Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Akhirnya.....


__ADS_3

Pukul 5.30 sore Zahra tiba di kediamannya, bergegas mandi untuk melaksanakan shalat Maghrib.


Sambil menunggu waktu shalat, Zahra melantunkan ayat suci Al-Qur'an.


Siapa pun yang mendengarnya akan terpesona dengan merdunya suara Zahra.


Selesai shalat Zahra beranjak ke ruang keluarga, digendongnya fais. Fais kini berusia 3 bulan lebih semakin hari semakin menggemaskan.


"Masya Allah, gantengnya ponakan Tante ini, jadi anak shaleh ya sayang"


"Iya dong, siapa dulu Abi nya, Fahri",sambil berpose didepan Zahra.


"Narsis amat kak"


"Oh iya dek, tadi kamu jalan sama Sarah ya?".


"Iya bang, mba Sarah ngajakin ketemuan di kafe x", jelas Zahra.


"Apa ada yang penting".


"Mmm gimana ya bang, Zahra juga bingung".


"Bingung kenapa dek, apa jangan-jangan soal permintaan Sarah waktu itu. Abang dengar dari Aisyah katanya Hasan disuruh nikah lagi?", selidik Fahri.


Zahra hanya mengangguk kecil, takut kakaknya marah. Zahra benar-benar bingung. Di satu sisi ada sedikit ketertarikan kepada ustadz Hasan, disisi lain ada kekhawatiran untuk menjadi yang kedua. Apa kata orang nantinya, apa Mama sama papa bakalan mengijinkan.


Fahri menatap dalam manik mata adiknya, ada ketakutan didalamnya.


"Apa kamu menyimpan perasaan sama ustadz Hasan?".


Zahra mengangguk sambil menahan air matanya yang hendak jatuh.


"Sudah dek, jangan nangis. Coba shalat istikharah, mohon diberikan petunjuk. Nanti kakak coba bicara sama mama papa".

__ADS_1


Zahra beranjak ke kamar untuk melaksanakan shalat isya.


▪️▪️▪️


Ustadz Hasan baru tiba dirumahnya pukul 10 malam, beliau mengisi tausiyah di tahlilan tetangga kompleks nya.


"Belum tidur sayang, nungguin mas ya?"


"Mas, tadi Sarah sudah ketemu Zahra, Sarah sudah menyampaikan maksud hati Sarah".


"Jadi apa tanggapannya" tanya Hasan


"Zahra bilang, kalo dia tidak berhak memberi keputusan apapun, karena orang tuanyalah yang berhak memberikan jawabannya".


Hasan hanya mengangguk mengerti.


Di kepalanya terus saja terngiang senyum Zahra Khumaira. Hasan juga manusia biasa punya salah dan khilaf.


Niat awal ingin mengabulkan permintaan istri, sekarang malah terjebak dengan perasaan cinta yang mulai bersemi.


▪️▪️▪️


"Pah, Ada yang ingin Fahri bicarakan".


"Iya nak, ada apa?".


"Ada seseorang yang berniat mengkhitbah Zahra, pah".


"Siapa dan apa pekerjaannya?".


"Hasan, pah".


"Hasan, Hasan yang mana, Hasan Maulidi Sahabat mu".

__ADS_1


"Iya pah", jawab Fahri sambil melirik kearah Zahra.


Semua yang mendengar terdiam, kaget bukan kepalang. Apalagi mama dan papa.


"Dia kan sudah menikah, lalu untuk apa. Apa Zahra akan jadi yang kedua". tanya papa Bima


"Ini permintaan Sarah, karena sudah 2 tahun lebih mereka menikah belum juga dikaruniai momongan. Mereka memilih Zahra karena mereka merasa Zahra adalah wanita terbaik, dan nampaknya Zahra juga memendam rasa pada Ustadz Hasan", jelas Fahri.


"Benar itu nak", Bima menoleh kearah Zahra meminta penjelasan.


Zahra mengangguk kecil ketakutan. Diremasnya ujung jilbabnya sangking takutnya dimarahi.


"Apa kamu yakin, kamu bisa jadi yang kedua, apa kata orang nanti, apa kata para kolega papamu?". tanya mama cemas.


"Zahra tidak tau mah, pah. Terserah bagaimana keputusan....."


Bruk... Zahra jatuh pingsan.


Semuanya kaget bukan kepalang, Fahri mengangkat adiknya dan membawanya ke kamar. Pak Bima menghubungi dokter pribadi keluarga mereka.


"Nak, bangun sayang. Badan kamu kok panas, kamu sakit kok gak ngomong ke mama sih". sambil menggosokkan minyak angin ke hidungnya.


▪️▪️▪️


"Bagaimana kondisi putri saya, dok".


"Zahra kecapean dan banyak pikiran, tampaknya dia lagi tertekan", jelas dokter Rita.


"Kita harus gimana pah, kalo begini terus Zahra bisa bahaya".


Bima Arya nampak kebingungan. Di satu sisi dia ingin melihat anaknya bahagia dengan pilihannya, di sisi lain dia terlalu malu menghadapi kolega dan rekan bisnisnya. Apa yang akan mereka pikirkan seorang anak konglomerat menjadi istri kedua. Mau ditaruh dimana muka Bima. Begitu pikirnya.


▪️▪️▪️

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2