Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Tom and Jerry


__ADS_3

Selamat membaca...


▪️▪️▪️


Sebulan berlalu pasca kepergian Sarah selimut duka masih saja terus memeluk keluarga kecil itu. Ustadz Hasan dan putri kecilnya masih terpukul atas kepergian wanita yang paling mereka sayangi.


Maryam saat ini diasuh oleh asisten rumah tangga Hasan yang sudah bekerja lumayan lama bersamanya.


BI Minah bersama suami sudah bekerja di rumah itu semenjak Hasan dan Sarah masih menjadi pengantin baru.


Bi Minah berusaha menghibur Maryam yang sudah dianggapnya seperti cucu sendiri.


"Non, Jangan nangis lagi ya. Kalo Non Maryam nangis terus nanti Ummi di sana jadi sedih" bujuk Bi Minah.


"Iya Nek, maafin Maryam. Maryam cuman rindu sama Ummi" jawab gadis kecil itu terisak.


"Kalo rindu, ajak Abi aja ke makam Ummi" usul Bi Minah.


"Iya nek, nanti kalo Abi pulang ngajar Maryam ajakin ke makam Ummi" seulas senyum tampak dibibir manisnya sambil mengusap air mata.


▪️▪️▪️


"Assalamu'alaikum" ucap Hasan sembari masuk ke dalam rumahnya.


"Wa Alaikum salam, Bi. Abi akhirnya pulang juga. Dari tadi Maryam tungguin" oceh Maryam bahagia.


"Tumben nunggu Abi di sini, udah cantik lagi" puji Hasan.


"Bi, kita jenguk Ummi ya. Maryam kangen Ummi" ucap Maryam penuh harap.


"Iya sayang, tapi kita shalat dulu ya. Udah waktu ashar" ajak Hasan.


"Siap Abi" jawab Maryam patuh.


Keduanya melaksanakan kewajiban empat raka'at secara berjamaah di Mushola rumah mereka.

__ADS_1


▪️▪️▪️


Di rumah yang halamannya begitu luas nampak Nahla dan Fais sedang bermain bersama.


Zahra sedang mengunjungi rumah orang tuanya.


Zahra sedang ngobrol ringan bersama Aisyah.


"Udah berapa bulan usia kandungan kamu, Dek?" tanya Aisyah


"Udah tujuh Minggu, jalan dua bulan berarti"


"Alhamdulillah, jangan kecapean. Mbak juga udah kepingin tapi belum dikasih lagi sama Allah" jelas Aisyah.


"Insya Allah Mbak sama bang Fahri akan segera nyusul"


"Aamiin... Insya Allah, Dek" jawab Aisyah penuh harap.


"Bagaimana dengan si Siska itu, apa masih berani gangguin kalian" tanyanya lagi.


"Alhamdulillah sampai sekarang tidak Mbak, mudah-mudahan dia udah insyaf. Kan dia juga sebentar lagi bakalan jadi ibu"


Zahra terdiam mendengar perkataan kakak iparnya. Semoga saja Siska sudah kapok dan menyesali perbuatannya. Mengikhlaskan Dimas bersama dirinya.


Semoga keluarga kecilnya selalu dalam lindungan Nya.


Entah kenapa ada sedikit kekhawatiran di hatinya, semoga saja bukan pertanda buruk.


▪️▪️▪️


Malam menjelang, Zahra sekeluarga sudah kembali ke rumah mereka lagi.


Menghabiskan waktu bersenda gurau di ruang keluarga. Kemudian terdengar suara bel berbunyi, dan ketukan pintu.


"Assalamu'alaikum" sapa seseorang.

__ADS_1


"Wa Alaikum salam. Siapa ya yang datang, tumben ada tamu datang ba'da Isya" batin mereka.


Dimas membuka pintu rumahnya, dan terkejut melihat orang yang berdiri didepannya.


"Astaghfirullah. Ngapain kamu datang dengan gaya seperti ini" tanya Dimas sebal.


"Halo Abang ku tersayang, apa kabar. Tidak dipersilahkan masuk nih" ledek Denis.


"Hais... Ya udah masuk aja. Ngapain kamu malam-malam pake kaca mata hitam segala"


"Biar cakep, sekaligus menjaga mata dari zina" jawab Denis enteng.


Zahra menatap adik iparnya dengan penuh keheranan begitu juga putri kecilnya Nahla


"Assalamu'alaikum mbak dan ponakan uncle yang cantik dan shalihah" sapa Denis.


"Wa Alaikum salam" jawab keduanya.


Pletak....


Bunyi yang berasal dari kening Denis akibat sentilan Dimas.


"Aduh, Abang ya tega-teganya mendzalimi adik mu yang ganteng ini" sambil memegang keningnya.


"Berisik. Beraninya kamu bilang bidadari surgaku cantik. Gak ada lelaki yang boleh muji istriku cantik didepan ku" jawab Dimas


"Idih, Baper. Bucin ya dok" goda Denis.


"Ni anak cari gara-gara ya" Dimas akan melayangkan kunci mobil ke arah Denis tapi ditahan Zahra.


"Udah dong kalian" ucap Zahra.


"Iya, Abi sama uncle seperti Tom and Jerry" sambung Nahla tertawa renyah.


"Apa" jawab keduanya kompak.

__ADS_1


▪️▪️▪️


Bersambung ...


__ADS_2