
Hai pembaca setia ku,
Jika suka dengan novel ini jangan lupa tinggalkan jejak ya...
Like 👍
Comments 💬
Rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Vote 🥇💰 ( Di halaman depan sampul novel)
Tambahkan juga ke favorit ♥️ Anda, agar segera mendapat pemberitahuan up episode terbarunya
Selamat Membaca...
▪️▪️▪️
Salsa yang mendengar kabar bahagia tentang sahabatnya itu ikut senang. Mama Anita dan Papa Budi juga senang akhirnya Zahra bisa memiliki pendamping di masa tuanya.
Tapi lain halnya dengan Denis, Ia merasa Zahra sudah melupakan Kakaknya dengan menerima lamaran Ustadz Hasan.
"Kenapa harus sama Ustadz itu lagi, apa mba Zahra tidak benar-benar mencintai Kak Dimas dulu"
"Mas kok ngomong nya gitu" sambung Salsa kecewa.
"Ya iya, setelah menjanda mba Zahra kembali lagi sama dia, berarti mba Zahra memang masih suka sama mantan suaminya itu dan tidak benar-benar mencintai kak Dimas"
"Ya Allah Nak, Ini sudah jalannya. Setelah sekian lama kakak ipar kamu sendiri akhirnya ia mau membuka hatinya kembali" jawab mama Anita
__ADS_1
"Kan bisa sama yang lainnya, tidak harus Dia"
"Jika memang itu yang ditakdirkan oleh Allah. Kita manusia hanya bisa berencana, Allah lah sang pemberi keputusan. Suka tidaknya kita, semua adalah yang terbaik menurut Allah SWT"
▪️▪️▪️
Zahra sedih mendengar penuturan sahabatnya perihal sikap Denis yang kurang setuju dengan keputusan yang diambil Zahra.
"Apa keputusan aku tidak tepat ya"
"Ya Allah Ra, nggak. Kamu gak salah, kamu berhak bahagia" ujar Salsa meyakinkan.
"Tapi Denis mengira aku mengkhianati kakaknya"
"Maafkan Denis, Ra. Mungkin dia belum bisa menerima, tapi aku yakin dia juga ingin melihat kamu bahagia" hibur Salsa.
"Iya Ra, aku tahu kamu. Kamu gak mungkin mempermainkan hati almarhum ka Dimas. Aku tahu seberapa besar kamu mencintainya dulu"
Zahra terisak di pundak sahabatnya, ternyata keputusannya membuat Denis meragukan cintanya pada Dimas.
▪️▪️▪️
Denis mengunjungi makam kakaknya menumpahkan semua uneg-uneg yang ada dalam hatinya.
"Kak... Mba Zahra akan menikah lagi dengan mantan suaminya, Ustadz Hasan. Denis merasa Mba Zahra mempermainkan perasaan kakak"
"Meskipun Denis tahu kakak pasti bahagia melihat mba Zahra bahagia, tapi entah mengapa Denis tidak terima dengan semua itu" ucapnya lirih.
Seperti orang gila Denis terus berkeluh kesah tentang Kakak iparnya itu.
__ADS_1
"Om" ucap seseorang memegang pundak Denis.
Denis menoleh, dan rupanya itu Dimas ponakannya.
"Om percayakan sama Abi Dimas, kalau om percaya om harus menerima keputusan Ummi"
"..."
"Abi pasti menginginkan Ummi ada yang menjaga dan melindunginya di masa tua" Dimas terus meyakinkan Omnya untuk merestui pernikahan Ummi nya.
Denis masih terdiam, melihat wajah ponakannya seperti ia sedang bersama kakaknya. Wajah dan cara bicara keduanya yang sama membuat Denis menitikkan air mata.
"Ummi menikah bukan karena telah melupakan cinta Abi, tapi karena Ummi butuh sosok seperti Abi yang bisa melindunginya kelak"
"Maafkan Om, Om berprasangka buruk pada Ummi kalian" jawab Denis terbata.
"Sebaiknya Om pergi menemui Ummi, karena Ummi sedih dan berniat akan membatalkan rencana pernikahannya"
"Apa..."
▪️▪️▪️
Bersambung...
Note:
Hadis riwayat Imam Thabrani dan Al Bazzar dari Ummu Habibah yang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW.
Ummu Habibah bertanya kepada Rasulullah, " Ya Rasul, seorang perempuan memiliki dua suami di dunia. Keduanya wafat dan berkumpul di akhirat. Siapakah yang akan menjadi suami perempuan itu?" Rasul menjawab, " Perempuan itu akan menjadi istri laki-laki yang paling baik akhlaknya terhadap perempuan itu saat di dunia." Rasul kemudian melanjutkan, " Wahai Ummu Habibah, laki-laki dengan akhlak yang baik pergi membawa kebaikan dunia dan akhirat."
__ADS_1