
Selamat membaca ...
Mohon dukungannya ya...
Semoga kita bisa memetik hikmah dan pembelajaran dari novel ini.
Aamiin...
▪️▪️▪️
Waktu berlalu begitu cepatnya usia kandungan Zahra sudah menginjak 9 bulan kurang.
Sampai saat ini semua masih berjalan seperti semestinya, meski terkadang dibumbui kecemburuan dari kedua belah pihak.
Dimeja makan hanya mereka bertiga yang bersantap malam.
"mba besok temani Zahra jalan pagi ya"
"Iya dek, abis shalat subuh kita jalan keliling kompleks"
Keesokan paginya Zahra sudah bersiap untuk jalan pagi.
"Mas kita jalan dulu ya, Assalamu'alaikum".
"Iya Wa Alaikum salam, hati-hati".
Mereka berjalan sambil sesekali melakukan peregangan.
"Masih pagi begini udaranya seger mba" ucap Zahra
"Iya dek, belum banyak kendaraan lewat" sahut Sarah.
Tiba-tiba dari arah yang sama melaju motor dengan kecepatan tinggi. Zahra yang menyadari itu refleks menarik Sarah yang berada dekat jalan raya. Tapi naasnya malah Zahra yang tersandung dan tersungkur ke trotoar jalan.
"Astaghfirullah dek, kamu gak apa-apa kan"
"Subhanallah mba, perut aku keram mba"
"Tolong.. tolong.." Sarah berteriak histeris mencari pertolongan.
▪️▪️▪️
__ADS_1
Di rumah sakit semua berkumpul orang tua Zahra, kakak dan kakak iparnya, Sarah dan juga Hasan.
"Bagaimana ini bisa terjadi ya Allah" ucap mama Ariyani.
"Maafkan Hasan pah mah, Hasan tidak bisa menjaga Zahra dengan baik"
"Sarah yang salah mama Ariyani, karena mo nolongin Sarah agar tidak tersambar motor, Zahra malah kesandung dan jatuh."
Semua hening tidak ada yang menanggapi perkataan Sarah hingga membuatnya merasa tambah bersalah.
Dokter keluar dari ruang IGD dan dihujani pertanyaan dari semua yang menghawatirkan Zahra.
"Dok bagaimana keadaan anak saya" tanya Bima Arya.
"Zahra dan bayinya bagaimana dok" tanya Fahri juga
"Istri dan anak saya bagaimana keadaannya dok" tambah Hasan.
"Alhamdulillah keduanya baik, tapi nampaknya proses kelahirannya harus dimajukan dan ibu Zahra harus dioperasi" jelas dokter.
"Lakukan yang terbaik dok" pinta Hasan.
▪️▪️▪️
Proses persalinan secara Cesar memakan waktu kurang lebih sejam-an.
Sarah sangat merasa bersalah, dia duduk menyendiri di salah satu ruang tunggu keluarga pasien.
Sarah berharap keduanya selamat dan sehat tanpa kekurangan sesuatu apapun.
Satu jam kemudian dokter sudah keluar dari ruangan operasi.
"Bagaimana dok, bagaimana keduanya"
"Alhamdulillah atas izin Allah keduanya selamat, tapi anak bapak harus di
masukkan ke inkubator karena lahir prematur".
"Iya dok" jawab Hasan
Hasan bergegas ke ruangan bayi untuk mengadzani Putra pertamanya dan Zahra.
__ADS_1
▪️▪️▪️
Beberapa saat kemudian, Zahra dipindahkan keruangan perawatan VVIP.
"Alhamdulillah nak kamu sudah menjadi seorang ibu" ucap mama Ariyani.
"Alhamdulillah mah, mana mas Hasan"
"Suamimu pergi mengadzani putra kalian"
"Alhamdulillah mah".
Kret.
Hasan masuk keruangan istrinya menghampiri dan memeluk erat istrinya, mengecup keningnya sambil menahan air mata yang hendak keluar.
"Alhamdulillah dek kalian berdua selamat, mas khawatir tadi"
"Alhamdulillah mas, Allah masih memberikan kesempatan kepada kami berdua untuk hidup lebih lama di dunia ini". ucap Zahra.
"Kita beri dia nama Muhammad Al Fatih ya dek".
"Iya mas terserah mas saja, mas kan bapak nya berhak memberikan dia nama yang indah" jawab Zahra.
Ibnul Qayim mengatakan,
التسمية حق للأب لا للأم، هذا مما لا نزاع فيه بين الناس، وأن الأبوين إذا تنازعا في تسمية الولد فهي للأب
Memberi nama anak adalah hak bapak, bukan ibu. Tidak ada perbedaan di masyarakat tentang hal ini. Dan jika kedua orang tua berbeda pendapat dalam memberi nama anak, maka hak bapak lebih dikuatkan. (Tuhfatul Maudud, hlm. 135).
▪️▪️▪️
Bersambung...
*M*aaf masih banyak tipo.
Mohon dukungan nya ya.
rate and vote ⭐⭐⭐⭐⭐.
Terima kasih***...
__ADS_1