
Assalamu'alaikum pembaca setia ku. Terima kasih ya masih setia dengan cerita ini.
Mohon dukungannya ya.
like 👍
comments 💬
rate ⭐⭐⭐⭐⭐
vote 🥇
Selamat membaca...
▪️▪️▪️
Dimas memutuskan untuk menelpon Zahra, untuk meminta kesediaan nya menjadi saksi korban dalam kasus perencanaan pembunuhan yang dilakukan dokter Siska.
"Assalamu'alaikum Ra" sapa Dimas
"Wa Alaikum salam. Ada apa dok"
"Yah dokter lagi. Gini Ra, orang yang mencoba dan nyuruh nabrak kamu udah ketangkap. Besok kamu diminta untuk ke kantor polisi untuk dimintai keterangan" jelas Dimas.
"Loh yang kemarin itu disengaja ya, kirain memang murni gak disengaja"
"Kamu itu terlalu baik, jadi selalu berpikiran positif sama semua orang" ucap Dimas lagi.
"Yah memang seharusnya begitu kan"
"Iya deh. Besok jangan lupa datang ke kantor polisi sektor P. Mau di jemput gak kebetulan lagi kosong" ucap Dimas lagi.
" Boleh. Tapi aku ajak kak Fahri ya"
"Ok. Sampai ketemu besok. Assalamu'alaikum" ucap Dimas
__ADS_1
"Wa Alaikum salam".
▪️▪️▪️
Keesokan harinya mereka bertiga berangkat ke kantor polisi. Zahra kaget bukan kepalang ternyata orang yang dimaksud dokter Dimas adalah dokter Siska. Ia tak habis pikir apa yang membuatnya merencanakan semua itu.
Orang tua dr. Siska meminta maaf akan kelakuan putrinya dan berharap bisa menyelesaikan nya secara kekeluargaan. Tentu saja ditolak dengan tegas oleh Fahri dan Dimas.
▪️▪️▪️
Skip...
Diperjalanan pulang Dimas meminta persetujuan Zahra apakah ia boleh mampir ke rumah mereka.
"Ra, boleh saya mampir ke rumah"
"Silahkan dok, Papa sama Mama juga kalo jam segini udah di rumah" jelas Zahra.
"Bolehkan mas Fahri" tanya Dimas
Beberapa saat kemudian mereka bertiga sudah tiba di rumah Zahra.
"Assalamu'alaikum" ucap mereka serempak.
"Wa Alaikum salam. Eh ada nak Dimas juga, ayo silahkan duduk" ucap mama Ariyani
"Iya tante,om, sekalian mampir ada yang Dimas ingin bicarakan"
"Iya tidak masalah kok, kita senang kalo nak Dimas silaturahmi kesini" sambung papa Bima.
Aisyah datang membawa minuman dan sedikit camilan.
"Ayo silahkan dicicipi"
"Terima kasih " ucap Dimas sopan
__ADS_1
"Bagaimana tadi di kantor polisi" tanya papa Bima penasaran.
"Ternyata dr. Siska yang menyuruh orang untuk menabrak Zahra pah"
"Apa!!!. dr. Siska. Dokter muda yang jadi asisten nak Dimas maksud kamu" sambung mama Ariyani
"Iya mah pah"
"Atas dasar apa dia begitu, memang nya kamu punya masalah apa sama dia" tanya papa Bima.
"Maaf om tante. Semua ini karena saya. dr. Siska ingin membuat Zahra menjauhi saya makanya berbuat nekat"
"Maksud kamu" tanya mama Ariyani.
"Dia tau saya lagi mendekati Zahra bahkan keluarga saya menyukai Zahra makanya dia menggunakan cara kotor ini untuk menjauhkan kami" jelas Dimas.
"Dia bahkan seorang dokter bisa-bisanya dia berbuat begitu" ucap mama Ariyani emosi.
"Saya minta maaf sekali lagi sama om tante sekeluarga" ucap Dimas tulus.
"Ini bukan salah kamu nak, dasarnya dia saja orangnya licik" sambung mama Ariyani.
"Maka dari itu om, saya mau mempercepat proses ta'aruf saya. Saya ingin segera mengkhitbah Zahra. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya memohon persetujuan dari om sekeluarga"
Zahra yang mendengar itu menjadi terkejut, nampak kekhawatiran diwajahnya.
"Kalo kami, semua keputusan ada ditangan Zahra, Zahra yang akan menjalaninya. Kebahagiaan Zahra adalah kebahagiaan kami orang tua nya" ucap papa Bima.
"Aku harus jawab apa ya Allah. Apa aku pantas dan berhak bahagia" batin Zahra.
"Bismillah. Massa Iddah saya akan berakhir seminggu lagi jadi kalo dokter berniat mengkhitbah saya bisa setelah itu" ucap Zahra sambil menghela nafas panjang.
"Alhamdulillah" ucap Dimas girang
Mama Ariyani memeluk putri tercintanya, akhirnya Zahra mau membuka lembaran baru lagi. Ia ingin putrinya bahagia dengan kehidupan pernikahan yang selanjutnya.
__ADS_1
Bersambung...