Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Pertemuan


__ADS_3

▪️▪️▪️


Dikediaman Bima Arya sudah kedatangan keluarga almarhum dr. Dimas, Mereka sekeluarga yang merencanakan pertemuan tersebut. Hanya tinggal menunggu kedatangan Zahra, Hasan, Dimas dan keluarga calon suami Nahla.


Hari ini Nahla cuti bersama kakek dan neneknya, Soni penasaran apa sebenarnya yang terjadi hingga satu keluarga libur secara bersamaan.


▪️


▪️


▪️


Akhirnya semua sudah berkumpul, orang tua calon suami Nahla disambut dengan hangat. Tetapi calon suami Nahla sendiri sedikit terlambat, karena terjebak macet.


"Mari silahkan di nikmati camilan nya," ucap Mama Ariyani ramah.


"Terima kasih" jawab ibu Rosa.


Ibu Rosa merupakan kolega dari dr. Anita nenek Nahla, yang berprofesi juga sebagai dokter di rumah sakit yang berbeda.


"Maafkan anak saya dia datang terlambat" ujar Rosa.


Beberapa menit kemudian datanglah pria calon suami yang akan dijodohkan dengan Nahla.


"Assalamu'alaikum" ucapnya.


"Wa Alaikum salam" jawab semuanya serempak.


"Akhirnya calon mantu udah datang," ujar dr. Budi.


"Maaf, saya terlambat" kata pria tersebut.


"Tidak apa-apa, Nak. Mari silahkan duduk".


"Coba panggilkan Nahla turun" titah Ariyani.

__ADS_1


Pria tersebut sedikit terkejut mendengar nama yang lumayan familiar itu.


Saat Nahla berada di anak tangga, tatapan mata keduanya bertemu, dan betapa terkejutnya mereka.


"dr. Nahla... jadi dia calon istri aku" batin Bagas.


"Assalamu'alaikum semuanya" sapa Nahla.


"Wa Alaikum salam" jawab mereka.


"Dia kan dokter syaraf yang ada di rumah sakit kakek" batin Nahla


Dokter Anita memperkenalkan Bagas pada semuanya.


"Perkenalkan ini adalah calon suami Nahla, anak satu-satunya dari dr. Rosa namanya Bagas. Ia juga berprofesi sebagai dokter spesialis syaraf di rumah sakit kita" jelas Anita.


"Assalamu'alaikum" ucap Bagas kikuk.


"Dokter juga rupanya" sambung Ariyani.


"Sudah tante" jawab Bagas.


Nahla hanya mengangguk pada Ummi nya. Ia masih tak menyangka orang yang dimaksud nenek nya adalah dr. Bagas.


Akhirnya mereka terlarut dalam pembicaraan yang cukup serius untuk melanjutkan diskusi masalah pernikahan Nahla dan Bagas.


▪️▪️▪️


Di rumah sakit, Soni menyapa sahabatnya ke ruang kerjanya. Ternyata orang yang bersangkutan tidak ada di ruangannya.


"Kemana ya bang Bagas, kok gak ada juga" batinnya.


"Besok aja deh aku cerita soal Nahla, mungkin bang Bagas bisa kasih solusinya" batinnya lagi.


Soni memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena jadwalnya sudah selesai.

__ADS_1


▪️▪️▪️


"Ummi, menurut Ummi gimana dr. Bagas" tanya Nahla.


Kedua ibu dan anak itu, sedang bercerita di kamar Nahla. Karena Zahra dan Hasan memutuskan untuk menginap di rumah orang tuanya.


"Kalau dilihat baik, sopan dan penyayang sama ibu nya" jawab Zahra lugas.


"Bagaimana pendapat Ummi soal perjodohan ini".


"Ummi akan mendukung semua keputusan kamu, tanya kan pada hatimu dalam sujud mu. Kalau kamu yakin, Insya Allah itu yang terbaik".


"Baik Ummi" ujar Nahla.


Di sis lain, Bagas juga tengah termenung memikirkan tentang pertemuan tadi.


Ternyata calon istrinya adalah Nahla.


Padahal baru kemarin Ia meledek perihal Soni dan dokter cantik itu.


"Apa yang harus ku perbuat, bagaimana cara menceritakan semua ini pada Soni" gumam Bagas.


"Apa benar Soni tidak masalah dengan ini, bagaimana jika seandainya ternyata Soni benar-benar menaruh hati pada Nahla" gumamnya lagi.


"Terus bagaimana ya, tanggapan Nahla perihal perjodohan ini. Apa dia setuju".


Banyak pertanyaan berkecamuk dipikiran Bagas, membuatnya susah untuk tidur.


▪️▪️▪️


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya...


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2