADS_1
"Alhamdulilah mas, terima kasih pujiannya"
"Udah ya kita istirahat dulu malam ini, mas capek sayang" sambil merapikan anak rambut Zahra.
"Iya mas"
"Love u istriku sayang. Mimpi indah ya" sambil mengecup kening istrinya.
Pasangan pengantin baru itu tidur saling berhadapan,Dimas menarik Zahra untuk tidur di pelukannya.
▪️▪️▪️
Keesokan paginya keduanya berpamitan untuk tinggal di rumah mama Anita untuk sementara waktu sembari menunggu rumah selesai.
"Ma, pa, semuanya. Kita pamit dulu" ucap keduanya.
"Iya nak. Sering-sering kemari ya biar mama gak kangen" ucap mama Ariyani.
"Iya ma, Insya Allah".
"Hati-hati dijalan. Salam buat mama papa dan Denis ya" sambung papa Bima
"Iya. Assalamu'alaikum"
"Wa Alaikum salam".
▪️▪️▪️
Bersambung...
"Menikah adalah ibadah terpanjang dan terlama, karena dengan menikah engkau akan menyempurnakan setengah perjalanan agama dan kehidupanmu".
__ADS_1
Terima kasih